• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

KNPB saat melakukan jumpa pers terkait situasi kemanusiaan di Tanah Papua, di Kota, Jayapura pada Sabtu (30/05/2026).

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB menyatakan situasi kemanusiaan di Tanah Papua semakin memburuk selama periode April hingga Mei 2026.

Ketua Umum KNPB, Agus Kossay mengatakan makin memburuknya situasi keamanusiaan di Tanah Papua, disebabkan meningkatnya operasi militer dan konflik bersenjata di sejumlah wilayah.

KNPB mendesak pemerintah menghentikan operasi militer, karena kebijakan itu menimbulkan dari kalangan warga korban sipil, menyebabkan pengungsian internal secara massal, penangkapan sewenang-wenang, intimidasi terhadap aktivis kemanusiaan, hingga perampasan tanah adat masyarakat Papua.

“Kami mencatat ada 11 peristiwa yang berdampak langsung terhadap warga sipil. Salah satunya pengeboman terhadap wilayah sipil di Kabupaten Puncak pada 14 April hingga 5 Mei 2026, yang mengakibatkan warga sipil meninggal dunia, luka-luka, serta pengungsian [internal secara] massal,” kata Agus Kossay saat konferensi pers di Kota, Jayapura, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, kekerasan lain yang diduga dilakukan aparat keamanan di sejumlah wilayah di Tanah Papua pada periode April hingga Mei 2026, adalah penembakan terhadap pelajar di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan.

Penangkapan warga sipil dan aktivis kemanusiaan di sejumlah daerah, operasi militer di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, penembakan warga sipil di Kabupaten Dogiyai dan Nabire, Papua Tengah.

Kemudian serangan yang diduga bom di Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah serta perampasan tanah adat masyarakat Marga Kamuyen di Merauke, Papua Selatan.

BERITATERKAIT

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

“Konflik bersenjata yang berlangsung, juga menyebabkan peningkatan jumlah pengungsi internal di Papua, dan sangat memprihatinkan” ucapnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kossay mengatakan, berdasarkan laporan Human Rights Monitor, jumlah pengungsi akibat konflik bersenjata hingga Maret 2026 mencapai sekitar 107.039 jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah sekitar 22.661 jiwa, akibat operasi militer dan pengeboman di Kabupaten Puncak sejak 14 April 2026, yang menyebabkan 129.700 jiwa lebih warga menjadi pengungsi internal.

“Berbagai tindakan seperti penangkapan sewenang-wenang, penculikan, penembakan warga sipil, pengeboman di wilayah sipil, intimidasi terhadap aktivis kemanusiaan, dan perampasan tanah adat bertentangan dengan hukum nasional maupun hukum internasional,” ujarnya.

Katanya, ini merujuk pada Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Konvensi Jenewa 1949, dan berbagai instrumen hak asasi manusia internasional yang telah diratifikasi Indonesia.

Di sisi lain, Kossay mengapresiasi para pembuat film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, yakni Dandhy Laksono dan Cypri Dale sebagai sutradara serta Victor Mambor sebagai produser.

Ia mengatakan, film tersebut membantu membuka perhatian publik terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua.

“Termasuk dampak konflik bersenjata, pengungsian warga sipil, perampasan tanah adat, eksploitasi sumber daya alam, dan marginalisasi masyarakat adat seperti yang terjadi sekarang,” kata Agus Kossay.

Sementara itu Juru Bicara KNPB, Ogram Wanimbo mengatakan penggunaan kekuatan bersenjata secara berlebihan terhadap warga sipil di wilayah konflik, dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami mengutuk pendekatan militer yang diterapkan di wilayah sipil dan mendesak penghentian operasi-operasi militer yang berdampak langsung terhadap masyarakat di Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Tembagapura, Yahukimo, dan wilayah konflik lainnya,” kata Ogram Wanimbo.

KNPB pun menyampaikan sejumlah tuntutan dan rekomendasi kepada pemerintah dan komunitas internasional, di antaranya membuka akses bagi media, lembaga kemanusiaan, dan mekanisme independen internasional untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Segera menghentikan penangkapan sewenang-wenang dan intimidasi terhadap warga sipil, menghentikan penggunaan senjata peledak di wilayah sipil serta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis kemanusiaan, pembela HAM, jurnalis, mahasiswa, dan aktivis politik sipil.

KNPB juga menyerukan penguatan solidaritas kemanusiaan bagi para korban konflik dan pengungsi internal, perlindungan hak-hak masyarakat adat Papua atas tanah dan sumber daya alam masyarakat adat, serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog damai dengan dimediasi pihak ketiga yang netral.

Selain itu, KNPB meminta perhatian komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, terhadap situasi kemanusiaan dan hak asasi manusia di Tanah Papua.

KNPB pun menegaskan sikap politiknya mengenai hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua melalui mekanisme referendum internasional yang demokratis dan damai. (*)

Tags: KemanusiaanKNPBMemburukPapuaSituasi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026
SETARA

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
KONI

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
KONI

KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

May 29, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

0
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

0
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

0
Kaledonia Baru

Dewan Konstitusi Prancis menyetujui perubahan daftar pemilih Kaledonia Baru

0
Teripang

Pemerintah Fiji perpanjang musim panen teripang hingga Januari 2027

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • MBG

    Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara