Jayapura, Jubi – Pihak Maskapai Associated Mission Aviation atau AMA menyatakan, pesawat milik perusahaan penerbangan itu tidak pernah digunakan mengangkut aparat keamanan TNI-Polri maupun amunisi dalam penerbangannya.
Manajer operasi Maskapai AMA, Darma mengatakan, selama ini pesawat AMA hanya melayani masyarakat ke pedalaman Papua, terutama penerbangan bersubsidi pemerintah, membantu masyarakat untuk suplai bahan makanan, membawa pasien kritis dari kampung ke kota dan sebagainya.
Pernyataan itu disampaikan Darma kepada Jubi di Rumah Sakit Bhanyangkara, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua saat menunggu visum pilot Nicholas F. Goselin, Jumat (3/7/2026) malam.
Menurut Darma, pihaknya menyayangkan adanya tuduhan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), dan selama ini pihaknya tidak pernah mendapatkan surat peringatan.
Darma mengatakan jenazah pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F Goselin akan dipulang kepada pihak keluarga secepatnya.
Ia mengatakan, setelah misa pelepasan di Sentani, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk visum. Namun akses ke ruangan visum dibatasi.
“Tidak tahu ini, nanti akan lihat atau tidak. Rasa sedih sekali. Sakit sekali rasanya karena kami AMA ini kan keluarga. Kaget juga dengan kejadian ni,” ujarnya.
Katanya, setelah divisum jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta. Setelah sampai di Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat yang mengambil alih untuk pengiriman jenazah kepada keluarga.
Cif Stasiun AMA Yahukimo, Roland juga mengatakan pihak maskapai AMA masih menunggu hasil visum. Jadi sudah selesai, jenazah akan secepatnya diberangkatkan ke Jakarta.
“Harapannya semua proses ini berjalan dengan baik hingga jenazah tiba di keluarganya di Amerika,” kata Ronald.
Sebelumnya, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB, Sebby Sambom mengatakan yang menembak pilot Nicholas F Goselin dan membakar pesawat milik maskapai AMA adalah pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kompi Bakusip.
Aksi itu terjadi di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Sambom, pasukan TPNPB melakukan aksi tersebut, sebab pesawat yang dipiloti Nicholas F. Goselin sering memuat prajurit militer Indonesia dan telah melanggar ultimatum TPNPB.
“Pembakaran tersebut kami lakukan karena [pilot] melanggar ultimatum TPNPB,” kata Sebby Sambom melalui pesan elektroniknya, Kamis malam.
Ia mengatakan, sebelumnya TPNB telah mengeluarkan ultimatum tegas, melarang aktivitas penerbangan di seluruh wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan atau Kodap di seluruh Tanah Papua.
Sebab, pesawat-pesawat sipil diduga selalu melakukan pendropan pasukan dan logistik militer Indonesia ke pedalaman Papua, untuk operasi militer yang telah menewaskan banyak warga sipil orang asli Papua.
“Kami sudah mengeluarkan ultimatum bahwa seluruh pesawat sipil dilarang memasuki wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” ucapnya. (*)





















Discussion about this post