Jayapura, Jubi – Tim berjuluk Mutiara Hitam, Persipura Jayapura baru saja meraih kemenangan perdana dengan skor 3-1, saat melawan tim tuan rumah The Red FC dengan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (2/10/2026).
Persipura meraih tiga poin dengan perjuangan yang tidak mudah. Mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-40 setelah Lazarus Anthonius Wilem Christian Sinim diganjar kartu merah.
Kemenangan perdana ini sebagai langkah awal yang baik bagi pelatih Regi Aditya mulai menukangi Boaz T. Solossa dan kawan-kawan.
Sejak Kompetisi Liga 2 Championship musim 2026/2027 digulirkan, Persipura menelan pil pahit kekalahan melawan Barito Putera 3-2, dan bermain imbang 0-0 saat bersua Kendal Tornado FC, serta seri 1-1 melawan Persis Solo.
Hasil ini membawa tim Mutiara Hitam menempati urutan ketiga klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/27.
Pelatih Persipura Jayapura, Regi Aditya, bersyukur atas kemenangan tersebut. Menurutnya, pertandingan berjalan sangat berat, terlebih timnya harus bermain dengan 10 pemain.
“Pertama, saya mau bersyukur kepada Tuhan, karena hari ini hari yang berat. Tetapi, Tuhan izinkan kami curi poin penuh di kandang lawan,” kata Regi Aditya selepas peluit panjang sebagaimana dilansir Jubi dari laman ileague.id, Sabtu (3/10/2026).
Regi Aditya juga mengapresiasi para pemain yang mampu keluar dari situasi sulit setelah melalui beberapa pertandingan tanpa kemenangan.
“Terima kasih juga untuk setiap pemain, yang sudah bisa keluar, bisa handle situasi beberapa pekan ini yang mungkin belum bisa keluar dari situasi itu,” ucapnya.
Lebih lanjut mantan Kepala Pelatih PSBS Biak itu menambahkan, kemenangan Persipura merupakan hasil dari proses panjang dan dukungan berbagai pihak, termasuk manajemen Persipura di bawah nakhoda Eveline Sanita Injaya.
“Ini akumulatif yang sangat luar biasa. Dukungan dari manajemen luar biasa juga, ada kepercayaan, sehingga ada suasana begitu indah,” ujarnya.
Hasil tersebut membuat Persipura mengemas empat poin dan merangsek ke papan atas klasemen sementara Pegadaian Championship 2026/27.
Pengatur serangan dan tempo permainan
Persipura baru saja mencoret playmaker asal Argentina David Muller dengan gelandang asal Jepang Takuya Matsunaga yang karakternya bermain sebagai gelandang bertahan seperti Bima Ragil.
Pemain asal negara Sakura ini gelandang bertipe penyeimbang (central/defensive midfielder), peran utama pemain asal Jepang ini adalah memutus serangan lawan dan mendistribusikan bola, sehingga jarang berada di posisi penyelesaian akhir.
Persipura sebenarnya butuh seorang gelandang pengatur serangan untuk menambah daya gedor lewat lini tengah, hal ini jelas membutuhkan kreativitas serangan.
Selama ini peran gelandang Persipura dalam tiga laga hanya Gunansar Mandowen dan Todd Ferre yang diturunkan.
Kedua pemain mungil ini saling bergantian, babak pertama Gunansar bermain dan babak kedua Todd Ferre masuk saat melawan The Red FC dengan skor 3-1.
Walaupun gol kedua Persipura lewat tendangan bola mati Vebrianto Uopmabin dan gol ketiga Persipura akibat gol bunuh diri.
Selama musim lalu saat Persipura masih dibesut Coach Rachmad Darmawan, pemain mungil Gunansar Mandowen selalu diplot sebagai gelandang serang untuk serangan balik cepat dengan pemain depan Reno Salampessy dan Kelly J. Sroyer.
Hanya saja dalam permainan satu dua sentuhan di depan gawang tak kelihatan. Pasalnya Persipura butuh gelandang serang pengatur serangan dari lini tengah seperti peran era Eduard Ivakdalam, Zah Rahan, dan Roberto Pugliara.
Pengatur tempo permainan yang kreatif mengatur serangan belum tampak dalam kedua gelandang Persipura, Todd Ferre dan Gunansar Mandowen.
Tentunya untuk bermain sentuhan satu dua dari kaki ke kaki dan serangan dari kedua sayap butuh stamina yang prima dan inteligensi dari pemain.
Memang seperti yang diingatkan pengamat sepak bola Daniel Womsiwor, persiapan tim Mutiara Hitam yang lambat hanya satu bulan jelas kondisi fisik belum prima, sebab minimal butuh persiapan tiga bulan.
Paling tidak dalam laga selanjutnya harus selalu menjadi bahan evaluasi dan melihat progres ke depan tanpa harus kehilangan poin.
Soal pemain senior di tim Persipura menurut Daniel Womsiwor jangan terlalu banyak, minimal dua orang saja.
Tapi dalam skuad Persipura kini terdapat pemain senior Boaz T. Solossa, Ruben Sanadi, Ferinando Pahabol, Tinus Pae.
Dalam laga sebelumnya Ruben Sanadi dan Ferinando Pahabol yang pernah diturunkan.
Pelatih Regi Aditya telah menurunkan striker muda Lazarus Sinim hanya saja baru bermain 40 menit sudah terganjal kartu merah hingga Persipura harus bermain 10 pemain lawan The Red FC.
Meskipun ada striker Ramai Rumakiek, belakangan ini permainan Rumakiek dinilai terlalu egois dan memaksakan diri untuk cetak gol.
Memang seorang striker itu harus egois, tetapi jika peluang itu bisa berbuah gol, sebaliknya jika tidak berikanlah assist kepada pemain yang benar-benar bisa menjebol gawang.
Ramai Rumakiek memang telah memberikan assist kepada Alexandro Ferreira saat Persipura melawan Persis Solo hingga berakhir imbang 1-1.
Dalam laga melawan The Red FC, Ramai Rumakiek diturunkan babak pertama, sedangkan memasuki babak kedua Kelly Sroyer menggantikannya dan mencetak gol penyeimbang 1-1.
Perjalanan Persipura masih panjang dan pekerjaan rumah dari pelatih Regi Aditya harus segera dijawab terutama mampu memaksimalkan para gelandang Persipura untuk mengatur tempo permainan dan meningkatkan daya gedor dari lini tengah.
Selain itu memaksimalkan kedua wing dan mengandalkan serangan balik cepat di laga selanjutnya. (*)




Discussion about this post