Jayapura, Jubi — Dua klub asal Papua yang kini menjadi musafir, ‘Mutiara Hitam’ Persipura dan ‘Badai Pasifik’ PSBS Biak Numfor akan bersua dalam laga bertajuk derby Papua pada pekan keenam kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027.
Persipura akan bertandang ke markas PSBS Biak Numfor di Stadion Sriwedari, Solo, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu sore (17/10/2026).
Dalam laga ini, kedua tim ingin bangkit setelah menelan kekalahan pada laga sebelumnya. Persipura kalah dari RANS Nusantara dengan skor 3-1, sedangkan PSBS Biak kalah dari Kendal Tornado dengan skor 5-0.
Di atas kertas Persipura lebih diunggulkan dengan target poin sempurna untuk memanaskan persaingan papan atas di Liga 2 Indonesia Grup Timur.
Pengamat sepak bola Papua, Daniel Womsiwor, mengatakan bahwa Persipura lebih diunggulkan meraih poin penuh pada berby Papua.
Namun secara pribadi Womsiwor mengaku keberatan apabila pelatih kepala bersama manajemen Persipura memutuskan menurunkan pemain-pemain asli Biak dalam derby ‘Black Brothers’ itu.
Para pemain itu, di antaranya adalah Kelly Sroyer, Ramai Rumakiek, Ruben Sanadi, dan Gunansar Mandowen.
“Meski tim PSBS Biak saat ini tampil tanpa pemain-pemain asli Biak, tetapi nama besar di tim ini, maka secara adat saya keberatan kalau PSBS dikalahkan oleh anak-anak Biak yang bermain di Persipura. Kita semua berharap Persipura menang, tapi kalau bisa jangan sampai anak-anak Biak yang tampil dan mengalahkan tim asal sukunya sendiri,” kata Daniel Womsiwor melalui aplikasi pesan singkatnya kepada Jubi, Kamis (15/10/2026).
Womsiwor berharap, pelatih dan manajemen Persipura tidak memainkan pemain asal Biak di laga ini, sehingga apabila ‘Badai Pasifik’ kalah, dapat diterima seluruh Kawasa Byak di Tanah Papua dan Indonesia.
Katanya, kalaupun sampai ada pemain Biak yang diturunkan, sebaiknya jangan mencetak gol.
Akan tetapi berikan saja kepada pemain lain karena mencetak gol atau tidak, PSBS kini adalah tim terlemah di Indonesia yang mungkin akan terdegradasi ke Liga 3 pada musim 2027.
Menjelang laga derby Papua, tim Persipura mulai mematangkan persiapan untuk menghadapi laga tersebut.
Salah satu fokus utama jajaran pelatih adalah memulihkan mental pemain setelah menelan kekalahan 1-3 dari RANS Nusantara FC di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (9/10/2026).
Asisten Pelatih Persipura Jayapura, Izaac Johanis Wanggai mengatakan, pemulihan mental menjadi perhatian utama tim agar Ricardo Lima dkk. bisa kembali tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Yang paling utama, kami membangun kembali mental setelah hasil yang kurang memuaskan. Ini menjadi perhatian khusus, terutama bagaimana mental kami dibangun untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Izaac Wanggai sebagaimana dilansir dari http://ileague.id, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, Persipura tidak ingin terlalu terpengaruh oleh hasil pertandingan PSBS Biak sebelumnya.
Tim pelatih memilih memusatkan perhatian pada persiapan internal agar bisa membawa pulang poin dari lawatan tersebut.
Hal itu tidak terlepas dari hasil minor PSBS Biak pada lima laga pertama Pegadaian Championship 2026/27.
Mereka dikalahkan Deltras FC 0-5, Persis Solo 0-7, Persela Lamongan 0-6, RANS Nusantara FC 1-5, dan Kendal Tornado FC 0-6.
Sedangkan lima laga awal Persipura Jayapura juga belum sepenuhnya baik. Skuat besutan Regi Aditya ini dikalahkan RANS Nusantara FC 1-3 dan PS Barito Putera 2-3, seri lawan Kendal Tornado FC 0-0 dan Persis Solo 1-1, serta menang di kandang De Red FC 3-1.
“Kami tahu bersama bagaimana pertandingan yang sudah dilewati tim PSBS Biak, tetapi kami tidak melihat hal itu. Kami mempersiapkan tim ini, Persipura sendiri, dengan fokus bagaimana bisa mendapatkan poin saat bertandang ke PSBS Biak nanti,” ucapnya. (*)























Discussion about this post