• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Petronela Merauje berharap Wali Kota Jayapura baru konsisten tangani sampah

February 22, 2025
in Mamta, Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Syofiardi
Merauje

Aktivis lingkungan Petronela Merauje di Jayapura, Papua pada Kamis (20/02/2025). – Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Aktivis lingkungan Jayapura Petronela Merauje berharap wali Kota Jayapura yang baru dilantik konsisten menerapkan regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2011 yang mengatur tentang penyelenggaraan kebersihan di Kota Jayapura, termasuk pengelolaan sampah.

Harapan itu disampaikan Petronela Merauje saat diwawancarai Jubi di Kota Jayapura, Papua pada Kamis (20/02/2025). Merauje, 46 tahun, adalah tokoh perempuan yang berpengaruh dalam perlindungan Hutan Perempuan (Tonotwiyat) dan Teluk Youtefa.

“Saya berharap kepada wali kota yang baru dilantik untuk konsisten menerapkan regulasi yang sudah ada terkait dengan bagaimana menjaga lingkungan dari sampah,” katanya.

Merauje mengatakan perda tersebut harus diterapkan dengan baik kepada masyarakat Kota Jayapura. Masyarakat juga harus menyadari hal itu, karena masalah sampah adalah tanggung jawab bersama.

Ia berharap pemimpin yang baru terpilih bisa melakukan itu, karena kepala daerah sebagai pengambil kebijakan memberikan sosialisasi secara berkala dan butuh dukungan dari semua pihak.

“Ketika Bapak Wali Kota yang bicara atau berperan, langsung otomatis semua akan bekerja, makanya saya cuma berharap peraturan yang sudah ada dijalankan lagi secara baik,” ujarnya.

Merauje menyampaikan hal itu karena di hutan adat atau yang dikenal dengan Hutan Perempuan yang berada di Teluk Youtefa kondisinya saat ini penuh dengan sampah. Hutan mangrove yang dulunya tidak ada sampah sekarang menjadi tempat penyangga sampah terbesar.

BERITATERKAIT

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

Masyarakat Vanuatu didesak melawan kekerasan terhadap perempuan

Wali Kota Jayapura ingatkan warga tertib bayar tagihan air bersih

“Dulu hutan itu bersih, justru lumpurnya kita pakai jadi lulur membuat kulit bersih, karena lumpur ampas dari hutan itu dari pohon bakau sendiri, tapi hari ini banyak sampah yang masuk jadi bikin kulit iritasi. Pulang itu kulit gatal sampai garuk pakai tangan tra bisa, pake sikat pakaian sikat badan,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dulu, kata Merauje, Hutan Perempuan itu bersih sekali. Waktu masih kecil, perempuan 44 tahun itu sering mandi di dalam Hutan Perempuan itu sambil menunggu mama-mama mencari kerang atau bia.

Tapi sekarang hal itu sudah tidak bisa dilakukan lagi, karena banyaknya sampah di sana. Sampah-sampah itu juga memengaruhi ukuran kerang yang dulunya besar kini kecil dan susah didapat akibat sampah.

“Mama biasanya cari kerang itu injak dengan kaki, tapi sekarang tidak bisa karena pecahan botol. Terus bagaimana kerang mau hidup kalau tempat mereka berkembang biak penuh dengan sampah. Yang jelas kerang mati dan memang hasilnya sudah semakin berkurang saat ini,” ujarnya

Merauje menyampaikan kerang menjadi sumber ekonomi utama bagi perempuan di Kampung Enggros, karena kerang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Nilai jualnya tinggi karena dulu ukurannya besar dan cara mencarinya susah, karena harus dijepit pakai ujung jari kaki.

Kerang itu berada di dalam lumpur, berbeda dengan kerang lain yang berada di atas pasir yang bisa didapat dengan cara menyelam sebentar, ambil, lalu naik.

“Kalau yang di Hutan Perempuan lincahnya ada di kaki saja, itu kenapa nilai jualnya mahal,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, kerang yang disebut ‘Narhosori’ tersebut salah satu makanan khas masyarakat Enggros dan Tobati.

“Terus, kerang ini sebagai makanan raja, pada acara-acara sakral baru kita bisa sajikan makanan itu, waktu zaman dulu begitu,” katanya.

Upaya menangani sampah

Petronela Merauje mengatakan sampah yang paling banyak hanyut masuk ke hutan mangrove di Teluk Youtefa adalah sampah plastik. Selama ini, upaya yang dilakukan Merauje adalah bergerak di tingkat kelurahan dengan komunitas-komunitas mengangkat sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan kegiatan edukasi.

“Jadi, kami hanya bagian dari memberikan motivasi saja, yang mengambil kebijakan itu Pemerintah Kota Jayapura khususnya, bagaimana mencegah supaya tidak ada sampah, dengan begitu kan bisa mengubah mindset orang,” katanya.

Merauje menyampaikan, dari sejumlah riset yang dilakukan mahasiswa dan peneliti di hutan mangrove Teluk Youtefa ditemukan zat logam yang dimakan ikan. Karena itu masyarakat di sana dilarang memakan ikan karena akan merusak kandungan perempuan.

Kemudian, dulu air di sana jernih, sekarang sudah kabur. “Masyarakat biasanya molo pas naik itu, tidak bisa melihat lurus ke atas perahu karena ada barisan lendir yang menghalangi,” ujarnya.

Jadi, kata Merauje, masyarakat tahu ada perubahan air laut di sana dan ada sesuatu yang terjadi.

“Sumber sampah pertama dari Kali Acai, Suburhonyi, kali dari Pasar Otonom, Abepantai, dari Kali di Entrop, dan Anafri dekat Kantor DPRP itu. Sampah keluar ketika air masuk, lalu dibawa ke Teluk Youtefa. Karena itu kami berharap pemimpin baru menerapkan peraturan terkait pengelolaan sampah dengan baik,” katanya

Seperti diberitakan Jubi sebelumnya, Aser Sembra mengatakan laut di Kampung Enggros terlihat bersih, tapi sebenarnya sudah tercemar. Jika hujan turun sampah yang umumnya plastik menutupi laut hingga ke Hutan Perempuan atau hutan mangrove.

Selain itu, nelayan juga sulit mendapatkan ikan saat melaut. “Perbedaannya sekarang dengan dulu, dulu laut bersih mencari ikan dekat saja dapat, tapi sekarang harus agak jauh ke tengah. Untuk laut, tidak lagi bisa digunakan, mau buang jaring saja tidak bisa, mama-mama mau cari kerang juga tidak bisa karena airnya sudah cokelat dan sampahnya banyak,” katanya.

Menurutnya sampah yang ada di perairan kawasan Kampung Enggros terbawa arus dari Abe, pembuangan dari Pasar Youtefa dan dihanyutkan juga dari kali di Entrop. Enggros termasuk kampung yang ‘menadah’ sampah-sampah dari Kota Jayapura.

Di hutan atau bakau mangrove akar-akar bakau sudah tidak kelihatan lagi karena sampah memenuhi akar-akar tersebut. Padahal hutan bakau itu menjadi tempat perkembangbiakan ikan serta kerang. Akibatnya, ikan tidak bisa lagi berkembang biak di sana.

“Pas hujan lebat semua aktivitas masyarakat lumpuh karena tidak bisa ke laut, laut penuh dengan sampah plastik,” ujarnya. (*)

Tags: aktivis perempuanhutan perempuanPenanganan SampahTeluk YoutefaWali Kota Jayapura
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Perempuan Papua

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ledakan Bom

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

June 1, 2026
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

May 31, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

May 31, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Ledakan Bom

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

0
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

0
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

0
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

0
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

0
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • Film Pesta Babi

    Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara