Sentani, Jubi – Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Jayapura, Papua melatih 15 orang asli Papua (OAP) di wilayah itu menjadi operator alat berat.
Pelatihan ini diselenggarakan Disnaker Kabupeten Jayapura bekerjasama dengan Penggagas Program Lapangan Kerja, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja bagi generasi muda di daerah itu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jayapura, Idris Taba mengatakan, pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah menekan angka pengangguran dan membuka akses kerja bagi OAP.
“Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong terciptanya lapangan usaha baru di Kabupaten Jayapura,” kata Idris Taba, di lokasi pelatihan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (27/4/2026).
Materi pelatihan meliputi kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pengenalan komponen alat berat, indikator alat berat, hingga dasar-dasar tugas sebagai safety officer.
“Selama tiga hari peserta diberikan materi oleh instruktur dari LP3 Mandiriah, khususnya terkait K3 dan pengoperasian alat berat,” kata Monika Priska Wanma.
Menurut Wanma, program pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang.
Melalui mekanisme itu, pemerintah distrik dan kampung mengusulkan jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat, kemudian disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Katanya, seluruh peserta dalam program ini merupakan OAP karena sumber pembiayaan berasal dari dana khusus, yang memang diperuntukkan bagi putra dan putri daerah.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan langsung mengikuti program magang selama satu hingga dua bulan di salah satu perusahaan.
“Harapannya, setelah magang, tidak menutup kemungkinan mereka bisa langsung diserap sebagai karyawan,” ujarnya.
Selain pengalaman kerja, peserta magang juga akan mendapatkan dukungan biaya transportasi selama mengikuti program itu, yakni Rp100 ribu per hari.
Wanma berharap, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, juga membentuk kedisiplinan peserta, yang selama ini dinilai masih menjadi tantangan bagi tenaga kerja lokal.
“Kami percaya anak-anak Papua itu pintar dan cepat menyerap ilmu. Yang perlu ditingkatkan adalah disiplin. Melalui magang ini, kami harap mereka bisa lebih siap masuk dunia kerja,” ucapnya. (*)
























Discussion about this post