Jayapura, Jubi – Dua kekalahan beruntun di kandang PSS Sleman dan Kendal Tornado FC untuk sementara melempar posisi Persipura Jayapura keluar zona promosi. Tim Mutiara Hitam kini menempati peringkat keempat klasemen Grup Timur Pegadaian Championship dengan 40 poin.
Posisi itu tidak aman, mengingat hanya juara grup (Grup Timur dan Barat) yang akan mendapatkan jatah promosi langsung, dan runner up akan melakoni laga play-off untuk memperebutkan satu tiket sisa. Pegadaian Championship musim ini hanya menyediakan tiga tiket promosi ke Super League.
Kekalahan dari Kendal Tornado pada 1 Maret lalu membuat jarak Persipura dengan puncak klasemen semakin lebar. PSS Sleman kini memimpin dengan 45 poin, disusul Barito Putera dengan 41 poin.
Meski poin Persipura sama dengan perolehan poin Kendal Tornado (40 poin), namun secara head-to-head dan selisih gol Persipura kalah dari klub yang dilatih oleh Steven Keltjes (putra Ruddy William Keltjes) itu.
Dengan sisa enam pertandingan dan jarak yang semakin lebar, Persipura tidak lagi memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri, atau kembali menggantungkan nasib pada tim lain. Sama persis dengan dua musim sebelumnya.
Respons manajer
Manajer Persipura Owen Rahadian sangat kecewa dengan hasil dua kekalahan beruntun yang diderita timnya, padahal sebelumnya mereka mampu menang telak atas peringkat kedua, Barito Putera.
Bos Nusa Tuna itu mengakui dengan hasil buruk itu kini membuat langkah Persipura semakin berat dalam persaingan tiket promosi ke Super League.

“Saya sangat kecewa dengan hasil dua pertandingan terakhir, terlebih setelah kemenangan besar atas Barito. Hasil ini tentu membuat perjalanan kita untuk mencapai target musim ini menjadi lebih berat, namun bukan berarti mustahil,” ujar Owen kepada Jubi, Selasa (3/3/2026).
Owen menegaskan, dua kekalahan beruntun itu menjadi tamparan keras bagi timnya untuk tidak cepat merasa puas, dan harus tetap berusaha memberikan penampilan terbaik di enam laga sisa untuk menjaga napas persaingan menuju promosi.
Owen tak mau timnya larut dalam kekalahan. Ia memotivasi para pemainnya untuk tetap mengangkat kepala karena kompetisi masih panjang.
“Perjalanan ini belum selesai. Kami akan berjuang sampai akhir. Kompetisi ini panjang, penuh tantangan, dan tidak memberi ruang bagi rasa lengah. Setiap pertandingan adalah ujian konsistensi, fokus, dan mentalitas,” kata Owen.
Ia berpesan, dalam situasi seperti ini, baik pemain maupun tim pelatih harus kembali mengingat tujuan utama yang telah ditetapkan sejak awal musim. Ia meminta dalam enam laga sisa timnya harus meraih hasil positif.
“Masih ada enam pertandingan tersisa. Enam kesempatan terakhir untuk memberikan segalanya, tanpa alasan,” katanya.
Persipura akan melakukan evaluasi pada sesi TC yang akan dipusatkan di Bogor. Kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk mencari titik lemah tim dan menaikkan mentalitas para pemain agar tak goyah.
“Kita harus jujur pada diri sendiri, memperbaiki kekurangan, dan menyatukan kembali fokus serta mentalitas bertanding. Kami akan segera memulai TC di Bogor untuk mempersiapkan diri dengan maksimal, dengan fokus penuh pada laga kandang yang akan datang,” ujarnya.

PR Rahmad Darmawan
Jika merujuk pada statistik pertandingan melawan Kendal Tornado, Persipura unggul di atas kertas. Mereka mencatatkan penguasaan bola atau ball possession sebesar 61 persen, sementara Kendal Tornado hanya 39 persen. Persipura mengurung pertahanan lawan hampir di sepanjang babak kedua, namun hasil akhirnya tetap diungguli oleh tuan rumah.
Tercatat, 17 tembakan dilepas oleh para pemain Persipura, dengan lima di antaranya on target atau tepat sasaran ke mulut gawang lawan. Tapi hasilnya, hanya satu gol yang bisa tercipta, itu pun dari pemain tengah, William Lugo, di menit tambahan waktu.
Rahmad Darmawan, arsitek Persipura mengungkapkan timnya terlalu lengah mengantisipasi transisi tim lawan. Ia menyebut timnya keasyikan menyerang hingga kecolongan dari proses serangan balik.
“Kita terhukum ketika kita keasyikan melakukan banyak serangan, ada kelengahan yang kita buat,” ujarnya.
Lini serang tim Mutiara Hitam tak mampu berbuat banyak. Bahkan, striker anyar berpaspor Amerika Serikat, Victor Mansaray untuk ketiga kalinya tak mampu menjebol gawang lawan. Sedangkan Kendal Tornado tampil lebih efektif. Membuat 8 kali percobaan dan dua di antaranya tepat sasaran, dua peluang itu justru membuahkan gol.
”Pemain sudah berusaha, mereka sudah mencoba untuk membuat beberapa situasi atau variasi di dalam menyerang, tapi memang tim lawan bermain dengan sangat baik di lini pertahanan mereka,” beber Rahmad Darmawan.
Menarik ke belakang, saat bertemu PSS di Maguwoharjo, 21 Februari lalu, statistik Persipura lebih parah lagi. Hanya mendapatkan kesempatan 46 persen menguasai bola, melepas 7 tembakan, dan satu saja yang tepat sasaran.
Dua pertandingan terakhir Persipura itu menjadi anti klimaks. Tak hanya pemain depan yang gagal mencetak gol, lini pertahanan mereka pun harus kebobolan empat gol.
Berbanding terbalik dengan hasil yang mereka raih dalam empat pertandingan sebelumnya (dua imbang, dua kemenangan, mencetak delapan gol, dan empat kali kebobolan). Hasil di empat laga itu bahkan sempat menempatkan posisi Persipura di puncak klasemen Grup Timur.
Rahmad Darmawan lantas berjanji akan mengevaluasi permainan timnya untuk mencari dan meminimalisir kelemahan yang kerap dieksploitasi lawan.
“Saya akan berusaha lebih detail mencari tahu apa kesalahan kita. Evaluasi pasti tetap akan kita lakukan,” ujarnya.
Menanggapi inkonsistensi taktik Rahmad Darmawan, komentar pedas pun dilontarkan pengamat sepak bola Papua yang juga mantan kapten Persipura, Nando Fairyo. Ia menilai dominasi penguasaan bola tidak ada gunanya jika pelatih tidak mampu memecahkan strategi parkir bus lawan.
“Tak ada kata nanti dievaluasi, dua kekalahan itu karena tidak konsisten. Tim lawan yang bermain dengan sembilan pemain di pertahanan justru mampu membuat dua peluang menjadi dua gol,” kata Nando.
Hitung-hitungan
Meskipun Persipura juga masih memiliki kans untuk bersaing memperebutkan tiket promosi, namun kenyataan di tabel klasemen menunjukkan kendali promosi sepenuhnya berada di tangan PSS Sleman, Barito Putera, dan Tornado Pekanbaru.

Ketiga tim itu ibarat tembok penghalang yang secara matematis memaksa Persipura untuk bergantung pada nasib buruk lawan daripada kekuatannya sendiri.
Sekalipun mampu menyapu bersih enam pertandingan sisa dengan kemenangan, Persipura tak bisa menjamin nasibnya sendiri, jika tiga tim di atasnya itu juga tampil konsisten.
PSS Sleman kini paling diunggulkan dengan tabungan 45 poin. Jarak lima poin atas Persipura memberikan napas yang sangat lega bagi Super Elang Jawa. Secara hitung-hitungan, PSS punya peluang besar untuk memantapkan langkah ke jalur promosi.
Dari enam laga sisa, hanya Barito yang akan menjadi lawan berat mereka. Poin maksimal PSS bisa mencapai 63 poin, jika mereka memenangkan semua laga.
Barito Putera juga masih menjadi ancaman bagi Persipura. Situasi mereka juga sama, hanya PSS yang akan menjadi lawan berat. Selisih satu poin di atas Persipura memang sangat tipis, namun Barito punya modal pertahanan paling solid di grup ini dengan baru kebobolan 10 gol.
Dalam kompetisi yang menyisakan sedikit laga, tim dengan pertahanan terbaik biasanya lebih sulit digulingkan. Dengan potensi poin maksimal hingga 59 poin, Barito hanya perlu fokus menjaga keunggulan mereka saat ini. Selama Barito tidak kehilangan poin di laga-laga krusial, Persipura akan tetap tertahan di luar zona promosi terlepas dari seberapa banyak gol yang mereka cetak.
Kendal Tornado juga menebar tekanan psikologis bagi para pesaingnya. Memiliki poin yang sama dengan Persipura (40 poin), Tornado unggul dalam selisih gol dan head-to-head atas Persipura.
Jika kedua tim menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan, Tornado tetap akan berada di atas Persipura. Tornado berpotensi meraup poin maksimal 58 poin jika meraih kemenangan dalam enam laga.
Secara keseluruhan, Persipura berada dalam situasi terjepit, di mana perolehan 40 poin membuat mereka sangat rentan terlempar lebih jauh jika gagal mengawali laga sisa dengan kemenangan.
Sementara, PSS, Barito, dan Tornado memiliki keunggulan poin dan produktivitas yang akan memaksa Persipura bermain di bawah tekanan setiap pekan, menanti keajaiban berupa kegagalan serentak dari ketiga tim pesaingnya itu.
“Hasil pertandingan kemarin menjadi pelajaran agar bisa lebih kerja keras lagi dan tidak santai-santai dalam laga-laga berikutnya agar bisa kembali ke jalur yang positif,” kata pemain muda Persipura, Markus Madjar.
Masih ada optimisme dari Tribun
Meski Persipura tengah berada dalam situasi terjepit di klasemen. Dukungan tetap mengalir deras dari para suporter. Mereka masih tetap optimistis tim kebanggaan mereka bisa membalikkan keadaan.
Ikhsan, perwakilan suporter Persipura dari kelompok The Comens, menegaskan peluang promosi ke Super League masih terbuka lebar meski hanya tersisa enam laga. Namun, ia mewakili rekan-rekannya meminta tim Persipura untuk tak memandang remeh lawan-lawan di laga sisa.
“Seluruh pertandingan sisa harus dianggap sebagai final dan tidak boleh ada lagi kesalahan sekecil apa pun. Dua hasil buruk terakhir wajib menjadi evaluasi serius bagi tim, mulai dari aspek taktik, mental, hingga efektivitas permainan di lapangan,” ujar Ikhsan.
The Comens mendesak tim analis Persipura untuk lebih jeli melihat situasi dan belajar dari pengalaman agar kegagalan serupa tidak terulang. Tim dituntut bermain lebih disiplin, fokus sejak menit awal, memperbaiki komunikasi antar lini, serta menjaga harga diri klub.
“Intinya, jangan anggap remeh lawan dan ingat target besar yang sudah diberikan manajemen. Kerja keras dan konsistensi adalah harga mati jika ingin peluang promosi tetap terjaga hingga akhir musim,” harapnya.
Persipura sebenarnya sudah mendapatkan suntikan motivasi dari Manajer Owen Rahadian, yang menyebut ada bonus dalam setiap kemenangan yang diraih.
“Kita tidak boleh lengah karena masih ada beberapa pertandingan di depan. Terkait target poin untuk mengunci tiket promosi, manajemen sudah menyiapkan skema bonus bagi para pemain. Sistem ini sudah mereka ketahui, jadi mereka tahu apa yang harus diperjuangkan. Intinya, kalau bisa sapu bersih kemenangan, kenapa tidak?” ujar Owen.
Persipura kini berada dalam situasi yang sama persis dengan dua musim sebelumnya. Nasib mereka akan ditentukan oleh hasil pertandingan tim lain. Namun bedanya, kali ini mereka tak lagi berada di zona degradasi. (*)




Discussion about this post