Sentani, Jubi – Ratusan relawan dari berbagai komunitas di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua menanam 420 pohon cemara di kawasan bukit Telaga Ria, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (14/3/2026).
Ketua Panitia, Beatriks Wambrauw (23 tahun) mengatakan penanaman pohon ini dalam rangka memperingati switch off earth hour Jayapura, yang puncak peringatannya pada 28 Maret 2026.
“Tema besar switch off earth hour Jayapura tahun ini [adalah] menjaga cagar alam Cycloop. Makanya kami memilih lokasi penanaman di kawasan cagar alam Cycloop,” kata Beatriks Wambrauw saat penanaman pohon.
Wambrauw mengatakan, aksi penanaman pohon ini diinisiasi komunitas Earth Hour Jayapura berkolaborasi dengan Yappenda, WWF Indonesia Program Papua, dan mahasiswa pecinta alam dari berbagai kampus di Jayapura. Yayasan Yappenda yang memilih lokasi penanaman juga menyediakan bibit pohon.
Staf Yayasan Pelayanan Papua Nenda (Yappenda), Gison Morib (26 tahun) menyambut baik kolaborasi dengan komunitas Earth Hour Jayapura.
“Kami sangat senang sekali karena kami juga kekurangan tenaga [untuk penanaman pohon],” kata Gison Morib.
Menurutnya, aksi ini secara tidak langsung menyadarkan generasi mendatang untuk peduli dan cinta terhadap lingkungan.
“Puji tahun kegiatan ini lebih 400 orang yang datang, dan di antaranya banyak anak-anak. Secara tidak sadar [lewat momen ini] menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan,” ucapnya.
Anggota Forum Indonesia Muda (FIM) Jayapura, Rachel Marey (23 tahun) mengaku penanaman pohon ini adalah pengalaman seru karena ia bisa bertemu banyak teman dari komunitas lain.
Selain itu, kegiatan ini dinilai menunjukkan bahwa masih banyak lokasi yang masih kosong atau rusak, dan butuh penanaman pohon.
“Untuk lokasi penanamannya, luar biasa dan sangat banyak memakan tenaga dan waktu, tapi seru karena ramai-ramai dari bawah sampai ke atas,” ucap Rachel Marey.
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura, Queen Sabattini Sasarari (16 tahun) mengatakan, ini merupakan pertamanya berpartisipasi menanam pohon di Bukit Telaga Ria.
“Pertama kalinya, awalnya saya tidak berekspektasi kalau [harus] sampai naik-naik gunung seperti ini. Tadinya, kami pikir mungkin hanya naik sebentar saja. Tapi worth it karena pemandangannya di atas terbayarkan,” ujar Queen Sabattini Sasarari.
Ia mengaku senang dan bangga bisa mengambil bagian dalam satu langkah menghijaukan alam di Papua.
“Sa (saya) merasa bahagia sekali karena bisa bertemu dengan kakak-kakak yang kreatif dan dapat teman baru. Selain itu, sa juga merasa bangga menjadi salah satu anak Papua yang ikut menanam pohon di sini,” katanya. (*)




Discussion about this post