Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah, Thobias Bagubau menyesalkan peristiwa penembakan terhadap pilot dan pembakaran pesawat yang terjadi di lapangan terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Penembakan terhadap pilot pesawat perintis milik PT Associated Mission Aviation (AMA) Air berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F Goselin terjadi pada 2 Juli 2026.
“Kami sangat menyesalkan [aksi itu]. Artinya, tindakan-tindakan semacam itu tidak boleh terjadi,” kata Thobias Bagubau dalam pesan tertulisnya kepada Jubi, Senin (6/7/2026).
Thobias Bagubau mengatakan, pesawat-pesawat misi milik lembaga keagamaan seperti Katolik dan Kemah Injil selama ini menjadi urat nadi bagi masyarakat di daerah terpencil.
“Pesawat-pesawat misi itu aman. Pedalaman pelosok, di daerah-daerah terpencil ini sangat membutuhkan pesawat-pesawat kecil ini. Tanpa pesawat kecil ini, bagaimana semua hal akan lumpuh,” ujarnya.
Katanya, layanan penerbangan kecil tersebut menopang berbagai aspek kehidupan warga pedalaman, mulai dari akses ke kota hingga pelayanan kesehatan.
“Semua sisi kita lumpuh, terutama soal mata pencarian, soal ekonomi, soal kesehatan, pelayanan keagamaan. Ini kan semua lumpuh,” ucapnya
Bagubau pun meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) untuk mempertimbangkan kembali tindakan semacam itu ke depannya.
“Pejuang Papua Merdeka, TPNPB, harus memperhatikan, harus berpikir baik, baru melakukan tindakan semacam itu,” katanya.
Ia juga mempertanyakan dampak dari tindakan tersebut terhadap perjuangan yang selama ini digaungkan kelompok itu.
“Apa untungnya penembakan pesawat, penembakan pilot? Saya yakin ini justru merugikan”.
Bagubau mengatakan, kemungkinan pesawat berbadan kecil semacam itu mengangkut logistik aparat TNI, semestinya direspons dengan peringatan, bukan kekerasan. Sebaiknya memberikan peringatan kepada pilot yang bersangkutan.
Ia menekankan bahwa pesawat-pesawat tersebut pada dasarnya hanya melayani penumpang dan kepentingan masyarakat umum.
Bagubau berharap seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Tanah Papua turut menjaga keselamatan pesawat-pesawat misi yang beroperasi di pedalaman, dan kejadian seperti ini tidak terulang, serta mendesak pimpinan TPNPB membicarakan persoalan ini secara internal.
“Ini betul-betul dipastikan dan harus dilindungi oleh siapa pun, termasuk TPN-OPM, TPNPB, TNI-Polri, masyarakat di daerah, maupun aparat kampung. Hal itu dalam waktu dekat segera dibicarakan secara internal, supaya hal-hal itu tidak boleh terulang lagi. Itu harus diinstruksikan kepada pimpinan-pimpinan di seluruh tanah Papua,” katanya.
Bagubau juga menekankan pentingnya perjuangan yang dilakukan secara profesional, murni, jernih, dan semua sisi itu betul-betul diperhatikan. (*)























Discussion about this post