• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

September 18, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Suku Awyu tolak PSN

Ilustrasi lokasi PSN di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada akhir September 2025 - Dok. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat

0
SHARES
1
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah adatnya, dan meminta dukungan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Boven Digoel serta memberikan surat rekomendasi.

Dalam suratnya kepada LMA Kabupaten Boven Digoel, masyarakat adat Suku Awyu Besar menyampaikan permohonan agar lembaga itu memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap sikap penolakan mereka terhadap rencana pelaksanaan PSN Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Pelaksanaan PSN di wilayah adat Suku Awyu ini, akan melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Dikutip dari surat Suku Awyu Besar kepada LMA Kabupaten Boven Digoel, proyek ini akan dilaksanakan itu berada di wilayah Kampung Anggai, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, dan enam distrik lainnya di sana.

“[Berdasarkan] sejarah, asal-usul, hubungan kekerabatan, penguasaan dan pemanfaatan secara adat [wilayah itu] merupakan bagian dari wilayah hak ulayat Suku Awyu,” tulis Suku Aywu Besar dalam surat yang diterima Jubi, Jumat malam (18/9/2026).

Suku Awyu menyatakan, ini bukan hanya mengenai investasi atau pembangunan. Akan tetapi berkaitan dengan tanah ulayat, hutan adat, sumber kehidupan, identitas, sejarah, budaya, serta hak generasi masyarakat adat Suku Awyu Besar yang telah diwariskan turun-temurun.

Karena itulah, masyarakat adat Suku Awyu Besar menyatakan keberatan dan
penolakan terhadap rencana pelaksanaan PSN tersebut, selama menyangkut wilayah hak ulayat Suku Awyu dan sepanjang belum adanya persetujuan sah dari para pemegang hak ulayat melalui proses musyawarah adat yang benar, terbuka, dan tanpa tekanan.

BERITATERKAIT

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

Masyarakat Moi tolak perkebunan sawit: Pemalangan Kantor DLH Sorong berlanjut

Setidaknya ada delapan poin utama yang menjadi alasan penolakan Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel, terhadap rencana program PSN di wilayah adatnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pertama, tanah dan wilayah adat merupakan warisan leluhur masyarakat adat Suku Awyu mempunyai nilai ekonomi, sosial, budaya, spiritual, dan sejarah bagi kehidupan masyarakat.

Kedua, hutan dan tanah adat merupakan sumber kehidupan masyarakat, termasuk tempat mencari makanan, berburu, berkebun, mengambil hasil hutan, memperoleh bahan obat-obatan, serta menjalankan kehidupan dan tradisi adat.

Ketiga, masyarakat adat khawatir terhadap dampak perubahan fungsi tanah dan hutan terhadap lingkungan hidup, sumber air, keanekaragaman hayati, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat adat.

Keempat, masyarakat adat meminta agar tidak ada penguasaan, penyerahan, pelepasan, pemanfaatan, pembukaan, pengukuran, atau kegiatan fisik di atas tanah ulayat sebelum status dan batas-batas hak ulayat, serta pihak yang benar-benar mempunyai hak atas tanah tersebut dibicarakan dan disepakati melalui mekanisme adat.

Kelima, masyarakat adat meminta agar setiap rencana yang menyangkut wilayah adat dilakukan melalui musyawarah yang bermakna dengan para pemegang hak ulayat. Dengan informasi yang lengkap mengenai lokasi, luas, batas wilayah, bentuk kegiatan, jangka waktu, dampak, kompensasi, dan bentuk kemitraan apabila ada.

Keenam, masyarakat adat Suku Awyu tidak ingin menjadi objek pembangunan. Tetapi harus dihormati sebagai pihak yang mempunyai hak dan kepentingan langsung terhadap tanah dan wilayah adatnya.

Ketujuh, meminta agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat pemilik tanah ulayat, tanpa mandat yang jelas dari pemegang hak ulayat yang bersangkutan.

Kedelapan, meminta agar seluruh proses yang berkaitan dengan wilayah adat memperhatikan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC).

Karena masyarakat adat Suku Awyu meminta LMA Boven Digoel menerbitkan rekomendasi resmi yang mendukung sikap penolakan masyarakat adat Suku Awyu Besar terhadap rencana PSN/investasi yang menggunakan atau berdampak terhadap wilayah hak ulayat Suku Awyu.

Menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, pemerintah pusat, PT Agrinas Pangan Nusantara, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), serta instansi terkait lainnya.

Meminta agar tidak dilakukan kegiatan penguasaan atau pembukaan tanah ulayat Suku Awyu, sebelum terdapat kejelasan mengenai status hak ulayat dan persetujuan masyarakat adat yang sah.

Memfasilitasi musyawarah adat Suku Awyu Besar dengan melibatkan seluruh pemegang hak ulayat, kepala-kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, dan pemuda dari wilayah yang terdampak.

Meminta adanya pemetaan dan verifikasi bersama terhadap wilayah hak ulayat Suku Awyu, termasuk batas-batas wilayah adat dan pihak-pihak yang mempunyai hak berdasarkan sejarah serta hukum adat.

Meminta agar setiap informasi mengenai rencana PSN, luas wilayah, lokasi kegiatan, bentuk investasi, status tanah, perizinan, kajian lingkungan, serta rencana kemitraan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat adat.

Meminta LMA Kabupaten Boven Digoel mengawal dan mendampingi masyarakat adat dalam setiap proses pembahasan dengan pemerintah maupun pihak perusahaan.

Menegaskan bahwa setiap persetujuan yang menyangkut tanah ulayat harus berasal dari pemegang hak ulayat yang sah melalui mekanisme adat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dari pihak yang tidak mempunyai mandat dari masyarakat adat.

Meminta agar tidak ada tindakan atau kegiatan yang dapat mengakibatkan hilangnya, berkurangnya, atau berpindahnya penguasaan masyarakat adat atas tanah ulayat sebelum seluruh proses musyawarah, verifikasi hak, dan persetujuan masyarakat adat selesai.

“Dengan surat ini, kami masyarakat adat Suku Awyu Besar [di] Kabupaten Boven Digoel menyampaikan secara resmi bahwa kami MENOLAK BERDAMPAK TERHADAP WILAYAH HAK ULAYAT SUKU AWYU, khususnya di Kampung Anggai, Distrik Jair dan wilayah enam distrik lainnya yang merupakan bagian dari wilayah adat Suku Awyu Besar, sepanjang proses tersebut belum memperoleh persetujuan yang
sah dari para pemegang hak ulayat melalui mekanisme adat yang berlaku.”

Suku Awyu menyatakan, penolakan ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat dalam rangka melindungi tanah, hutan, lingkungan, sumber penghidupan, identitas, budaya, dan hak generasi masyarakat adat Suku Awyu.

Katanya, Suku Awyu tetap menghormati pemerintah dan pembangunan nasional. Namun, pembangunan hendaknya tidak menghilangkan atau mengurangi hak masyarakat adat atas tanah dan wilayah yang menjadi sumber kehidupan mereka.

“Besar harapan kami agar LMA dapat memberikan perhatian, pendampingan, serta rekomendasi resmi terhadap sikap Masyarakat Adat Suku Awyu Besar,” tulis Suku Awyu Besar dalam surat itu. (*)

Tags: Boven DigoelDukunganLMAPSNSuku AwyuTolak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

kelapa sawit

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026
Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026

Masyarakat Moi tolak perkebunan sawit: Pemalangan Kantor DLH Sorong berlanjut

August 29, 2026

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

August 13, 2026

Kejari identifikasi tersangka dugaan korupsi pembangunan kantor bupati Boven Digoel

August 12, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves
17 September 2026
Governor urges South Papua residents to protect Payum coastal mangroves

Merauke, Jubi – South Papua Governor Apolo Safanpo has urged residents to protect and preserve mangrove forests along the coast [...]

Jayapura Police: 78 students detained during protest released
16 September 2026
Jayapura Police: 78 students detained during protest released

Sentani, Jubi – Jayapura Police said 78 students were detained while they were preparing to take part in a demonstration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Suku Awyu tolak PSN

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

September 18, 2026
AHY

AHY: Pemerintah pusat dan daerah di Papua satu tim

September 18, 2026
Pendidikan Vokasi

Pembinaan vokasi di SLB, bekal kemandirian anak disabilitas 

September 18, 2026
Meepago

Gubernur Nawipa: Kepala suku di wilayah Meepago adalah mitra pemerintah

September 18, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

September 18, 2026
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

September 18, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

September 18, 2026
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

September 16, 2026
Hentikan pembununah warga sipil

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026
kekeringan

Kekeringan ancam Papua Selatan: Padi berisiko gagal panen

September 18, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Suku Awyu tolak PSN

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

0
AHY

AHY: Pemerintah pusat dan daerah di Papua satu tim

0
Pendidikan Vokasi

Pembinaan vokasi di SLB, bekal kemandirian anak disabilitas 

0
Meepago

Gubernur Nawipa: Kepala suku di wilayah Meepago adalah mitra pemerintah

0
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

0
Mengolah sagu

Hutan sagu terancam: Tradisi masyarakat Kampung Yoboi tergerus

0
Vanuatu

Menteri Ati menyampaikan pernyataan Vanuatu di Sidang Umum PBB

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara