Jayapura, Jubi – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah, Diben Elaby mendesak Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (SDM) ASN di lingkungan pemerintahannya.
Menurut Diben Elaby, peningkatan SDM ASN di lingkungan Pemprov Papua Tengah mesti dilakukan, karena usai provinsi itu ada masih sangat muda, baru dibentuk sebagai daerah otonomi baru atau DOB pada 2022 lalu, dan memiliki tantangan pembangunan yang besar ke depan.
“Struktur pemerintahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sistem kerja masih dibangun dari nol. Kalau SDM ASN-nya tidak cepat ditingkatkan, pelayanan publik bakal jalan lambat dan tidak efektif,” kata Diben Elaby melalui pesan singkat yang diterima Jubi, Sabtu (23/5/2026).
Elaby mengatakan, kebutuhan pelayanan dasar di Papua Tengah masih tinggi. Sementara angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di bawah rata-rata nasional.
“ASN sebagai ujung tombak harus punya kompetensi biar program Otsus, Dana Desa, dan APBD bisa tepat sasaran dan tak bocor,” ucapnya.
Menurut Diben Elaby, Papua Tengah memiliki karakteristik wilayah yang unik terutama medan yang berat, wilayah yang luas, dan keragaman budaya serta suku.
Karenanya, ASN perlu memiliki kemampuan manajerial, komunikasi lintas budaya, dan inovasi agar kebijakan bisa berdampak atau dirasakan masyarakat hingga ke kampung-kampung yang sulit dijangkau.
“Tuntutan reformasi birokrasi dan digitalisasi Pemerintah pusat dorong semua provinsi pakai SPBE, e-budgeting, e-planning. ASN yang gaptek dan tidak mau upgrade skill bakal jadi hambatan,” ujarnya.
Katanya, peningkatan SDM ASN juga untuk mencegah ketergantungan terhadap tenaga dari luar. Namun apabila kapasitas SDM lokal tidak ditingkatkan, posisi strategis akan terus ditempati orang dari luar daerah.
Padahal tujuan pemekaran lanjut Diben Elaby, salah satunya agar orang asli Papua bisa memimpin dan mengelola daerahnya sendiri.
“Singkatnya, [kalau] tidak ada SDM ASN yang mumpuni, itu sama dengan DOB Papua Tengah susah maju. Karenanya peningkatan SDM ASN harus diutamakan,” katanya. (*)























Discussion about this post