Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Aryoko Rumaropen, mengapresiasi WRI Indonesia beserta seluruh mitra dan pihak yang telah menginisiasi Papuan Leaders Bootcamp Cohort II – 2026, dengan melibatkan generasi muda dari perwakilan enam provinsi di Tanah Papua.
Papuan Leaders Bootcamp Cohort II – 2026, berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (20/10/2026).
Aryoko Rumaropen mengatakan, kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran yang strategis untuk memperkuat kepemimpinan generasi muda, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan usaha yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal Papua.
Papua dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, keanekaragaman hayati, hutan yang luas, serta budaya dan pengetahuan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
“Kekayaan ini bukan sekadar warisan, melainkan modal pembangunan dan tanggung jawab yang harus kita jaga bersama,” kata Aryoko Rumaropen.
Namun menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengelola kekayaan tersebut agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, tanpa merusak lingkungan dan menghilangkan identitas budaya.
Menurut Wagub Rumaropen, generasi muda membutuhkan model pembangunan yang tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, juga menciptakan lapangan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ekonomi kampung, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Katanya, dalam konteks inilah tema ‘Bisnis Lestari Berakar Budaya, Membangun Usaha Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Tanah Papua’ menjadi sangat relevan.
Wagub Rumaropen mengatakan, pihaknya ingin melihat pangan lokal, hasil hutan, kayu, perikanan, pertanian, industri daur ulang, dan ekowisata berkembang menjadi sumber ekonomi yang produktif, inovatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sagu, pinang, kopi Papua, hasil kebun, dan berbagai produk lokal lainnya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha bernilai tambah.
“Namun, pengembangannya harus tetap menghormati hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan,” ujarnya.
Wagub Rumaropen menegaskan bahwa pemuda dan perempuan Papua bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama dan pemimpin perubahan.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi dan pertukaran gagasan. Akan tapi manfaatkan kesempatan ini untuk menyusun model bisnis yang realistis.
Memahami pengelolaan keuangan, memperkuat pemasaran, membangun jejaring, dan merancang langkah nyata yang dapat diterapkan setelah kegiatan berakhir.
Wagub Rumaropen pun mengapresiasi pendekatan kegiatan ini yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman pelaku usaha, dan praktik langsung di lapangan.
Ia mengatakan, melalui pembelajaran dari komunitas, termasuk praktik usaha di BUMMA Namblong, peserta dapat melihat bahwa menjaga alam dan mengembangkan ekonomi bukanlah dua tujuan yang bertentangan, tapi keduanya dapat berjalan beriringan.
Wagub Aryoko Rumaropen mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan ekonomi mikro kecil dan menengah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Karenanya, ia berharap jejaring yang terbentuk melalui kegiatan ini terus berkembang menjadi kemitraan nyata yang membuka akses pendampingan, pemasaran, pembiayaan, dan pengembangan usaha bagi masyarakat Papua.
Kepada seluruh peserta Wagub Rumaropen berpesan, agar membawa pulang lebih daripada sertifikat. Namun membawa pulang pengetahuan, keberanian, jejaring, dan rencana aksi yang dapat diwujudkan di kampung dan komunitas masing-masing.
“Ingatlah perubahan besar dimulai dari sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Jangan takut memulai, jangan takut berinovasi, berintegritas, berakar pada budaya yang menjadi kekuatan kita,” kata Wagub Rumaropen. (*)




Discussion about this post