Jayapura, Jubi — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M Ayorbaba mengatakan kolaborasi atau sinergi antara berbagai lembaga, baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, maupun lembaga swadaya masyarakat di Provinsi Papua, penting untuk mencapai tujuan bersama.
Pernyataan ini disampaikan Anthonius Ayorbaba saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Kementerian Hukum Kanwil Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (24/9/2026).
“Kegiatan yang ikut mendorong penguatan ekonomi lokal dan pengembangan kapasitas di Kota Jayapura dan Papua sehingga apa yang diprakarsai program YSEALI PFP ini sangat penting dalam membangun kolaborasi melalui Focus Group Discussion hari ini,” kata Anthonius Ayorbaba.
Menurutnya, FGD ini untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kesenjangan keterampilan tenaga kerja, membahas potensi pengembangan sektor potensial seperti pariwisata dan ekonomi kreatif, pertanian dan perikanan, perdagangan food and beverage dan jasa.
Sementara itu, Paideia Gratia Sumihe sebagai Project Lead SCAL & YSEALI Alumni berbagi pengalaman selama mengikuti program berkolaborasi dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi di Jayapura dan juga Papua.
Sebagai alumni YSEALI dari SCAL atau Strengthening Collaboration to Advance Local Economic Growth, Gratie Sumihe menjelaskan bagaimana program ini dijalankan di Amerika Serikat dan mencoba disampaikan di Papua, khususnya di Jayapura.
“Kita tidak menjalankannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di Papua,” kata Gratie Sumihe.
Matthew Geiger, Executive Director Chemeketa Center of Business and Industry, Oregon, USA, juga menyampaikan program mereka dan bagaimana mengembangkan usaha dan kerja sama dengan pemerintah dan swasta dalam berkolaborasi membangun bersama.
Ia menyampaikan sebuah ilustrasi antara seorang anak laki-laki dan seekor kuda. Bagaimana kuda menyuruh anak itu melihat ke bawah dan kemudian kaki kuda melangkah satu per satu.
“Begitulah kita melangkah satu demi satu langkah hingga sampai tujuan. Kolaborasi itu ibarat jembatan yang menghubungkan kita semua dalam mengembangkan usaha demi satu tujuan ke depan,” ucapnya.
Selanjutnya, para peserta berbagi grup diskusi dalam enam kelompok membahas cara untuk berkolaborasi dalam melihat masalah dan solusi untuk mengembangkan usaha, baik wisata maupun kuliner. (*)























Discussion about this post