• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
PSN penghancur hutan hujan tropis

Ilustrasi lokasi PSN di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan - Dok. Solidaritas Merauke

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Christian A. D. Rettob menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Selatan. Karenanya PMKRI mendesak pemerintahan membatasi perluasan lahan PSN di sana.

Rettob mengatakan, PSN yang digadang-gadang menjadikan Papua Selatan sebagai lumbung pangan dan energi, seperti cetak sawah baru, perkebunan tebu, dan bioetanol seluas 2,7 juta hektare atau setara 40 kali luas DKI Jakarta, justru menimbulkan dampak sosial-ekologi bagi masyarakat.

Di sisi lain menurutnya, Papua Selatan juga diselimuti Karhutla. Data Nusantara Atlas mencatat terdapat sekitar 143.497 titik panas.

Katanya, PMKRI tentu menolak pembangunan yang memisahkan pangan dari ekologi dan menyingkirkan manusia dari tanahnya, dan prihatinan terhadap karhutla yang tidak menentu kapan selesainya.

“Kami menyerukan agar pemerintah mempertimbangkan perluasan PSN di Papua Selatan, menghormati hak masyarakat adat atas hutan adat, dan memastikan setiap proyek melewati persetujuan masyarakat yang bebas dan tanpa paksaan,” kata Rettob dalam siaran pers tertulis PMKRI, Selasa (27/10/2026).

Ia menyebut beberapa wilayah terdampak PSN seperti Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat menjadi cermin krisis moral dan spiritual.

Menurutnya, pemerintah wajib menjamin pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat atas tanah ulayat serta kekayaan alam di wilayahnya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus) dan regulasi turunannya.

BERITATERKAIT

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

PM Vanuatu: Pemerintah tetap stabil di tengah klaim tantangan kepemimpinan

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

Rettob menekankan pentingnya penerapan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) sebagai syarat utama sebelum proyek dijalankan.

Ini agar masyarakat adat dapat menentukan secara setara setiap keputusan yang menyangkut tanah dan kehidupan mereka.

“Polemik PSN juncto Karhutla di Papua Selatan harus dilihat melalui perspektif keadilan sosial, perlindungan hak masyarakat adat, dan keberlanjutan lingkungan. Kepentingan nasional dan hak masyarakat adat bukan dua hal yang harus dipertentangkan,” ujarnya.

Katanya, negara justru berkewajiban memastikan keduanya berjalan beriringan, sehingga penguatan ketahanan pangan nasional tidak melemahkan ketahanan pangan lokal dan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan ruang hidup masyarakat.

Ia mengatakan, secara ekologis, Provinsi Papua Selatan didominasi hutan dataran rendah, rawa, gambut, dan ekosistem basah yang secara alami menjaga kelembapan lanskap dan melindunginya dari kebakaran.

Akan tetapi, pembukaan lahan, pembangunan jalan, dan pengeringan rawa dinilai meningkatkan potensi kebakaran.

Rettob mengutip data titik panas di kawasan PSN pangan, energi, dan air di Papua Selatan pada periode Januari-Juni 2026 yang bersamaan dengan deforestasi yang terus berjalan.

Katanya, Greenpeace mencatat hilangnya sekitar 13 ribu hektare hutan di dua konsesi tebu hingga Oktober 2025, dengan emisi 5,6 juta ton CO2.

Angka tersebut dinilai berpotensi melonjak hingga 221 juta ton CO2 jika seluruh tutupan hutan alami di Merauke dibuka.

Kerusakan itu dipandang mengancam keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, dan daur air. Pembabatan hutan juga dikaitkan dengan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

“Pembangunan yang menukar ekosistem dengan ladang monokultur bukanlah kemajuan, melainkan utang ekologis yang akan ditanggung generasi mendatang, terutama masyarakat Papua yang paling dekat dengan kerusakannya,” ucapnya.

PMKRI juga menegaskan relevansi Ensiklik Laudato Si’ yang menyebut bumi sebagai rumah bersama yang wajib dirawat, di mana krisis ekologis tidak dapat dipisahkan dari krisis sosial.

Gagasan ekologi integral itu dinilai sejalan dengan seruan moral Paus Fransiskus untuk mendengar jeritan bumi sekaligus jeritan kaum miskin, serta menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat adat.

Rettob menilai deforestasi masif dan Karhutla mengancam hutan tropis unik Papua, spesies endemik, dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, PSN harus selaras dengan kebutuhan daerah dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.

“PMKRI mengingatkan bahwa kedaulatan pangan sejati hanya mungkin tercapai jika alam dan manusia yang hidup bersamanya dijaga, bukan dikorbankan,” katanya. (*)

Tags: Papua SelatanpemerintahPerluasanPMKRIPSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 27, 2026

PM Vanuatu: Pemerintah tetap stabil di tengah klaim tantangan kepemimpinan

October 20, 2026

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

October 16, 2026

Kebijakan pangan di Papua Selatan mesti berbasis kearifan lokal

October 15, 2026

Pemprov Papua Selatan serahkan bantuan ambulans untuk tiga kabupaten

October 12, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

October 27, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

October 27, 2026
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

October 27, 2026
Israel di Pasifik

Mengapa status baru Israel di Pasifik memecah belah kawasan ini

October 27, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Koalisi: Penembakan terhadap tiga warga Nduga melanggar Konvensi Jenewa

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

0
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

0
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

0
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

0
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

0
Israel di Pasifik

Mengapa status baru Israel di Pasifik memecah belah kawasan ini

0
Penembakan tiga warga Nduga

Koalisi: Penembakan terhadap tiga warga Nduga melanggar Konvensi Jenewa

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara