Uskup Jayapura: Penembakan terhadap pilot lukai pelayanan misi gereja

Author : Silpester Kasipka

Editor : Arjuna Pademme

Sentani, Jubi – Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You menyatakan sangat terpukul dengan peristiwa penembakan yang menewaskan pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegungan, Kamis (02/07/2026) pagi.

Dalam kejadian itu, pelaku juga membakar pesawat AMA Air PK-RCY milik maskapai Asosiation Mision Aviation atau AMA, yang dipiloti korban. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyatakan bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You mengatakan, peristiwa tersebut bukan hanya kehilangan bagi Gereja Katolik, juga pukulan terhadap pelayanan kemanusiaan di pedalaman Tanah Papua.

“Kami sungguh merasa terpukul. Sebagai pimpinan gereja yang memiliki pesawat ini, kami sangat terpukul dengan peristiwa tersebut,” kata Uskup Yanuarius saat memberikan keterangan pers di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, operasional penerbangan misi yang dijalankan gereja selama ini bukan bertujuan mencari keuntungan, melainkan bagian dari pelayanan untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil.

“Kalau dilihat dari sisi bisnis, sebenarnya kami tidak memperoleh apa-apa. Bahkan kami lebih banyak mengalami kerugian. Namun kami sadar ini adalah bagian dari amanat agung untuk membawa pelayanan dan firman Tuhan hingga ke pelosok,” ujarnya.

Direktur PT AMA, Bob Kayadu menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya pilot mereka.

BERITATERKAIT

Ia mengatakan, keluarga besar AMA sangat terpukul karena selama 67 tahun 4 bulan telah melayani penerbangan misi di Tanah Papua. Akan tetapi baru kali ini terjadi pembunuhan terhadap awak pesawat.

“Kalau kecelakaan itu mungkin bisa terjadi, tetapi kalau pembakaran pesawat dan pembunuhan seperti ini sungguh tidak manusiawi. Ini menjadi luka yang sangat dalam bagi kami,” kata Bob Kayadu.

Ia berharap para pelaku menyadari perbuatannya, dan menghentikan tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil yang melayani masyarakat pedalaman.

“Kami berdoa agar Roh Kudus menyadarkan mereka sehingga bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Kami juga meminta agar tindakan seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Menurut Bob, apabila aksi kekerasan terhadap pesawat-pesawat misi terus terjadi, maskapai penerbangan misi seperti AMA, MAF, Advent, maupun operator penerbangan misi lainnya dapat menghentikan pelayanan mereka.

“Kalau ini terus berulang, maskapai-maskapai misi pasti berhenti karena para pilot terbang dalam kondisi trauma. Lalu siapa yang akan melayani masyarakat di pedalaman yang selama ini bergantung pada transportasi udara,” ucapnya.

Bob juga membantah tudingan bahwa pesawat AMA digunakan untuk mendukung operasi militer. Ia menegaskan seluruh penerbangan dilakukan sesuai standar operasional perusahaan dengan menjunjung prinsip netralitas.

“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan. Sesuai SOP, kami menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer. Kami melayani secara netral dan tidak memihak kepada siapa pun,” katanya.

Ia menjelaskan maskapai AMA saat ini memiliki sekitar 16 pilot yang melayani berbagai wilayah pedalaman Papua. Rute menuju Balingga mulai dilayani sejak 2023, dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap pekan, dan almarhum Nicholas F. Goselin telah bertugas sebagai pilot di Papua selama hampir tiga tahun.

Sementara itu, jenazah Nicholas F. Goselin diterbangkan dari Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan tiba di Pangkalan TNI AU Silas Papare, Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026) sekira pukul 17.45 Waktu Papua (WP).

Jenazah kemudian disemayamkan di hanggar PT AMA di Sentani, sebelum diberangkatkan ke Jakarta setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist