• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Laporan dampak PSN di Papua Selatan diluncurkan

August 13, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Laporan dampak PSN di Papua Selatan

Suasana saat peluncuran laporan Human Rights Imppect Assessment PSN Selatan Papua yang berlangsung di Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (13/08/2026).- Jubi/Larius Kogoya.

0
SHARES
324
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Yayasan Bentala Pusaka dan Satya Bumi meluncurkan dua laporan Human Rights Imppect Assessment atau penilaian dampak hak asasi manusia (HAM) Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Papua Selatan Papua. Peluncuran berlangsung di Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (13/8/2026).

Dua laporan yang diluncurkan itu berjudul “Tak Terbayang Keadilan” adalah sebuah laporan kesaksian korban perampasan alam PSN Papua Selatan, dan laporan berjudul “Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan”.

Laporan ini mengungkap bagaimana dampak perampasan tanah bagi komunitas adat serta lingkungan dalam PSN pangan dan energi di Provinsi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke.

Peluncuran laporan ini diberi tema “Elegi Selatan Papua”. Elegi diartikan orang-orang Papua yang hidup dalam ketidakadilan berulang dalam rezim kuasa ekstraksi-militeristik tak berubah.

Tigor Hutapea dari Yayasan Bentala Pusaka mengatakan, penyusunan laporan itu butuh proses cukup panjang. Sebab, dalam konteks PSN di Provinsi Papua Selatan penilaiannya tak hanya pada dugaan pelanggaran HAM.

Lebih dari itu, menghilangkan banyak kehidupan makhluk lainnya. Pembangunan di Tanah Papua semakin menegaskan bahwa orang Papua sulit mendapat keadilan, bahkan untuk memikirkannya pun tak terbayang.

“Laporan ini kita mau serahkan kepada para pengambil kebijakan. Tujuannya untuk advokasi dan diketahui masyarakat luas bagaimana pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Papua Selatan,” kata Tigor saat peluncuran.

BERITATERKAIT

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

Perundingan iklim IPCC di Ethiopia berakhir tanpa kesepakatan laporan ilmiah

Kebijakan pangan di Papua Selatan mesti berbasis kearifan lokal

Pemprov Papua Selatan serahkan bantuan ambulans untuk tiga kabupaten

Menurut Tigor, sebenarnya laporan itu telah rampung dua pekan lalu. Peluncurannya pun dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu Jayapura, Merauke dan terakhir di Jakarta.

Katanya pihaknya mengejar publikasi karena ini merupakan momentum proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Jayapura terkait gugatan terhadap SK Bupati Merauke oleh lima perwakilan masyarakat adat Malind.

“Persidangan kemarin kami sudah sampaikan laporan ini kepada hakim, supaya hakim bisa membaca laporan ini, dan mengetahui situasi yang terjadi di Papua Selatan. Harapannya laporan itu menjadi pertimbangan para hakim melihat terjadinya pelanggaran di Papua Selatan,” ujarnya.

Tigor Hutapea mengatakan, pihaknya pun perlu menyampaikan laporan itu kepada publik di Jayapura, agar bisa mendukung perjuangan para pengugat dalam menegakkan keadilan di PTUN Jayapura.

“Kami berharap laporan ini bisa menjadi bukti yang tertulis dalam diskusi-diskusi, dalam ingatan kita bahwa ada satu peristiwa yang sampai saat ini berlangsung Papua Selatan, yang masih kita harus soroti, advokasi dan perjuangkan bersama,” ucapnya.

Tasya Manong dari Yayasan Bentala Pusaka yang terlibat dalam penulisan laporan itu mengatakan, PSN meliputi empat kabupaten di wilayah Provinsi Papua Selatan, sehingga pihaknya menyebutnya sebagai proyek Papua Selatan.

Katanya, cerita-cerita yang diangkat dalam laloran itu berasal dari masyarakat. Dampak proyek di Papua Selatan itu dialami banyak marga-marga di sana. Namun mereka tidak berani berbicara atau melakukan protes langsung karena ada intimidasi, trauma masa lalu dan sebagainya.

“Sebelum PSN masuk, masyarakat memiliki hutan, tanah serta segala isinya, utuh dilihat begitu indah. Tapi dengan kehadiran PSN, ini menggeser semua pola hidup masyarakat,” kata Tasya Manong.

Menurutnya, yang paling merasakan dampak PSN adalah kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak.

Tasya Manong menuturkan bahwa pola hidup yang berubah akibat PSN turut mengancam nilai-nilai adat dan kearifan lokal masyarakat, serta menghancurkan identitas dan jati diri mereka.

Ia menjelaskan kondisi saat ini, hutan masyarakar Marind rusak karena digusur, ditebang, sehingg mereka tidak bisa berburu, dan kesulitan air bersih.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada di hutan hilang dan tersingkir. Misalnya di Kampung Yagebob, Wanam, dan Wogekel.

Laporan itu pun diharapkan dapat mengingatkan pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk melihat kondisi masyarakat. Orang Papua pun diharapkan tidak membatasi diri atau membuat sekat-sekat.

“[Jangan berpandangan yang] melihat masalah PSN itu orang Papua Selatan saja. Akan tetapi sebagai orang Papua kita harus bersatu dalam memperjuang hak-hak orang Papua. Masalah PSN Merauke adalah masalah kita bersama, masalah Papua,” ucapnya. (*)

Tags: DiluncurkanLaporanPapua SelatanpeluncuranPSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Perundingan iklim tanpa kesepakatan ilmiah

Perundingan iklim IPCC di Ethiopia berakhir tanpa kesepakatan laporan ilmiah

October 19, 2026

Kebijakan pangan di Papua Selatan mesti berbasis kearifan lokal

October 15, 2026

Pemprov Papua Selatan serahkan bantuan ambulans untuk tiga kabupaten

October 12, 2026

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026

Kasus demam babi Afrika di Papua Selatan terkendali

October 7, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara