Merauke, Jubi – Sejumlah 186 pelajar di Kabupaten Merauke, Papua Selatan mengikuti sosialisasi dan simulasi Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD menggunakan Computer Assisted Test atau CAT untuk persiapan seleksi sekolah kedinasan di aula SMA Negeri 1 Merauke, Rabu (6/8/2025).
Pembekalan itu diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Selatan yang berkolaborasi dengan IPDN Kampus Papua dan sejumlah instansi vertikal.
Kepala BKPSDM Papua Selatan, Albert Rapami mengatakan, sejak 2023 lalu pihaknya secara berkesinambungan memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi kelas 3 SMA/SMK tentang apa itu sekolah kedinasan dan kementerian/lembaga apa saja yang membawahi sekolah kedinasan.
Selain sosialisasi, BKPSDM Papua Selatan melaksanakan simulasi seleksi kompetensi dasar menggunakan Computer Assisted Test untuk persiapan seleksi sekolah kedinasan. Selain itu juga, BKPSDM juga memfasilitasi anak-anak asli Papua untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan yang dilangsungkan di Kota Jayapura.
Albert Rapami menjelaskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan sekolah kedinasan ialah banyak anak yang tidak mendapatkan informasi tentang sekolah-sekolah kedinasan yang ada di Indonesia. Padahal sekolah kedinasan merupakan salah satu sarana untuk menjadi calon ASN.
“Lalu, biaya yang cukup mahal bagi orang tua untuk membiayai anak-anak kita khususnya orang asli Papua untuk mengikuti sekolah kedinasan, karena harus mengikuti seleksi di Jayapura. Sehingga kami perlu melakukan sosialisasi, simulasi hingga memfasilitasi anak-anak asli Papua untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan di luar Merauke,” katanya.
Albert Rapami menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional atau BKN dan seluruh penyelenggara sekolah kedinasan agar pelaksanaan seleksi calon peserta sekolah kedinasan untuk kuota Papua Selatan dapat dilaksanakan di Merauke pada tahun ini. BKN dan sejumlah penyelenggara telah menyetujui hal tersebut.
“Kami dorong seleksi dilakukan di Merauke agar bisa menekan biaya yang dikeluarkan orang tua untuk anak-anak mengikuti seleksi di luar daerah. Yang sudah memastikan seleksi di Merauke itu IPDN, STMKG dan STAN. Ada 333 peserta yang akan mengikuti seleksi,” sebutnya.
Penjabat Sekda Papua Selatan, Maddaremmeng menekankan pentingnya upaya pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kemampuan anak, sehingga anak-anak dapat berkompetisi dalam berbagai bidang.
“Pembekalan seleksi kompetensi dasar menggunakan CAT ini sangat penting bagi anak-anak, bukan saja untuk persiapan tes sekolah kedinasan, tapi berbagai seleksi dalam berbagai bidang,” katanya.
Maddaremeng mengatakan bahwa pemerintah daerah mendorong Program Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif. Pelaksanaan tes kemampuan dasar menggunakan metode CAT merupakan salah satu upaya untuk mencapai program Papua Cerdas.
“Selain tes kemampuan dasar, juga perlu dilakukan persiapan fisik dan kesehatan peserta. Karena di sekolah kedinasan itu tesnya banyak. Tidak hanya tes CAT yang menjadi bagian dari kemampuan tersebut, tapi ada juga tes kesehatan dan jasmani. Ke depan, untuk pembekalan-pembekalan [persiapan mengikuti tes] seperti ini perlu dilakukan dalam waktu satu tahun,” ujarnya. (*)






















Discussion about this post