Jayapura, Jubi – Nasib warga Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah belum dapat dipastikan setelah TNI melakukan operasi militer di wilayah itu, Selasa (14/4/2026).
Sumber Jubi di Kabupaten Puncak, Yumbunik Murib mengatakan, nasib warga di tiga kampung belum dapat dipastikan, sebab pihak TNI belum memberi akses untuk masuk ke sana. Mereka masih menduduki tiga kampung itu, setelah operasi militer di wilayah tersebut awal pekan lalu.
Katanya, warga pun meminta pihak TNI dapat memberi mereka akses ke Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma untuk memastikan kondisi masyarakat di sana, dan mengevakuasi apabila ada korban luka atau korban jiwa akibat operasi militer.
“[Militer] tidak memberikan akses kepada masyarakat maupun Palang Merah Indonesia Kabupaten Puncak Jaya, untuk [masuk ke tiga kampung itu dan mengevakuasi apabila ada] korban penembakan dalam operasi militer di sana,” kata Yumbunik Murib kepada Jubi melalui panggilan telepon, Minggu (19/4/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, karena militer menutup akses, warga pun belum dapat memastikan apakah ada korban luka atau warga yang tewas di Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma.
Akan tetapi katanya, tidak menutup kemungkinan ada korban jiwa atau warga yang terluka, sebab tiga kampung itu juga menjadi sasaran operasi militer seperti Kampung Tenoti dan Kumikomo.
“Sementara ini jenazah atau korban belum dihitung, bahkan belum bisa pastikan. Namun kalau [ada warga] yang terluka dan masih hidup di hutan, mungkin mereka sudah mati semua ka, karena lapar dan lain sebagainya. Kami belum tahu ini,” ucapnya.
Yumbunik Murib mengatakan, sebelumnya Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyatakan pemerintah daerah masih akan melakukan penyisiran di beberapa titik atau kampung di Kabupaten Puncak, untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang belum terdata.
Pernyataan itu disampaikan Meki Nawipa saat mengunjungi korban luka tembak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
“Tapi sampai saat ini belum ada izin dari TNI yang ada di sana. Masyarakat sipil pun belum bisa masuk ke tiga kampung itu untuk melihat situasi dan mengevakuasi apabila ada korban. TNI belum meninggalkan tempat kejadian,” ujarnya.
Katanya, warga Distrik Kembru meminta pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak TNI, untuk mengizinkan akses masuk ke tiga kampung, guna memastikan kondisi masyarakat di sana.
Di sisi lain menurut Yumbunik Murib, masyarakat Distrik Kembru menyayangkan ketidakhadiran Bupati Puncak. Sejak kejadian hingga kini, pimpinan daerah di sana belum turun ke Distrik Kembru, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya itu.
Yang datang ke Distrik Kembru justru Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dan Sekda Puncak, Nenu Tabuni pada Sabtu (18/4/2026).
“Masyarakat Distrik Kembru kecewa karena tidak ada kehadiran bupati dalam duka masyarakat. Setidaknya [bupati] datang melihat kondisi warga dan berbicara langsung dengan mereka,” ucapnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
























Discussion about this post