• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Papua Tengah

Raperda hukum dalam masyarakat penghubung antara nilai adat dan hukum negara

April 13, 2026
in Papua Tengah
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Raperda

Ilustrasi masyarakat adat Papua-Dok. Jubi

0
SHARES
2.9k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Rancangan peraturan daerah atau raperda hukum dalam masyarakat yang diusulkan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat atau Bapemperda DPR Papua Tengah, disebut dapat menjadi penghubung untuk mensinkronkan antara nilai-nilai luhur adat, dengan hukum negara demi terciptanya keadilan dan kedamaian yang berkelanjutan.

Raperda ini merupakan satu dari lima raperda yang diusulkan Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai kepada Bapemperda DPR Papua Tengah, untuk dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah atau Propemperda tahun ini.

John Gobai mengatakan, hukum adat merupakan bagian tak terpisahkan dari konstruksi sosial masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sebagai living law atau hukum yang hidup, keberadaannya tidak selalu termaktub dalam teks formal negara, namun tetap eksis dan ditaati dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Katanya, meski bersifat tidak tertulis dan belum tentu dikodifikasi dalam perundang-undangan, keberlakuan hukum adat sangat kuat dalam kesadaran kolektif masyarakat.

Sebab, hukum ini berfungsi mengatur relasi sosial, menyelesaikan sengketa, serta memelihara harmoni. Namun, dalam praktiknya, ditemukan berbagai tantangan.

Salah satunya adalah kebiasaan penetapan denda dalam masalah pidana adat yang nilainya melambung tinggi dan dinilai tidak manusiawi.

BERITATERKAIT

Fraksi Otsus DPRK Tambrauw kritik keterlambatan raperda pertanggungjawaban APBD 2025

Legislator Papua Tengah sesalkan penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Yahukimo

Legislator Papua Tengah desak presiden tarik pasukan keamanan dari Intan Jaya

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

“Ini sering kali justru menimbulkan dendam antarwarga dan memicu konflik baru, sehingga terkesan mengkomersilkan persoalan dan menjauh dari nilai-nilai luhur norma adat. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang jelas dan adil,” kata John Gobai melalui pesan tertulisnya kepada Jubi, Senin (13/4/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menurutnya, secara filosofis, masyarakat adat di Papua memang telah memiliki sistem hukum sendiri dengan tujuan mulia, yakni meredakan ketegangan sosial dan memberikan sanksi demi menjaga keseimbangan.

Namun harus ada filterisasi. Nilai-nilai yang baik dan relevan harus dipertahankan, sedangkan yang bertentangan dengan prinsip keadilan harus ditinggalkan.

Kata Gobai, di Provinsi Papua Tengah, sistem hukum yang dibuat oleh para pemimpin atau penguasa adat setempat telah lama berjalan.

“Namun, praktik penetapan denda yang tidak standar sering kali membuat masalah terasa dikomersilkan. Menciptakan ketidakadilan dan kebencian di masyarakat,” ujarnya.

Katanya, dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2025, DPR Papua Tengah bersama pemerintah daerah siap bergerak menyusun regulasi turunan.

Perda ini nantinya diharapkan menjadi solusi permanen dalam menata hukum adat yang berkeadilan dan bermartabat.

Karena kata Gobai, teori living law meyakini bahwa hukum yang sesungguhnya mengatur kehidupan masyarakat adalah hukum yang hidup di tengah mereka, meskipun belum tertulis secara formal.

Eksistensi ini diakui dalam konstitusi Indonesia, yakni Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, Pasal 3 UUPA, Pasal 5 ayat (1) UU Kekuasaan Kehakiman, hingga pengakuan pluralisme hukum.

Untuk wilayah Papua, pengakuan terhadap peradilan adat tertuang secara eksplisit dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 juncto UU Nomor 2 Tahun 2021.

“Di samping peradilan negara, diakui pula keberadaan peradilan adat di tengah masyarakat hukum adat tertentu. Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2025 tentang tata cara dan kriteria penetapan hukum yang hidup dalam masyarakat, yang diundangkan pada 31 Desember 2025,” ucapnya.

John NR Gobai mengatakan, Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 56 Tahuh 2025 itu mengatur secara rinci mengenai nama masyarakat hukum adat dan batas wilayahnya. Perbuatan yang dilarang atau melanggar kewajiban adat. Tata cara penanganan masalah dan pemenuhan kewajiban adat, serta sanksi yang berlaku.

Selain itu, Pasal 11 PP Nomor 55 Tahun 2025, juga mewajibkan keterlibatan langsung Masyarakat Hukum Adat dalam proses pembentukan perda, agar produk hukum tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi dan kearifan lokal setempat.

Sementara itu lanjut Gobai, dalam perspektif sosiologi hukum, hukum dalam masyarakat merupakan bagian dari hak tradisional yang eksistensinya masih sangat kuat dan berfungsi sebagai sarana penyelesaian masalah ketika terjadi pelanggaran atau ketegangan sosial.

Penyelesaian dilakukan oleh pemangku adat dengan memberikan sanksi, dan putusan tersebut wajib ditaati sebagai konsekuensi hukum.

“Berdasarkan pemikiran, fakta, serta landasan hukum yang kuat tersebut, maka kami mengusulkan dan mendorong disusunnya rancangan peraturan daerah Provinsi Papua Tengah tentang hukum dalam masyarakat,” kata Gobai. (*)

Tags: DPR Papua TengahJohn NR GobaiRaperda
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Fraksi Otsus DPRK Tambrauw

Fraksi Otsus DPRK Tambrauw kritik keterlambatan raperda pertanggungjawaban APBD 2025

July 22, 2026
Papua Tengah

Legislator Papua Tengah sesalkan penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Yahukimo

July 6, 2026

Legislator Papua Tengah desak presiden tarik pasukan keamanan dari Intan Jaya

July 6, 2026

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026

Tangis untuk Dogiyai berdarah di kantor DPR Papua Tengah

May 11, 2026

Gubernur Nawipa ingatkan agar raperda tidak hanya daftar tanpa realisasi

April 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting
15 September 2026
Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting

Sorong, Jubi – The Papua Special Committee of the Regional Representative Council (DPD RI) says it will use its institutional [...]

Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest
15 September 2026
Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest

Sorong, Jubi – Moi Indigenous youth blocked several government offices in Sorong Regency, Southwest Papua Province, on Monday (14/9/2026), as [...]

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

September 15, 2026
Provinsi Madang

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

September 15, 2026
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa berdialog dengan pimpinan lembaga gereja se-Tanah Papua

September 14, 2026
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

0
Provinsi Madang

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

0
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

0
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

0
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

0
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

0
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara