• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Warga Teluk Humboldt dan Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu saat perang dunia ke-II

July 3, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Teluk Humboldt

Tank Pendaratan Beroda Rantai (LVT) bersejarah Perang Dunia II , merupakan "tank peninggalan sekutu" (Allied tank relic) di Pantai Hamadi, terkenal dengan sebutan Invasie Strand 1944-Jubi/Dominggus A Mampioper

0
SHARES
572
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura periode 2024–2029, Rudi Mebri mengatakan sejak Jepang menduduki Hollandia (sekarang Jayapura) pada April 1942, banyak warga di Teluk Humboldt Kaju Batu, Kayu Pulo dan Kampung Injros serta Tobati di Teluk Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu, Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua sekarang.

“Setelah Jepang membom Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, tantara Jepang langsung menuju ke Kepulauan Solomon,Papua Nugini dan Hollandia di Nederlands Nieuw Guinea, pada 18 April 1942 menduduki tanah Papua,” kata Rudi Mebri kepada Jubi di Kantor DPR Kota Jayapura, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, selama mengungsi warga dari Kampung Tobati, Injros, Kayu Batu dan Kayu Pulo minum air kelapa dan makan keladi bete dan sagu yang baru ditanam sejak 1900 di sana.

“Gasper Sibi, Pdt Silas Chaay dan beberapa warga lainnya hidup dari makan kelapa dan minum air kelapa,” ucapnya.

Katanya, setelah perang dunia kedua selesai pada 1945, mereka kaget karena kebun-kebun, dusun sagu berubah menjadi kota. Tentara sekutu juga telah membangun Army Post Offive(APO) dan dok pelabuhan kapal.

“Mereka tidak punya kebun dan hanya mencari ikan di teluk Youtefa dan Humboltd serta mulai berkebun lagi tetapi lebih naik ke gunung di sekitar Bhayangkara dan wilayah gunung lainnya di Kota Jayapura,” ujarnya.

Sementara itu, antroplog Dominggas Nari asal Kampung Ormu mengakui Kampung Ormu menjadi pilihan saat itu bagi para pengungsi dari Kampung Kayu Batu, Kayu Pulo, Tobati dan Injros, karena terdapat banyak goa, kelapa serta sumber pangan lainnya seperti sagu dan keladi di sana.

BERITATERKAIT

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

Bangkai Kapal Perang Dunia II Jadi ‘Bom Waktu’ bagi Negara Federasi Mikronesia

Biak 1944: Neraka di Tanah Pasifik

Delapan dekade setelah PD II, pertempuran melawan UXO masih berlanjut di Solomon

Mengutip buku Jayapura Ketika Perang Pasifik menyebutkan, tantara Jepang menduduki wilayah Hollandia pada 19 April 1942. Karena saat itu wilayah tersebut hanya diperintah oleh seorang Controleur Belanda tanpa memiliki kekuatan militer atau angkatan bersenjata.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Hanya satu detasemen Veld Polisi dan Landschape Polisi saja,” tulis Arnold Mampioper dalam buku Jayapura Ketika Perang Pasifik.

Buku tersebut juga menjelaskan bahwa saat itu para nelayan dari Kampung Kayu Batu dan Kayu Pulo asyik mencari ikan dan bertepatan dengan laut di Teluk Humboldt yang teduh serta banyak ikan karena banyak dusun sagu dan hutan bakau.

Tak heran kalau mendiang Pdt Silas Chaay warga dari Kayu Pulo mengakui bahwa pendaratan tantara Jepang di Hollandia membuat mereka dayung dari Kayu Pulo ke Kampung Ormu.

“Kami mengungsi ke sana bersama keluarga yang lain,” katanya seraya mengingat Kembali usai Perang Dunia Kedua selesai pada 1945, kebun kebun dan dusun sagu hilang diganti dengan Gedung dan bangunan di sekitar Army Post Office (APO) sekarang.

“Susah memang kami harus berkebun Kembali dan semakin jauh dari kampung,” kenang Silas Chaay Waktu itu.(*)

Continue Reading
Tags: Kampung OrmuPerang Dunia IITeluk HumboldtTeluk Youtefa
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Komunitas IBAYAUW

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Perang Dunia II

Bangkai Kapal Perang Dunia II Jadi ‘Bom Waktu’ bagi Negara Federasi Mikronesia

October 20, 2025
Biak

Biak 1944: Neraka di Tanah Pasifik

April 17, 2025

Delapan dekade setelah PD II, pertempuran melawan UXO masih berlanjut di Solomon

March 19, 2025

Perang Dunia II mengubah wajah Hollandia yang kini jadi Kota Jayapura

March 8, 2025

Petronela Merauje berharap Wali Kota Jayapura baru konsisten tangani sampah

February 22, 2025

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara