Jayapura, Jubi – Pelatih Persipura Jayapura Rahmad Darmawan atau RD mengungkap penyebab kekalahan timnya dari PSS Slemen, di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2/2026).
Dalam laga perebutan puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship itu, Elang Jawa, julukan PSS Sleman mengandaskan perlawanan ‘Mutiara Hitam’ dua gol tanpa balas.
Gol rumah tercipta lewat Gustavo Tocantins di penghujung babak pertama (45+6’) dan Arda Alfareza pada menit ke-70.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan mengakui timnya gagal menjaga konsistensi jarak antar lini. Hal itu membuat Persipura kehilangan kontrol atas second ball (bola pantul), yang menjadi awal mula serangan-serangan berbahaya PSS.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
”Lawan bermain sangat efektif dengan blok pertahanan yang kuat dimulai dari lini tengah. Kita kalah jumlah pemain di sana, sehingga mereka lebih dominan menguasai zona tengah,” kata Rahmad Darmawan dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan PSS itu tidak hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga menggeser posisi tim Mutiara Hitam dari singgasana klasemen. PSS kini memimpin dengan 42 poin, unggul tipis dua angka dari Persipura yang mengoleksi 40 poin.
Pemain muda Persipura, Reno Salampessy menyebut hasil itu sebagai tolok ukur agar tim tidak terbuai dengan posisi di papan atas.
”Ini supaya kita jangan terlalu santai. Semua tim siap memperebutkan tiket ke Liga 1. Kami harus lebih siap lagi untuk pertandingan-pertandingan yang akan datang,” ujar Reno.
Di kubu PSS, pelatih Ansyari Lubis membedah bagaimana mereka berhasil mematikan gaya main khas Persipura yang mengandalkan umpan-umpan lambung (chip ball).
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Fachruddin dan Lucao di jantung pertahanan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
”Kita sudah mengantisipasi bola-bola mereka. Persipura sering bermain di belakang tetapi bola selalu chip, dan itu bisa diantisipasi oleh empat bek kita. Chemistry Fachruddin dan Lucao sudah sangat padu,” jelas Ansyari.
Selain pertahanan, variasi serangan menjadi catatan positif bagi PSS. Ansyari menegaskan keberhasilan itu bukan kebetulan, melainkan hasil latihan intensif untuk memecah kebuntuan saat skema reguler mereka mulai dibaca oleh lawan di putaran ketiga ini.
PSS Sleman kini memegang rekor impresif, 12 pertandingan kandang tanpa kekalahan. Dukungan pendukung di Maguwoharjo diakui Ansyari sebagai energi tambahan yang membuat pemainnya mampu tampil spartan sepanjang 90 menit.
Persipura sendiri dalam tiga kali pertemuannya dengan PSS belum pernah menang. Pada putaran pertama di stadion yang sama, kedua tim bermain imbang tanpa gol, lalu pada putaran kedua di Stadion Lukas Enembe, juga berakhir seri dengan skor 1-1. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
























Discussion about this post