ULMWP rilis laporan pelanggaran HAM di West Papua sembilan bulan terakhir

Penulis: Admin Jubi
Editor: Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) merilis laporan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di West Papua selama sembilan bulan terakhir (Januari-September 2026), Rabu (4/11/2026).

ULMWP menyatakan ada 1.115 korban dalam 126 kasus. Terjadi lonjakan drastis pada kuartal III (Juli-September), yaitu 828 korban atau 74 persen, saat pemimpin Pasifik bersuara di PBB.

“Polanya adalah penangkapan massal aksi damai. 223 korban pembungkaman ekspresi dan 223 korban kebebasan berkumpul,” tulis ULMWP dalam siaran persnya, Rabu (4/11/2026).

ULMWP juga mencatat ada 83.177 personel organik TNI-Polri di West Papua, dengan rasio satu tentara per 103 penduduk (9,7 per 1.000), 6-7 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Bandingkan dengan PNG, negara tetangga, 1 per 2.800. Rasio 58 aparat vs 1 orang bersenjata yang diklaim.”

ULMWP juga menyampaikan mengenai rekonsiliasi, yaitu Octovianus Mote dan Benny Wenda sepakat bersatu kembali di Port Vila, 22 Agustus 2026. Pertemuan puncak persatuan akan digelar 23-27 November 2026 di Vanuatu.

Selain itu, para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum atau PIF (16 negara) di Palau pada 30 Agustus-3 September 2026, mendesak Indonesia membuka akses bagi Komisaris Tinggi HAM PBB sebelum 31 Desember 2026, atau status Indonesia di MSG akan ditinjau.

BERITATERKAIT

“Di Sidang Umum PBB ke-81, Perdana Menteri Solomon Islands, Presiden Marshall Islands, dan Wakil tetap Vanuatu di PBB mengangkat konflik di West Papua,” kata ULMWP.

ULMWP pun menuntut Pemerintah Indonesia membuka akses bagi masa depan bangsa Papua. Hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi bagi bangsa Papua.

Mendesak Presiden Prabowo menghentikan operasi militer, melindungi warga sipil, dan menangani pengungsi.

Membuka akses kepada Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) dan misi pencari fakta pemimpin PIF-MSG berkunjung ke West Papua.

ULMWP mendesak pemerintah membuka ruang perundingan damai inklusif antara Indonesia dan ULMWP di mediasi PBB. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

PAPEDA encourages shared parenting and breastfeeding support in Keerom

Jayapura, Jubi – The Papua Breastfeeding Awareness Community (PAPEDA) held a maternal and child health education session for residents of [...]

Jayapura braces for floods as rainy season returns

Jayapura, Jubi – Flooding is a recurring problem in Jayapura City, Papua province. Its hilly terrain and high rainfall make [...]

Forest and land fires driven not only by El Niño but also by corporate  expansion

Jayapura, Jubi – Forest and land fires (karhutla) should not be attributed solely to El Niño and climate change, but [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist