Jayapura, Jubi – Rumah sakit (RS) Provinsi Papua Tengah ditergatkan dapat dimulai pembangunannya pada 2027. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dirasa penting untuk memiliki rumah sakit.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obet Tekege mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit provinsi menjadi salah satu program yang perlu diperjuangkan agar dapat direalisasikan pada 2027.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah sedang menyiapkan rancangan pembangunan rumah sakit itu.
“Untuk tahun ini, persiapan difokuskan pada pengurusan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Tahun depan, mau dan tidak harus membangun rumah sakit,” kata Obet Tekege, Selasa (27/10/2026).
Katanya, pengurusan AMDAL menjadi bagian penting dari persiapan pembangunan rumah sakit.
Sebab, kajian tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi potensi dampak pembangunan terhadap lingkungan di sekitar lokasi.
“Kajian lingkungan mencakup kondisi tanah, pengelolaan limbah rumah sakit, serta kemungkinan dampak terhadap sungai yang berada di sekitar kawasan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, aspek-aspek tersebut perlu dikaji untuk mengetahui potensi dampak lingkungan yang mungkin muncul dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembangunan rumah sakit.
“Sedangkan khusus untuk lokasi rumah sakit, rencananya akan dibangun di Wadio Atas,” ucapnya.
Selain persiapan pembangunan rumah sakit, Dinas Kesehatan Papua Tengah juga akan memperkuat pemantauan program integrasi layanan primer.
Pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai program untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama.
Pemantauan terpadu diharapkan dapat membantu mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan, mengidentifikasi kendala, dan memperkuat koordinasi antarprogram di lingkungan Dinas Kesehatan Papua Tengah. (*)






















Discussion about this post