• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Arnold Clemens Ap, dari PMS Biak sampai Mambesak 1978

42 tahun kepergian pejuang identitas Budaya Melanesia West Papua

April 27, 2026
in Seni & Budaya, Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
Arnold

Arnold C Ap (1945-1984) pendiri dan ketua Grup Mambesak- Jubi/ist

0
SHARES
282
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi-Jasad tokoh pejuang identitas Budaya Melanesia Papua Barat, Arnold Clemens Ap ditemukan di Pantai Pasir Enam, Kota Jayapura, Papua, 26 April 1984. Arnold ditemukan terkapar tewas akibat letusan bedil dan timah panas dari pasukan elit Indonesia yang waktu itu bernama Kophasanda. Jasadnya ditemukan bersama jasad saudara sepupunya (napirem) Edu Mofu. Sudah 42 tahun berlalu, namun kepergian pejuang identitas Budaya Melanesia West Papua itu masih diperingati.

Mendiang AC Ap lahir di Kampung Ampombukor 1 Juli 1945, orang tuanya berasal dari Kampung Ampombukor. Napirem Edu Mofu, juga dari Kampung Ampombukor, Biak Barat.

Setelah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat di Numfor, ia melanjutkan pendidikan ke Primaire Middlebaire Scholl atau PMS Biak. PMS adalah pendidikan setingkat SMP pada zaman Belanda.

Saat bersekolah di PMS, ia  seangkatan dengan Sam Kapisa, JR Mansoben, MA PhD, Ir Frans Wospakrik. MSc, Ir Agus Rumansara, Ir HE Mackbon MSc dan SP Morin. Sedangkan adik kelasnya waktu itu Drs Michael Menufandu, MA dan Brigjen Marini Abraham Atururi serta Piet Wospakrik.

Usai menyelesaikan pendidikan di PMS, sebagian besar melanjutkan pendidikan di SMA YPK di Ridge Biak hingga tamat, sedangkan JR Mansoben dan HE Mackbon ke SMA Gabungan di Jayapura.

Setamat dari SMA, Arnold C Ap dan JR Mansoben melanjutkan Pendidikan ke Fakultas Ilmu Keguruan (FIK) Jurusan Geografi hingga meraih gelar sarjana muda. Keduanya lalu mengikuti penelitian di Asmat bersama Prof Dr Walker pada 1974.

JR Mansoben melanjutkan Pendidikan ke Antropologi, Fisip Universitas Indonesia. AC Ap belajar kurator di Mealbourne University. Sekembalinya dari negeri Kangguru, menetap dan berkarier di Museum Kampus Universitas Cenderawasih, sejak itu pula Museum Uncen dijadikan pusat budaya dan kegiatan kesenian di tanah Papua.

BERITATERKAIT

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

Max Binur, Pejuang Kebudayaan di Tanah Papua

Mengenang 40 tahun kematian Arnold Clemens Ap yang dibunuh Kopassandha pada 1984

Markus Haluk: Wartawan mampu tulis sejarah Papua

Saat menjadi kurator dan membangun grup Mambesok, sebelumnya juga membentuk Grup Manyori untuk mengisi acara pelangi budaya di Radio Republik Indonesia (RRI). Bahkan setiap minggu ada kegiatan berkesenian di pelataran Museum Uncen Abepura, adapun isi kegiatan itu menari, vocal grup termasuk mob yang diisi oleh seniman Papua dan juga anak anak pelajar SMA.

Semua kegiatan berkesenian ini lahir karena Grup Mambesak, grup musik rakyat Papua yang dibentuk pada 5 Agustus 1978 di Universitas Cenderawasih. “Saya yang mengetik surat undangan dan saya antar kepada semua anggota hadir. Semua sepakat nama Mambesak dan kaka Arnold sebagai Ketua Mambesak,” kata Th Wolas Krenak.

Adapun anggota Mambesak yang hadir antara lain, Eddy Mofu, Sam Kapisa, Yoel Kafiar, dan Martiny Sawaki, Abner Korwa, Yohana Yembise, Uslin Monim dan lain lain.

Lahirnya Grup Mambesak ini langsung memproduksi lagu lagu bahasa daerah Irian Jaya kala itu dalam bentuk kaset yang direkam sendiri tanpa teknologi rekaman yang canggih. Costan Ruhukail merupakan juru rekam kaset Mambesak hingga edisi enam album dalam bahasa suku suku di Tanah Papua.

Arnold C Ap dalam merekam lagu lagu khas Papua harus benar dalam ucapan sesuai dengan karakter setiap suku. Begitu pula dalam menabuh tifa sesuai dengan gaya pukulan tifa dari setiap suku termasuk gaya tari suku Asmat yang terkenal.

Wolas Krenak mengaku pernah tampil dalam tarian nasional di Jakarta bersama Grup Mambesak. Ia menabuh tifa dan belajar untuk mengetahui semua gaya memukul tifa (gaya toki tifa) dari setiap suku di tanah Papua.

Lagu-lagu Mambesak juga dipopulerkan dalam siaran radio Pelangi Budaya dan Pancaran Sastra di Studio RRI Nusantara V Jayapura setiap hari Minggu siang. Para pentolan seniman Mambesak juga menjadi penyiar memperkenalkan budaya Papua dalam seni dan tari serta lagu.

Sayangnya Grup Mambesak akhirnya tampil terakhir pada 29 November 1983 di Kantor Gubernur Provinsi Irian Jaya.

Setelah itu mendiang Arnold C Ap dan Edu Mofu serta dua rekan lainnya ditangkap dan ditahan.

Tiga bulan setelah penahanan itu jenazah kedua seniman dan budayawan Papua itu ditemukan mengambang di Pantai Pasir Enam pada 26 April 1984. (*)

Tags: Arnold Clemens ApBudayawanSejarah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Max

Max Binur, Pejuang Kebudayaan di Tanah Papua

September 20, 2025

Mengenang 40 tahun kematian Arnold Clemens Ap yang dibunuh Kopassandha pada 1984

April 27, 2024

Markus Haluk: Wartawan mampu tulis sejarah Papua

November 4, 2023

Major Tituler TNI AU Corinus Krey dan Mayor Tituler TNI AD Lukas Rumkorem

December 23, 2022

BEM Uncen usulkan pembangunan patung Arnold Ap

April 26, 2022

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental restoration at Makimi gold mine
30 October 2026
WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental  restoration at Makimi gold mine

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua has called for the protection of Indigenous communities’ rights [...]

Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture
30 October 2026
Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture

Jayapura, Jubi – Merauke regency in South Papua province is one of Indonesia’s major food-producing regions, with tens of thousands [...]

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Karhutla bukan hanya karena El Nino

Karhutla bukan hanya karena El Nino, namun akibat ekspansi korporasi

October 30, 2026
Rotasi Pejabat Papua Barat

Gubernur Papua Barat: Rotasi pejabat adalah instrumen organisasi

October 30, 2026
Wagub minta OAP dilibatkan dalam pembangunan

Wagub Geley minta OAP dilibatkan dalam pembangunan kampung nelayan

October 30, 2026
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

October 30, 2026
Ondel-ondel

Ondel-ondel di panggung diplomasi

October 30, 2026
PLN UP3 Jayapura

PLN UP3 Jayapura siapkan cadangan daya 21 megawatt jelang Natal 2026

October 30, 2026
KPPN

KPPN Manokwari salurkan TKD Rp5,9 triliun untuk enam pemerintah daerah

October 30, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia perkuat kerja sama transisi energi

October 30, 2026
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

October 30, 2026
Kemitraan Israel

Ketua PEV: Kemitraan PIF-Israel tidak dapat dibenarkan secara moral

October 30, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Karhutla bukan hanya karena El Nino

Karhutla bukan hanya karena El Nino, namun akibat ekspansi korporasi

0
Rotasi Pejabat Papua Barat

Gubernur Papua Barat: Rotasi pejabat adalah instrumen organisasi

0
Wagub minta OAP dilibatkan dalam pembangunan

Wagub Geley minta OAP dilibatkan dalam pembangunan kampung nelayan

0
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

0
Ondel-ondel

Ondel-ondel di panggung diplomasi

0
PLN UP3 Jayapura

PLN UP3 Jayapura siapkan cadangan daya 21 megawatt jelang Natal 2026

0
KPPN

KPPN Manokwari salurkan TKD Rp5,9 triliun untuk enam pemerintah daerah

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara