Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley mengunjungi warga sipil, korban penembakan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026).
Sebelumnya, sejumlah warga Kabupaten Puncak dilaporkan tewas dan mengalami luka tembak, saat prajurit TNI melakukan operasi militer di sejumlah kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Selasa (14/4/2026).
Dalam kunjungan itu Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley didampingi sejumlah forkopimda. Ini sebagai bentuk dukungan moril Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terhadap para korban, agar mereka mendapat pelayanan medis maksimal.
Usai mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Gubernur Meki Nawipa mengatakan ada empat anak kecil yang menjadi korban luka dalam insiden itu.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Anak kecil ada empat ya. Terus satu bapak, pemuda, dan satu sudah kita terbangkan ke Jayapura. Kita datang [mengunjungi korban untuk] memberikan penguatan, dan pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya [perawatan mereka]. Jadi mereka tidak sendiri, kita akan membiayai sampai sembuh,” kata Meki Nawipa.
Menurut Gubernur Papua Tengah, langkah ini diambil, agar keluarga korban tidak terbebani secara finansial di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Selain itu menurut Gubernur Nawipa, pihaknya juga sedang mempertimbangkan memberi perhatian khusus terhadap keberlanjutan pendidikan salah satu anak yang menjadi korban, dan kehilangan ayahnya dalam peristiwa beberapa hari lalu.
“Ada anak kecil yang ada di situ, bapaknya juga sudah meninggal saat kejadian berapa hari lalu itu. Mungkin pemprov akan berpikir untuk menyekolahkan anak ini, supaya mendapat pendidikan layak dan suatu saat bisa pulang membangun negeri,” ucapnya.
Di sisi lain Meki Nawipa mengatakan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dan dialog dengan masyarakat di Kabupaten Puncak, untuk meredam suasana.
Pemerintah daerah juga masih melakukan penyisiran di beberapa titik atau kampung di Kabupaten Puncak, untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang belum terdata.
“Masyarakat di sana kita sudah komunikasi, sudah dialog. Terus kita akan komunikasi dengan beberapa level tingkatan. Ada dua kampung lagi yang perlu pengecekan kira-kira ada berapa korban lagi. Ini nanti kita sudah diskusi siapa kerja apa, kita lihat beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Gubernur pun mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis dan relawan di lapangan, termasuk peran aktif Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengevakuasi dan menangani para korban, dan berharap berharap seluruh pihak dapat bekerja profesional demi kemanusiaan. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post