Jayapura, Jubi – Ekonom Bank Pembangunan Asia menilai negara-negara di Kepulauan Pasifik dan kawasan Asia sangat rentan terhadap dampak jangka panjang dari Super El Nino saat ini. Penilaian itu disampaikan ekonom Bank Pembangunan Asia, Roshen Fernando.
Ia menjelaskan mengapa pada 2027 mungkin menjadi tahun di mana ekonomi global akan merasakan dampak penuh dari fenomena global ini.
“El Nino sudah mencapai kekuatan rekor untuk waktu tahun ini dan masih terus meningkat,” katanya sebagaimana dilansir Jubi dari laman www.fijitimes.com.fj Selasa (27/10/2026).
Diperkirakan puncaknya akan terjadi sekitar bulan November, dengan kemungkinan besar menjadi yang terkuat dalam sejarah.
“Sebagian besar perhatian akan terfokus pada bulan-bulan mendatang: gagal hujan, gelombang panas, dan kenaikan harga beras dan minyak goreng, tetapi kisah ekonomi yang lebih besar akan datang kemudian,” ucapnya.
Katanya, El Nino memberikan dampak terberat pada tahun setelah terbentuk, menjadikan tahun 2027 sebagai titik lemahnya.
Pandangan umum adalah bahwa El Nino memberikan pukulan tajam namun singkat terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah itu ekonomi akan pulih kembali.
Di sebagian besar ekonomi Asia Tenggara, pertanian menyumbang 13 persen hingga 30 persen dari output dan 40 persen hingga 68 persen dari lapangan kerja.
Menurutnya, ketika panen gagal, rumah tangga miskin di pedesaan dan kaum perempuan paling terpukul dan membutuhkan waktu paling lama untuk pulih.
“Fenomena El Nino biasanya menambah inflasi hingga satu poin persentase, dan bahkan lebih besar lagi jika makanan mencakup sepertiga hingga hampir setengah dari harga yang dipantau untuk mengukur inflasi,” ucapnya.
Ia mengatakan, pemulihan akan lebih sulit kali ini. Banyak ekonomi global menanggung utang besar setelah pandemi, dan negara-negara yang rentan terhadap bencana alam dan perubahan pola cuaca sudah membayar lebih mahal untuk meminjam.
“Sementara itu, konflik di Timur Tengah, perang di Ukraina, dan gangguan pengiriman di Laut Merah memberikan tekanan pada pasar pangan, energi, dan angkutan barang yang akan terdampak oleh El Nino,” katanya.
Namun, para ekonom menambahkan bahwa sisi positifnya adalah pemerintah memiliki waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi dampak yang meluas. (*)






















Discussion about this post