Jayapura, Jubi – Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah akan memfasilitasi bimbingan belajar (Bimbel) untuk 250 calon peserta sekolah kedinasan sebelum mengikuti tes nantinya.
BKPSDM Papua Tengah telah melakukan sosialisasi pada delapan kabupaten di wilayah itu secara serentak, untuk menjaring calon peserta sekolah kedinasan milik kementerian/lembaga di Indonesia. Sosialisasi dilakukan sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026).
Sosialisasi dilakukan di Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Nabire.
Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, S.IP,MM mengatakan ini merupakan salah progam Gubernur Papua Tengah, dengan memprioritaskan orang asli Papua, khususnya asli Papua Tengah untuk bisa studi di berbagai sekolah kedinasan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kami dari BKPSDM siap memfasilitasi 250 peserta yang akan kami seleksi di Nabire dan siap kirim mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) ke Jayapura sebelum mereka mengikuti tes pada sekolah kedinasan yang mereka pilih,” kata Denci Meri Nawipa, S.IP,MM saat membuka sosialisasi sekolah kedinasan di Kabupaten Mimika, Kamis (16/4/2026).
Menurut Denci Nawipa, proses seleksi sekolah kedinasan tak beda jauh dengan tes masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Karena itu, ia meminta para peserta, guru pembimbing dan orang tua memperhatikan persyaratan seleksi, terutama aspek akademik serta kesehatan jasmani dan mental.
Katanya, di Kabupaten Mimika tentu pihaknya memprioritaskan suku Amungme dan Kamoro, kemudian suku-suku lain yang ada di wilayah itu.
“Ada tiga jalur masuk yakni reguler, kemudian afirmasi untuk orang asli Papua di seluruh Tanah Papua. Kami sedang memperjuangkan juga ada jalur pembibitan ke Kemenpan dan kementerian terkait, yang punya sekolah kedinasan supaya nanti selesai pulang membangun Papua Tengah,” ucapnya.
Denci Nawipa yang didampingi Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Sistem Informasi ASN, Natalion Patoding, SE.,M.Si menjelaskan ada enam sekolah kedinasan di luar IPDN yang dipersiapkan BKPSDM Provinsi Papua Tengah pada 2026, yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Sekolah Tinggi Metereologi dan Geofisika (STMKG), dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).
Di Kabupaten Mimika, sosialisasi sekolah kedinasan berlangsung di aula SMA Negeri 1 Mimika, Kamis-Jumat (16-17 April 2026). Sebanyak 100 peserta dari delapan sekolah SMA mengikuti sosialisasi dan sembilan murid dari sembilan sekolah di hari kedua.
“Setelah mengisi biodata diri, setelah sosialisasi ini, adik-adik bisa mulai mencari informasi tambahan. Dan terutama, adik-adik harus menjaga kesehatan,” ujar Denci Meri Nawipa. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua























Discussion about this post