• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Persipura dan asa yang masih ada

Manajemen menargetkan daftar skuad baru sudah rampung pada awal Juni 2026 untuk segera memulai persiapan yang lebih matang.

May 11, 2026
in Indepth Story
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi Bachyul Jb
persipura

Pemain Asing Persipura tampak kecewa usai gagal mencetak gol saat berhadapan dengan Persela Lamongan. –Dok Ofisial Persipura

0
SHARES
12
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Laga Persipura Jayapura versus Adhyaksa pada Jumat (8/5/2026) di Stadion Lukas Enembe berakhir dengan suasana yang tak pernah diduga siapa pun. Saat wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, meniup peluit panjang, papan skor menunjukkan angka 0-1 untuk keunggulan Adhyaksa.

Hasil itu memastikan Persipura Jayapura kembali gagal promosi ke kasta tertinggi. Kegagalan itu membuyarkan impian ribuan pendukung yang sudah menaruh harapan besar melihat tim kesayangan mereka naik kasta.

Sesaat setelah pertandingan berakhir, sejumlah penonton masuk ke lapangan dan meluapkan kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan wasit. Bench tempat pemain cadangan duduk digulingkan, kaca-kaca pecah juga berserakan di area mixed zone.

​Kondisi di luar stadion bahkan lebih memprihatinkan. Beberapa unit mobil dan sepeda motor hangus terbakar, hanya menyisakan kerangka besi dan asap hitam yang membubung ke langit.

​Di sisi lain stadion, terlihat wajah-wajah para pendukung yang memilih diam. Banyak orang tua dan anak-anak hanya bisa berdiri terpaku di tribun sambil memandang lapangan dengan tatapan kosong, sedih karena Persipura gagal promosi. Ada seorang ayah yang merangkul anaknya yang masih memakai jersey merah hitam, berusaha memberikan ketenangan meski dia sendiri tampak sangat kecewa.

​Pemain Persipura pun tampak sangat terpukul. Beberapa dari mereka duduk bersandar dan menundukkan kepala. Mereka telah memberikan segalanya di atas lapangan, namun akhir cerita tidak sesuai harapan.

Di tengah kemelut perasaan itu, sebuah spanduk terbentang di sudut tribun, dengan kalimat yang menggetarkan hati. “Bahkan, setelah kekecewaan dan tangisan itu, aku masih tetap mencintaimu.”

BERITATERKAIT

Heavenly Paul, wasit rugbi perempuan pertama PNG di Digicel ExxonMobil Cup

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

Menghitung napas Persipura dalam enam pertandingan terakhir

Kalimat itu seraya memantik semangat para pemain untuk tidak larut dalam kesedihan, masih ada kesempatan untuk berbenah dan bangkit di musim depan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Manajemen minta maaf

Sehari berselang dari laga itu, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pendukung dan penonton yang mengalami kerugian akibat kericuhan di Stadion Lukas Enembe.

Ia sangat menyesalkan insiden tersebut, sebab atmosfer dan euforia penonton laga Persipura sebelumnya selalu menuai pujian.

“Saya turut prihatin atas peristiwa itu. Tentunya, ini sangat disayangkan, karena kita sudah menjalankan pertandingan selama musim ini dengan baik. Suporter sangat tertib, tidak pernah selama pertandingan di musim ini ada kejadian seperti ini,” kata Owen.

Saat ini, investigasi bersama kepolisian sedang berjalan. Owen sangat berharap Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bisa bijak dalam melihat hasil penyelidikan nanti agar Persipura tidak dijatuhi sanksi larangan penonton yang akan sangat memberatkan finansial tim.

Persipura
Skuad Persipura Jayapura. –Dok Ofisial Persipura

“Yang pasti, saat ini yang saya khawatirkan dengan kejadian kemarin ini adalah kemungkinan kena sanksi dari Komdis (Komisi Disiplin) PSSI. Tentunya itu akan sangat memberatkan tim dari sisi biaya. Jadi saya berharap kebijakan dari Komdis juga, bahwa ini bukan ulah suporter kita, ini harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Owen juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan pencinta Persipura atas hasil yang membuat tim gagal mencapai target musim ini.

“Mohon maaf sebesar-besarnya kepada pendukung Persipura, kepada fans juga atas hasil yang tidak sesuai target kita di musim ini,” katanya.

Dia menyadari betapa besarnya keinginan masyarakat Papua agar tim Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi. Namun ia menekankan bahwa pencapaian tim hingga babak play-off merupakan hasil kerja keras yang luar biasa, mengingat banyaknya perubahan di awal musim.

“Saya sudah mengingatkan teman-teman semua dan tim terutama, bahwa kita tidak mau akhiri pertandingan ini dengan penyesalan. Persipura butuh waktu membenahi satu sistem atau tim. Saya juga baru gabung di Persipura, tidak ada yang instan,” ungkapnya.

Hasil itu kata Owen, menjadi momen untuk introspeksi diri dan membenahi sistem agar fondasi klub menjadi lebih kokoh di masa depan.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Alberto Fred Itaar, juga menyampaikan suara hatinya terkait suasana setelah laga usai.

“Saya kecewa. Kami telah melaksanakan pertandingan sesuai dengan standar operasional prosedur dan pertandingan boleh selesai sesuai dengan apa yang kita rencanakan,” katanya dalam pernyataan resmi pada Minggu, 10 Mei 2026.

persipura
Spanduk yang terbentang di salah satu tribun Stadion Lukas Enembe. –Instagram Hendra Morin

Alberto memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang hadir di Stadion Lukas Enembe atas peristiwa yang merugikan itu.

​”Kami sampai dengan hari ini masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait insiden atau kasus yang terjadi di Stadion Lukas Enembe usai pertandingan antara Persipura Jayapura versus Adhyaksa,” ujarnya.

Semangat untuk bangkit

​Manajemen Persipura Jayapura mengonfirmasi bahwa per hari ini, seluruh skuad resmi dibubarkan. Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu istirahat sekaligus ruang bagi manajemen untuk merombak skuad. Mengenai komposisi pemain untuk musim mendatang, manajemen memilih untuk bersikap hati-hati.

​”Hari ini kita melakukan pembubaran tim. Terkait pemain, saya pribadi akan melakukan evaluasi total. Saya tidak bisa memilih pemain jika head coach-nya belum memberikan arahan. Kita butuh waktu untuk me-review agar fondasi kita lebih kokoh,” kata Owen.

​Manajemen menargetkan daftar skuad baru sudah rampung pada awal Juni 2026 untuk segera memulai persiapan yang lebih matang.

​Meskipun tim dibubarkan, manajemen menyatakan bahwa pintu masih terbuka bagi tim pelatih dan official yang ada saat ini. Namun, keputusan akhir diserahkan sepenuhnya kepada individu masing-masing.

persipura
Spanduk yang terbentang di salah satu tribun Stadion Lukas Enembe. –Instagram Hendra Morin

​Pihak manajemen memberikan apresiasi khusus kepada Coach Rahmad Darmawan, berkaca pada catatan performa tim sejak ia bergabung.

“Jika melihat track record-nya, dari 24 pertandingan, beliau meraih hampir 70 persen kemenangan. Ini salah satu ‘win rate’ terbanyak di liga musim ini. Kami sangat mengapresiasi kerja kerasnya,” ungkapnya.

Meski timnya gagal, Owen tetap optimis dan berjanji akan tetap berada di Persipura, membangun kembali tim ini untuk bangkit dan promosi ke Super League musim depan. Ia menyebut kegagalan ini sebagai bahan introspeksi untuk membangun fondasi yang lebih kokoh di masa mendatang.

​”Mungkin ini jalan Tuhan agar kita introspeksi. Ibarat pohon, makin tinggi pasti angin bertiup kencang. Yang penting, akar kita harus solid untuk menahan angin ini,” kata Owen.

Kegagalan itu memang pahit, namun semangat untuk bangkit belum tenggelam, seperti yang disuarakan oleh salah satu pemain Persipura, Todd Rivaldo Ferre lewat postingan instagramnya.

​”Sejarah tidak ditulis oleh yang menyerah. Sejarah ditulis oleh yang jatuh tapi memilih untuk berdiri lagi. Maka berdirilah. Tulis ulang cerita itu. Liga 1 bukan mimpi. Liga 1 itu rumah yang tong (kita) harus rebut kembali,” tulisnya.

Kekalahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan satu lagi ujian berat dalam sejarah panjang klub ini. Stadion Lukas Enembe akan tetap berdiri megah, menanti saat di mana air mata kesedihan itu berganti menjadi air mata bahagia saat Persipura benar-benar kembali ke kasta tertinggi nanti. (*)

Continue Reading
Tags: kompetisi Liga 2laga persipuramutiara hitamOwen RahadianWasit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nelayan Jayapura

Nelayan Jayapura terdampak rencana migas Northern Papua

May 8, 2026
odong-odong

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026
Pasukan Non-organik

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara