Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Author : Alexander Loen

Editor : Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menyampaikan tujuh isu strategis yang dinilai menjadi tantangan utama pembangunan daerah pascapembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ketujuh isu tersebut mencakup ketimpangan antarwilayah, pelayanan dasar, hak masyarakat adat, konektivitas, bencana, pertumbuhan ekonomi wilayah, hingga pemerataan manfaat sumber daya alam.

Ini disampaikan Gubernur Fakhiri dalam Rapat Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Papua bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026).

Gubernur Fakhiri mengatakan, pemekaran telah mengubah konstelasi wilayah Papua secara signifikan. Provinsi Papua yang sebelumnya mencakup 29 kabupaten/kota kini terdiri atas sembilan kabupaten/kota, dengan delapan daerah berada di kawasan pesisir.

“Berdasarkan kondisi umum dan perwujudan visi jangka panjang serta jangka menengah daerah, terdapat tujuh isu strategis yang menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Papua,” kata Gubernur Fakhiri.

Ketujuh isi tersebut pertama, masih terdapat ketimpangan antarwilayah dan tingkat kemiskinan, terutama antara kawasan pedalaman, pesisir, dan perkotaan.

Kedua, akses dan kualitas pelayanan dasar pendidikan serta kesehatan belum optimal karena distribusi fasilitas dan tenaga pendidik maupun tenaga medis belum merata.

BERITATERKAIT

Ketiga, perlindungan hak ulayat dan ruang hidup masyarakat adat masih menjadi persoalan. Fakhiri menyebut sebagian besar tanah di Papua belum dipetakan secara adat dan belum terintegrasi secara legal dalam RTRW maupun RDTR.

Keempat, konektivitas antarwilayah masih terbatas akibat kondisi geografis Papua yang ekstrem.

Kelima, Papua memiliki kerawanan bencana tinggi karena berada di kawasan dengan aktivitas tektonik.

Keenam, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi seperti kawasan agropolitan, perbatasan, industri, dan pariwisata dinilai masih berjalan lambat.

Ketujuh, manfaat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam skala besar belum dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.

Gubernur Fakhiri berharap, tujuh persoalan tersebut menjadi perhatian bersama Pemerintah Pusat sehingga pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah dapat lebih tepat sasaran.

“Pemenuhan infrastruktur dan pengembangan wilayah akan menjadi game changer percepatan pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist