• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Tanah Papua

Gunung Ertsberg yang berlubang disebut Danau Wilson untuk menghormati Forbes Wilson pemimpin ekspedisi Freeport 1960 saat mendaki gunung Ertsberg- Jubi/IST

0
SHARES
35
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah dilebur menjadi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Adriana Elisabeth mengatakan bahwa konflik di Tanah Papua sudah mulai bergeser dari masalah separatisme menjadi konflik ekologi dan sumber daya alam.

Ini terlihat dalam perlawanan mengenai proyek strategis nasional (PSN) di Provinsi Papua Selatan,  yang mengambil lahan masyarakat adat begitu luas.

“Saya melihat telah terjadi perubahan konflik dari separatis sampai dengan konflik ekologi, dulu hanya isu ekologi soal PT Freeport sekarang sudah masuk ke PSN di Papua Selatan,” kata Adriana Elizabeth.

Pernyataan itu disampaikan Adrian Elizabeth dalam peluncuran buku berjudul, Thom Beanal: Pendeta Awam, Kepala Suku, dan Bapa Orang Papua yang berlangsung di Kantor MAWI di Jakarta, Kamis (27/8/2028), melalui kanal Yotube yang dikutip Jubi.

Katanya, apa yang digambarkan dalam film Pesta Babi, sebenarnya sama saja dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh LIPI termasuk perjuangan Thom Beanal dalam buku yang ditulis oleh Markus Haluk ini.

“Hanya saja penelitian dalam bentuk buku, berbeda dengan film Pesta Babi yang membuka tabir yang sebenarnya kasus kasus lama di Papua. Apa yang diperjuangkan Thom Beanal sampai sekarang tidak berubah,” ucapnya.

Menurut Adriana Elisabet ada empat akar masalah di Tanah Papua. Pertama, Sejarah Integrasi dan Identitas Politik: Masalah status politik dan sejarah bergabungnya Papua ke Indonesia yang belum tuntas dibahas secara tujuan.

BERITATERKAIT

WALHI Papua rangkuman data karhutla di Tanah Papua 2023-2026

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

Prabowo undang BRIN paparkan riset pangan dan energi

Ketua Umum PGBP: Kebijakan keamanan di Tanah Papua perlu dievaluasi

Kedua Kekerasan Politik dan Pelanggaran HAM: Banyaknya kasus kekerasan serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu yang belum diselesaikan secara tuntas dan berkeadilan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ketiga Kegagalan Pembangunan: Kebijakan pembangunan, pendidikan, dan kesehatan yang dinilai belum berpihak serta memberdayakan orang asli Papua (OAP).

Keempat Marginalisasi dan Inkonsistensi Otsus: Tersingkirnya OAP secara ekonomi-budaya serta inkonsistensi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus).

Ia juga mengeritik pertemuan tim 100 dengan Presiden BJ Habibie di Istana Negara Jakarta pada 26 Februari 1999 silam. Pertemuan itu dinilai bukan dialog yang sebenarnya.

Saat itu, Thom Beanal mewakili warga Papua pun langsung menegaskan bahwa mereka memilih berpisah secara baik dengan pemerintah Republik Indonesia.

“Memang, mendiang Thom Beanal saat itu telah menyampaikan aspirasi agar rakyat Papua dapat menentukan nasibnya sendiri dan meminta kemerdekaan atau berpisah dari Indonesia, hal ini dilatarbelakangi oleh akumulasi sejarah masa lalu yang mengecewakan,” ujarnya.

Menurut Andriana, Presiden BJ Habibie hanya menjawab ketika itu menjawab bahwa membangun sebuah negara bukanlah perkara mudah dan meminta perwakilan Papua untuk memikirkan kembali tuntutan tersebut. “Pulang dan Renungkan.”

Penulis buku Thom Beanal, Markus Haluk mengatakan, mendiang Thom Beanal sejak lama telah membicarakan masalah genosida, etnosida dan ekosida di tanah Papua.

“Tampaknya apa yang diperjuangkan Thom Beanal dari dulu masih tetap sama dan tidak berubah,bahkan banyak militer,” kata Markus Haluk.

Menurutnya, Tom Beanal adalah bapak bangsa Papua karena merangkul semua pihak termasuk mereka yang pro maupun kontra.

Beanal adalah tokoh humanis yang bisa bekerja sama dengan semua pihak, tetapi punya harga diri yang kuat sebagai pemilik kawasan tambang terbesar.

Secara terpisah, pengacara dan mantan Direktur Elsham Papua, Aloysius Renwarin menyinggung mengenai Pemerintah Indonesia yang menyetujui perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 2041 hingga tahun 2061.

Renwarin bersama John Rumbiak adalah orang yang mendampingi Thom Beanal dan kawan-kawan termasuk Mama Josepha Alomang dalam perjuangan melawan Freeport hingga ke Pengadilan New Orleans di Amerika Serikat.

Menurut Renwarin sebenarnya harus ada evaluasi menyeluruh soal dampak lingkungan dan rencana pasca tambang dari PT Freeport.

Bagi Renwarin evaluasi ini sangat penting sejak PT Freeport mulai menambang di Gunung Ertsberg pada 1973 di mana saat itu belum ada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Katanya, Undang-Undang (UU) lingkungan hidup pertama di Indonesia mulai berlaku sejak tahun 1982 melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ia mengatakan, konsep AMDAL pertama kali disebut secara resmi, dan pelaksanaan teknisnya mulai diberlakukan secara nasional sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986.

“Sejak 1973 sampai dengan 1986 tidak ada pertanggungan soal Amdal, jadi harus ada evaluasi menyeluruh soal lingkungan, apalagi kondisi gunung Ertsberg sendiri sudah berlubang dan menjadi danau di atas ketinggian ribuan meter,” kata Aloysius Renwarin.

Menurut Renwarin, masalah AMDAL PT Freeport baru dibahas sejak operasi tambang di Gunung Grasberg 1988.

Perubahan lingkungan akibat pembuangan sisa pasir tambang di Kali Wanogong atau Kali Aykwa dalam Bahasa Kamoro sudah mengalami pendangkalan termasuk perubahan bentangan alam di sana.

“Amdal berikutnya soal tambang bawah tanah dan juga rencana pasca tambang harus dilakukan secara terbuka dan kerja sama dengan pemerintah setempat,” ucapnya.

Produksi Ertsberg menyusut sepanjang era 1980 an dan ditutup pada 1988,George A Mealey dalam bukunya berjudul, Grasberg: Mining the richest and most remote deposit of copper and gold in the world, in the mountains in Irian Jaya, Indonesia.

Kata George A Mealey seorang geologi,”bekas penggalian di Gunung Ertsberg sekarang merupakan danau persediaan air, untuk pengolahan bijih dan dinamakan Danau Wilson.

Grasberg, gunung pengganti Ertsberg yang kini berluang, mulai beroperasi dengan melakukan tambang terbuka atau open pit mining sejak 1988, hingga operasi penambangan permukaan ini disetop secara bertahap dan resmi berakhir pada akhir 2019, karena cadangan mineral di permukaan sudah habis.

Mengenai tambang bawah tanah, menurut Direktur Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA), Menuel John Magal harusnya disusun kembali mengenai isi AMDAL.

Tentang apa yang harus PT Freeport lakukan kepada masyarakat lokal selama 2024-2041 [harus] disepakati bersama dan dimasukkan dalam buku besar AMDAL perusahaan tersebut.

Adapun masalah pascatambang, Direktur & EVP Pembangunan Berkelanjutan PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma menekankan komitmen perusahaan terhadap praktik penambangan berkelanjutan dan pemulihan lingkungan jangka panjang menurut dia juga telah disiapkan  PT Freeport Indonesia dan  sudah disetujui oleh pemerintah.

“Kita telah siapkan untuk post mining termasuk pula pentahapan dengan pendanaannya itu secara teknis. Sedangkan terkait dengan pemerintahan di Kabupaten Mimika, ada 9 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih didapat dari operasi dan afliasi pertambangan dan ini memang menjadi tantangan,” kata Wamafma.

Menurutnya, program-program sosial perusahaan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah jelas berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten. (*)

Continue Reading
Tags: BRINkonflik di Tanah PapuaKonflik Ekologi dan Sumber Daya AlamLIPIPSNSeparatismeTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

WALHI Papua karhutla

WALHI Papua rangkuman data karhutla di Tanah Papua 2023-2026

August 29, 2026
Laporan dampak PSN di Papua Selatan

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

August 13, 2026
BRIN

Prabowo undang BRIN paparkan riset pangan dan energi

August 7, 2026

Ketua Umum PGBP: Kebijakan keamanan di Tanah Papua perlu dievaluasi

August 5, 2026

Menjaga hutan mangrove Tanah Papua: Paru-paru terakhir Indonesia

July 24, 2026

Mayoritas titik api Papua Selatan di wilayah Food Estate dan PSN

July 18, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara