• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
in Polhukam
Reading Time: 1 min read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Ilustrasi - Dibuat menggunakan AI

0
SHARES
91
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Salah satu tokoh politik di Tanah Papua, Laurenzus Kadepa, menyatakan perbedaan cara pandang menyebabkan sulitnya mencari solusi terbaik penyelesaian masalah Papua. Situasi ini pun disebut membuat buntunya komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua.

Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM, dan keamanan di DPR Papua periode 2014–2024 itu mengatakan, pemerintah pusat dan masyarakat Papua memiliki pandangan berbeda dalam melihat penyelesaian akar masalah di Bumi Cenderawasih.

Menurutnya, pemerintah pusat lebih menekankan penyelesaian masalah Papua dengan pembangunan, kesejahteraan, Otsus, keamanan, hukum, dan keutuhan NKRI.

Sementara masyarakat Papua lebih menyoroti dugaan pelanggaran HAM, perlindungan masyarakat adat, sejarah, identitas, keadilan, dan ruang politik.

“Ketika masalah HAM dan konflik dijawab hanya dengan pembangunan fisik atau pendekatan keamanan, masyarakat merasa akar masalah belum terselesaikan,” kata Laurenzus Kadepa melalui aplikasi pesan singkatnya, Minggu (27/9/2026).

Karenanya, pemerintah pusat dirasa perlu membangun dialog yang inklusif dan bermartabat dengan masyarakat Papua dan para pihak di sana.

Dialog itu mesti melibatkan Majelis Rakyat Papua atau MRP di enam provinsi di Tanah Papua, tokoh adat, gereja, perempuan, pemuda, akademisi, masyarakat sipil, dan unsur masyarakat Papua lainnya.

BERITATERKAIT

YKKMP: Indonesia mesti menjawab masalah HAM di Papua dengan data

Diskusi publik yang digelar Papua Muda Progresif sepakati tiga rekomendasi

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

“Setiap dugaan pelanggaran hukum dan HAM harus diselesaikan secara transparan, adil, dan akuntabel. Siapa pun pelakunya harus diusut dan dihukum sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menurut Kadepa, dialog bukan ancaman bagi negara. Dialog adalah jalan untuk membangun kepercayaan, karena Tanah Papua tidak cukup hanya dibangun secara fisik.

“Tanah Papua harus didengar, dihormati, dilindungi, dan diperlakukan secara adil. Kemanusiaan harus menjadi titik temu,” ucapnya.

Selain itu, kata Kadepa, pembangunan di Tanah Papua juga harus berpusat pada manusia Papua.

“Melindungi hak orang asli Papua, tanah ulayat, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta memastikan Dana Otsus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Tags: masalahmenyelesaikanPapuapenyebabPerbedaanSulitnya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

YKKMP: Indonesia mesti menjawab masalah HAM di Papua dengan data

September 28, 2026
Diskusi publik

Diskusi publik yang digelar Papua Muda Progresif sepakati tiga rekomendasi

September 28, 2026
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

September 26, 2026

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

September 24, 2026

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara