• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

Perjalanan Billy adalah sebuah cerita tentang transformasi kehidupan yang sudah naik tingkat.

April 23, 2026
in Indepth Story
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi Bachyul Jb
odong-odong

Billy Kapisa baru saja membuka usaha odong-odongnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura. – Jubi/ Sudjarwo Husain

0
SHARES
777
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Cahaya lampu warna-warni mulai berpijar di trotoar Jalan Ahmad Yani, tepat di depan kantor Bank Mandiri, pusat Kota Jayapura, Selasa (21/4/2026) malam.

Di balik keriuhan musik anak-anak yang kontras dengan deru knalpot membelah malam, Billy Kapisa sibuk memastikan setiap detail odong-odong yang dioperasikannya.

Pemuda berusia 26 tahun itu dengan telaten mengecek baut, kabel, hingga kebersihan replika kuda dan angsa. Ia memastikan semuanya siap berputar menyambut tamu-tamu kecil yang akan berdatangan.

​Malam itu, seperti malam-malam sebelumnya sejak 2024, odong-odong telah menjadi sumber mata pencaharian Billy. Terkadang, ia tidak bekerja sendirian. Ada Vani, pasangannya, yang setia untuk membantunya.

Mereka sudah sangat fasih menaikkan anak-anak ke atas wahana odong-odong, memastikan keamanan, dengan penuh senyum ramah.

Di atas trotoar itu, Billy memulai pekerjaannya pukul enam sore, saat matahari mulai terbenam, hingga pukul sepuluh malam ketika denyut kota mulai melambat.

​Billy satu dari sedikit pemuda yang memilih bertahan di jalanan dengan cara yang produktif. Ia bekerja dengan sepenuh hati meski odong-odong itu sebenarnya bukan miliknya.

BERITATERKAIT

Usaha cakar bongkar Mama Martha Ayeri dari modal awal cuma Rp100 ribu

Pengusaha Papua Usilina Epa, suka duka membangun usaha dari bawah

Alfrith Pekei, sarjana yang tekuni usaha ternak ayam di Nabire

BNPT: Penyebaran paham radikalisme di kalangan pemuda sangat gencar 

Ia bekerja untuk seorang ‘bos’ yang memberikan tanggung jawab besar kepadanya. Kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Itu adalah buah dari kejujuran dan kesetiaannya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

​”Dari semua anak buah bos, cuma saya yang bertahan,” ujar pemuda asal Biak ini dengan nada bicara yang tenang.

​Senang mandiri

​Kepercayaan yang diberikan sang bos dibayar tuntas oleh Billy. Meski statusnya hanya sebagai pekerja yang harus menyetorkan hasil setiap malam, Billy merawat unit hiburan itu seperti miliknya sendiri.

infografis usaha odong-odong

Ia tidak membiarkan ada lampu yang mati tanpa diganti, atau suara musik yang pecah karena kabel yang kendur. Menjaga kualitas odong-odong adalah cara yang ia lakukan untuk menghargai orang yang telah memberinya kesempatan untuk mencari nafkah.

​Billy tahu betul rasanya mencari lubang penghasilan di Jayapura. Sebelum akhirnya menetap sebagai penarik odong-odong, perjalanan kariernya adalah potret nyata pekerja serabutan yang pantang menyerah. Apa saja ia kerjakan asalkan halal.

Ia pernah berdiri di pinggir jalan menjajakan bensin eceran. Ia juga pernah bekerja sebagai tenaga pembantu (vertikal) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura selama lima bulan hingga kontraknya berakhir.

“Saya senang mandiri. Saya kerjakan apa saja yang bisa dikerjakan. Dulu saya pernah jualan bensin, kerja vertikal di RS Abe, dan sekarang mengoperasikan odong-odong ini,” ujar Billy.

Karena ketelatenannya sebagai penarik odong-odong, tak jarang orang tua pelanggan sering menyanjungnya. Mereka salut ada pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong, yang umumnya biasa dilakukan oleh orang-orang perantau dari daerah lain.

Pengalaman-pengalamannya di lapangan itulah yang membentuk mentalnya. Ia tidak kaget dengan kerja keras dan sangat menghargai setiap rupiah yang masuk ke kantongnya. Itulah sebabnya, ketika sebuah odong-odong dipercayakan kepadanya, ia menjaganya dengan segenap hati.

“Kuncinya itu rajin saja dan jaga kepercayaan. Kalau kita jalani dengan rasa syukur, semua yang kita kerjakan pasti akan mendapatkan hasil yang baik,” kata Billy.

Tak hanya odong-odong, Billy terkadang mengambil pekerjaan sambilan sebagai tukang servis AC ketika mendapatkan panggilan mendadak.

Vani, yang setia mendampingi Billy menarik odong-odong setiap malam, juga kagum dengan ketelatenan pasangannya itu. Hasil dari mata pencahariannya untuk memenuhi kebutuhan dapur dan sebagian ia sisihkan untuk satu anak perempuan mereka.

“Billy itu sangat rajin. Dia tidak mau kasih kecewa orang yang sudah percaya sama dia. Biar cuma kerja tarik odong-odong, dia kerjakan dengan hati,” kata Vani.

​Cukup untuk hidup sehari-hari

​Di bawah temaram lampu jalan Ahmad Yani, Billy sesekali memberikan jempol ke arah orang tua yang sedang menunggu anak-anak mereka bermain. Jempol itu seperti isyarat yang menandakan bahwa semuanya terkendali.

odong-odong
Vani membantu Billy mengoperasikan odong-odong. – Jubi/ Sudjarwo Husain

​Penghasilan Billy di jalanan tidak pernah menentu. Ia sangat bergantung pada cuaca dan keramaian warga yang melintas di pusat kota. Jika sedang ramai, misalnya pada malam Minggu atau hari libur saat kursi-kursi odong-odongnya yang berjumlah enam itu penuh terus-menerus, ia bisa membawa pulang pendapatan kotor hingga Rp300 ribu dalam semalam.

Untuk tarif odong-odong, Billy mematok harga yang cukup terjangkau. Hanya Rp4 ribu, anak-anak sudah bisa menikmati putaran odong-odong selama 10 lagu berturut-turut.

Ia mengaku penghasilan yang ia dapat setiap malam cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

“Kalau lagi ramai bisa dapat Rp100 ribu. Tapi kalau lagi sepi, dapat Rp60 ribu satu putaran saja sudah syukur. Tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

​Kualitas pelayanan Billy juga dirasakan langsung oleh para orang tua yang sering membawa anaknya untuk menikmati wahana hiburan murah itu. Mereka senang dengan pelayanan Billy yang ramah dan lucu.

“Saya sering bawa anak ke sini. Om Billy ini orangnya jujur dan telaten. Dia punya cara layani anak-anak itu bagus sekali. Kami yang langganan di sini senang dan percaya sama dia,” kata Aditya, orang tua yang sering membawa anaknya bermain odong-odong.

Hal yang sama juga diungkapkan Rahmawati. Ia salut ada anak muda Papua yang mencari nafkah sebagai penarik odong-odong. Setiap akhir pekan, ia sering membawa anaknya bermalam minggu menikmati hiburan odong-odong itu.

“Orangnya ramah dan lucu, jadi anak-anak senang juga bermain di sini,” katanya.

​Interaksi antara Billy, Vani, dan para pelanggan kecilnya terasa sangat natural. Tidak ada paksaan atau promosi yang berlebihan. Mereka hanya berdiri di sana, menjadi bagian dari ekosistem malam Jayapura.

​Cahaya LED merah, hijau, dan biru yang memantul di aspal basah memberikan warna tersendiri bagi estetika kota. Suara tawa anak-anak yang sesekali berteriak kegirangan saat replika kuda dan angsa yang mereka tunggangi mulai berputar, seolah meredam sejenak kepenatan orang-orang dewasa yang baru saja pulang bekerja.

​Menjadi inspirasi

Pendeta Naomi Selan, gembala jemaat IFGF Jayapura yang sering melayani anak-anak jantung kota juga kagum dengan yang dilakukan Billy. Pemuda asli Biak itu sudah tujuh tahun bergabung dengan jemaat IFGF.

odong-odong
Billy mengawasi anak-anak yang menaiki odong-odong. – Jubi/ Sudjarwo Husain

Pendeta yang akrab disapa Mama Omi itu menuturkan, perjalanan Billy adalah sebuah cerita tentang transformasi kehidupan yang sudah naik tingkat. Ia melihat Billy bukan sekadar pemuda yang menarik odong-odong, melainkan sosok yang berhasil melampaui masa lalu yang kelam.

“Dari hidup yang tidak teratur, kehilangan ibu, dan harus mandiri sejak kecil, saya senang melihat dia sekarang tidak gengsi untuk bekerja keras mencari nafkah di Jalan Ahmad Yani,” kata Mama Omi haru.

Billy memperhatikan bagaimana orang-orang lain berjuang, menjadikannya motivasi untuk menabung demi mimpinya sendiri. Transformasi itu membawa Billy pada perubahan, dari seseorang yang dulu garang dan ditakuti, kini ia menjadi sosok yang bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya di jantung kota Jayapura.

“Proses itu membuat dia jadi lebih sadar. Dia bilang, ‘Oh, saya dulu begini. Saya percaya teman-teman lain juga pasti bisa seperti saya’. Dia sering menjadi inspirasi bagi teman-temannya di jalanan,” kata Mama Omi

Menurutnya, apa yang telah dilakukan Billy tak hanya menjadi sebuah inspirasi. Tapi menjadi sebuah bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

“Dia sudah memberikan dampak (impact). Karena kalau orang lain yang menunjukkan perubahan, mereka (anak jalanan) mungkin tidak melihatnya. Tapi jika seorang Billy yang bisa tenang, tertib, dan mencari uang dengan cara yang halal, maka yang lain pasti akan menyusul. Mereka semua pasti ingin menjadi seperti Billy,” ujar Mama Omi.

​Upaya pemuda seperti Billy untuk bangkit dan mandiri di tanah sendiri sejalan dengan perhatian dari pemerintah daerah. Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura Alberto Itaar mengungkapkan bahwa dorongan terhadap pengusaha UMKM asli Papua (OAP) menjadi agenda prioritas yang akan terus dikawal.

​”Motivasi UMKM asli Papua untuk maju perlu kita dorong terus, agar mereka bisa terus mandiri,” ujar Alberto Itaar.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam melihat tantangan tersebut. Melalui pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus), Disperindagkop melakukan pembinaan khusus yang menyasar para pelaku usaha OAP agar mampu bersaing.

​”Sudah banyak pengusaha Papua yang mandiri, tapi untuk jumlah pastinya saya perlu mengecek kembali datanya. Pada prinsipnya program pendampingan dan pemberdayaan bagi UMKM asli Papua terus kami lakukan,” katanya. (*)

Tags: Anak muda OAPkalangan pemudaodong-odongUsaha OAP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
kebun sayur

Kebun sayur di lahan kosong Kota Jayapura

May 21, 2026

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

May 16, 2026

Persipura dan asa yang masih ada

May 12, 2026

Nelayan Jayapura terdampak rencana migas Northern Papua

May 8, 2026

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara