Jayapura, Jubi — Puluhan ikan mati ditemukan di sepanjang garis pantai Pulau Nusa Lata di Munda, Provinsi Barat, Kepulauan Solomon yang menimbulkan kekhawatiran tentang penyebab kejadian tidak biasa ini.
Temuan ini sangat mengkhawatirkan bagi warga di sekitar karena peristiwa ini jarang terjadi, sebagaimana dilansir Jubi dari laman solomonstarnews.com, Jumat (23/10/2026).
Saksi mata Livingston Eddie Kasa yang menyaksikan puluhan ikan mati pada Selasa (20/10/2026) sore itu, bersama keluarganya pergi berpiknik di pantai Pulau Nusa Lata di Munda.
Kasa mengatakan kepada Solomon Star bahwa dia dan keluarganya pergi ke Nusa Lata untuk piknik ketika dia menemukan ikan mati saat menyelam.
Ia mengatakan bahwa dia melihat beberapa burung sedang memakan sesuatu di dalam air laut dan memutuskan untuk menyelidikinya.
“Setelah beberapa saat menyelam, saya melihat beberapa burung memakan ikan di dalam air,” kata Kasa.
“Saya berjalan ke area tersebut untuk melihat apa yang mereka makan. Airnya setinggi lutut saya, dan saat itulah saya terkejut menemukan sejumlah besar ikan mati,” ucapnya.
Katanya, ikan-ikan mati, yang sebagian besar diidentifikasi sebagai ikan rumput laut, tersebar di seluruh area tersebut, dengan beberapa mengapung di air sementara yang lain terdampar di pantai dan sebagian tertutup pasir.
Kasa mengatakan dia menemukan ikan mati itu sekitar pukul 3:15 sore dan mengambil foto serta video untuk mendokumentasikan pemandangan yang tidak biasa tersebut.
Penyebab kematian ikan-ikan tersebut masih belum diketahui, dan belum jelas apakah insiden tersebut terkait dengan perubahan kualitas air, kondisi lingkungan, polusi, atau faktor lainnya.
Penurunan permukaan air laut saat ini yang terkait dengan El Nino juga disebut-sebut sebagai penyebabnya karena terumbu karang telah terekspos.
Penemuan ini telah menimbulkan pertanyaan tentang kondisi lingkungan laut di sekitarnya, khususnya bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada laut untuk makanan dan mata pencaharian.
Namun, penyebabnya tidak dapat ditentukan hanya dari penampakan tersebut, dan penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apa yang terjadi.
Otoritas perikanan dan lingkungan terkait didesak untuk menilai area yang terkena dampak dan, jika perlu, menguji air untuk membantu menentukan penyebab kematian ikan tersebut.
Warga diimbau untuk menghindari mengumpulkan atau mengonsumsi ikan mati sampai penyebabnya diketahui dan pihak berwenang terkait memberikan panduan. Diketahui insiden serupa juga terjadi di Marovo. (*)



















Discussion about this post