• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Museum Waktu

Suasana kegiatan Museum Waktu dengan tema Mimpi di Tanah Papua, yang diselenggarakan di Papua Youth Creative Hub atau PYCH, Kota Jayapura, Papua, Selasa (31/03/2026) - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
410
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Museum Waktu dengan tema Mimpi di Tanah Papua menjadi ruang belajar bersama bagi para pelajar, untuk mengenal sejarah Papua melalui pameran foto, pemutaran film, dan sesi diskusi yang dikemas secara menarik, juga mudah dipahami.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Satu Mimpi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura, di Papua Youth Creative Hub atau PYCH, Kota Jayapura, Papua, Selasa (31/03/2026).

Founder Komunitas Satu Mimpi, Kevin Faza, mengatakan melalui pameran foto, pemutaran film, dan sesi diskusi, pihaknya mengajak para pelajar di Kota Jayapura lebih mengenal sejarah Papua, menumbuhkan semangat belajar dan rasa kebangsaan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih dekat dan kontekstual mengenai sejarah Papua kepada generasi muda,” kata Kevin Faza saat kegiatan.

Menurutnya, Museum Waktu ‘Mimpi di Tanah Papua’ juga sebagai bentuk edukatif dengan melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Sebanyak 600 pelajar ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 200 siswa SD, 200 siswa SMP, dan 200 siswa SMA yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Jayapura,” ucapnya.

Museum Waktu ‘Mimpi di Tanah Papua’ juga dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, serta Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

BERITATERKAIT

Arnold Clemens Ap, dari PMS Biak sampai Mambesak 1978

Markus Haluk: Wartawan mampu tulis sejarah Papua

Major Tituler TNI AU Corinus Krey dan Mayor Tituler TNI AD Lukas Rumkorem

Angganeta Inseren Sowek, perempuan pemimpin gerakan Koreri di Biak Numfor

Kehadiran pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura itu, menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang berfokus pada penguatan wawasan sejarah dan kebangsaan bagi pelajar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Acara diawali dengan tur galeri foto dan juga para peserta diajak menyusuri perjalanan sejarah Papua melalui materi visual yang disajikan secara sistematis. Serta pemutaran video sejara Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi pameran Museum Waktu dibagi ke dalam lima zona waktu, mencakup masa pra-kolonial, masa kolonial, era perang dunia, masa setelah kemerdekaan Indonesia, hingga proses integrasi Papua serta perkembangan pada masa reformasi dan otonomi khusus.

Museum Waktu ‘Mimpi di Tanah Papua disebut menjadi kegiatan sosial edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

“Diharapkan melalui kolaborasi antara komunitas dan pemerintah, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan sejarah, juga menumbuhkan semangat belajar, rasa persatuan, serta kesadaran kebangsaan di kalangan pelajar di Kota Jayapura,” kata Kevin Faza.

Narasumber dalam kegiatan itu, Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Republik Indonesia wilayah Papua, Methodius Kossay mengatakan, generasi muda Papua memegang peran penting sebagai kunci masa depan Papua dan Indonesia.

“Anak muda memiliki potensi besar, namun keberhasilan mereka sangat ditentukan oleh pola pikir, perjuangan, dan tindakan nyata, bukan semata-mata latar belakang kelahiran,” kata Methodius Kossay.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa perubahan cara berpikir menjadi pondasi utama kemajuan. Pola pikir negatif, baik yang datang dari dalam diri orang Papua sendiri maupun stigma dari luar, harus diubah melalui prestasi dan pembuktian nyata di berbagai bidang.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan sosok role model yang tidak hanya dikagumi, tetapi juga mampu ditiru dari segi nilai, integritas, serta kerja keras, sehingga dapat membentuk arah hidup yang lebih jelas dan positif.

Kossay mengatakan, pentingnya persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Sebab, perbedaan suku, agama, dan budaya seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia, bukan untuk dipertentangkan.

Generasi muda juga diingatkan mewaspadai radikalisme dan berbagai pengaruh negatif. Katanya, anak muda perlu diarahkan, agar tidak terjerumus dalam pemikiran ekstrim, pergaulan yang merugikan, maupun sikap destruktif yang dapat menghambat masa depan mereka.

Pendidikan karakter lanjut Kossay, memiliki peran yang sama penting dengan pendidikan formal, dan keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, juga karena iman, karakter, disiplin, dan integritas.

“Nasionalisme harus dibangun melalui pengalaman dan kesadaran. Indonesia bukan sekadar konsep, melainkan realitas yang perlu dijaga melalui kontribusi nyata generasi muda, termasuk dari Papua,” ucapnya. (*)

Continue Reading
Tags: Museum waktuSejarah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa Mimika

Mimbar bebas: Mahasiswa Mimika desak pengusutan penembakan di Tembagapura

May 19, 2026
Mahasiswa Paniai

Mahasiswa Paniai di kota studi Jayapura gelar mimbar bebas tolak DOB

May 19, 2026
Gereja

Gereja di Jayapura gelar aksi pastoral tolak pembangunan dermaga militer

May 18, 2026

Konektivitas dan efisiensi anggaran hambat pembangunan di Mamberamo Raya

May 17, 2026

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

May 16, 2026

Dipertanyakan, kinerja Fraksi Poksus DPR Kabupaten Jayapura

May 14, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara