Jayapura, Jubi – Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat atau KNPB di Kampwolker Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua diteror bom, Senin (16/3/2026) sekira pukul 04.16 Waktu Papua.
Pengurus pusat KNPB menyatakan sebuah benda yang diduga bom itu, dijatuhkan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak, dan meledak di halaman kantor pusat KNPB.
“Teror ini merupakan kejadian yang berulang, setelah sebelumnya terjadi upaya pembakaran terhadap kantor yang sama (kantor pusat KNPB) pada bulan Januari 2026,” tulis pengurus pusat KNPB dalam siaran persnya, Selasa (17/3/2026).
Menurut pengurus pusat KNPB, ledakan besar tersebut terdengar saat para pengurus dan anggota KNPB sedang tidur di dalam kantor.
Suara ledakan keras membuat para anggota KNPB terbangun dan mengejutkan warga di sekitar lokasi kejadian. Warga yang mendengar ledakan segera mendatangi lokasi untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah kejadian, anggota KNPB mengumpulkan data di lokasi dan mendokumentasikan situasi tempat kejadian perkara. Berbagai barang bukti, yang ditemukan telah diamankan oleh anggota KNPB.
Di lokasi ledakan, ditemukan sejumlah serpihan yang diduga bagian dari bahan peledak, antara lain besi plat tebal berwarna hitam yang diduga sebagai pembungkus bom, karton, plakban, dan mur (baut kecil). Berbagai barang bukti tersebut telah didokumentasikan olah anggota KNBP.
Pihak KNPB mengatakan, ledakan yang diduga bom tersebut menyebabkan lubang berbentuk kolam di halaman kantor, dan menimbulkan kepanikan di antara anggota KNPB serta warga sekitar.
Ledakan itu juga dinilai berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan penghuni kantor.
Sebelumnya, organisasi sipil Komite Nasional Papua Barat juga mendapat teror pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 03.16 Waktu Papua.
“Teror itu berupa upaya pembakaran kantor pusat KNPB oleh orang tak dikenal. Dalam kejadian tersebut, api sempat meluap dan membakar bagian dinding kantor.”
Ketika itu, anggota KNPB yang sedang tidur terbangun setelah melihat kobaran api. Mereka segera mengambil air dan berusaha memadamkan api, sehingga kebakaran dapat dihentikan sebelum meluas.
Setelah api berhasil dipadamkan, beberapa anggota KNPB sempat mengejar pelaku. Namun para pelaku berhasil melarikan diri menggunakan mobil avanza berwarna hitam, yang telah menunggu di jalan depan lokasi kejadian.
Pelaku hanya meninggalkan jejak serta beberapa barang bukti di halaman Kantor Pusat KNPB antara lain, bekas siraman cairan yang diduga digunakan untuk melakukan pembakaran di dinding, jerigen dan plastik hitam.
Berdasarkan pola kejadian, metode serangan, serta kemiripan dengan beberapa insiden sebelumnya, pengurus pusat KNPB menduga aksi tersebut berkaitan dengan pihak tertentu yang memiliki kemampuan operasional terorganisir.
Dugaan ini juga dikaitkan dengan pola teror yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk serangan bom molotov terhadap kantor redaksi Jubi pada 16 Oktober 2024 dini hari.
“Namun demikian, hingga laporan ini disusun, belum ada penyelidikan resmi yang mengungkap secara jelas pelaku dan motif kejadian tersebut,” tulis pengurus pusat KNPB.
Pengurus pusat KNPB menilai, serangan bom menggunakan drone terhadap kantor organisasi sipil merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga sipil, dan kebebasan berorganisasi di Tanah Papua.
Untuk itu, perlu ada desakan penyelidikan independen, transparan, dan menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta memastikan perlindungan terhadap organisasi sipil dan masyarakat.
Selain itu, perlu dukungan dan advokasi luas oleh para pihak di tingkat nasional dan internasional, guna menekan aksi teror dan mengungkap pelaku teror terhadap aktivis dan organisasi sipil di Tanah Papua. (*)




Discussion about this post