Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si, meminta Kementerian Kelautan melibatkan orang asli Papua (OAP) dalam pembangunan kampung nelayan di wilayah itu.
Permintaan itu disampaikan Wagub Geley saat bertemu beberapa Dirjen Kementerian Kelautan di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Wagub Geley mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah sedang dibangun enam kampung nelayan di Kabupaten Nabire dan sembilan di Kabupaten Mimika.
“Kementerian akan menambah lagi [pembangunan] kampung nelayan. Tapi saya sampaikan, pembangunan kampung nelayan harus melibatkan orang asli Papua,” kata Deinas Geley usai bertemu Kementerian Kelautan.
Menurutnya, apabila nanti pemenang tender pembangunan kampung nelayan dari Kementerian Kelautan itu adalah pengusaha nusantara di Jakarta, ia mesti berkolaborasi dengan pengusaha asli Papua di lokasi pembangunan.
“Harus berkolaborasi dengan pengusaha lokal asli Papua, misalnya subkontraknya diberikan kepada pengusaha lokal. Misalnya proyeknya di Nabire yang kerjakan orang Nabire. Begitu pula di daerah-daerah lain, agar jangan dana dari pusat kemudian orang pusat juga kejar dana itu sampai ke daerah,” ujarnya.
Wagub Geley menegaskan, orang Papua harus ambil bagian dalam membangun negerinya sendiri. Mereka tidak boleh menjadi penonton. Sebab, jika bukan mereka, siapa lagi yang akan diberdayakan.
Katanya, pemimpin di daerah hanya melobi, mengusulkan dan yang mengerjakan adalah anak-anak asli Papua.
“Yang bisa membangun Tanah Papua adalah anak Papua sendiri. Ini saya sudah sampaikan kepada Dirjen saat pertemuan dan kementerian merespons dengan baik,” ucapnya.
Saat bertemua Kementerian Kelautan, Wagub Geley juga mengusulkan pembangunan cold storage di Kabupaten Mimika dan Nabire. Kementerian pun menyatakan akan menjawab itu pada 2027.
“Prioritas utama adalah kita akan bangun cold storage besar di Nabire [dan Mimika], supaya nelayan bisa menyimpan ikan mereka di cold storage agar ada peredaran uang di masyarakat nelayan,” katanya.
Untuk Kabupaten Paniai, Deiyai dan Dogiyai, Wagub Geley mengusulkan pembangunan pelabuhan kecil dan tempat penampungan ikan di wilayah itu. Sebab, di sana ada danau Tigi, Tage yang memiliki potensi ikan air tawar.
“Ini agar peredaran uang bisa jalan dan kementerian merespons ini dengan baik. Untuk Kabupaten Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya kami usulkan setiap kampung dibuat kolam dengan luas 1.000 meter persegi, supaya warga bisa memelihara ikan air tawar, agar perekonomian warga bisa berkembang. Kementerian pun merespons usulan itu.”
Wagub Geley mengatakan, apa yang ditugaskan Gubernur Nawipa kepadanya untuk beraudiensi dan mengusulkan bantuan kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan sudah dijawab, tinggal menunggu realisasinya pada 2027.
“Kami sudah sampaikan apa yang menjadi kendala kami. Sebagian kami sudah kerjakan tapi perlu ada kolaborasi dengan pemerintah pusat agar ada kesinambungan. Pogram Presiden dan Wakil Presiden pun bisa terjawab karena pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat,” kata Wagub Geley. (*)

























Discussion about this post