Persiapan singkat Persipura dan kondisi fisik yang belum maksimal

Penulis: Dominggus A Mampioper
Editor: Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Persiapan tim Persipura menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2026, yang akan berlangsung pada 12 September 2026, dinilai sangat berat. Sebab kondisi fisik pemain belum maksimal. ‘Pasukan Mutiara Hitam’ baru mulai berlatih sejak 6 Agustus 2026, dan hanya tiga pekan lebih di Boyolali, Jawa Tengah.

Padahal menurut pengamat sepak bola Papua, Daniel Womsiwor mestinya Persipura butuh waktu minimal 2,5 bulan untuk pemusatan latihan menjelang kompetisi Liga 2 musim ini.

“Memang secara teknik [tim] sudah baik, dan hampir sebagian besar wajah lama masih bertahan memperkuat Persipura untuk musim ini,” kata Daniel Womsiwor saat ditemui Jubi di ruang kerjanya di Kampus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena, Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, latihan fisik sepak bola minimal tiga bulan (12 minggu), karena dibagi menjadi beberapa fase terstruktur untuk membangun kebugaran dasar pemain hingga kesiapan bertanding.

“Program ini umumnya dibagi menjadi Fase Fisik Umum (General Preparatory) dan Fase Fisik Khusus (Specific Preparatory) sehingga masuk ke dalam uji coba bertanding. Jangan terlalu banyak mengandalkan pemain tua, karena musim lalu justru pemain tua yang menjadi titik lemah di lini belakang,” ucapnya.

Katanya, para pemain senior di Persipura yang sudah memasuki masa pensiun mestinya minimal hanya dua orang saja yang memperkuat tim dalam setiap laga. Selebihnya adalah pemain muda yang secara fisik masih bisa diandalkan.

“Karena persiapan yang kurang, tim harus menambah asupan gizi bagi pemain, agar bisa bermain maksimal secara fisik. Pemain senior bisa diturunkan kalau melawan tim yang dianggap lemah. Walau pun sebenarnya musim ini semua tim sangat berat dan persaingan semakin ketat,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Di sisi lain kata Daniel Womsiwor, meski Persipura kini memiliki banyak penyerang seperti Ramai Rumakiek, Ricky Chawor, Alexsandro dos Santos Ferreira dan pemain muda, Lazarus Sinim yang menjadi top skor Liga IV musim lalu, itu merupakan pertanda baik.

Akan tetapi, pelatih harus menurunkan penyerang yang bermain dengan motivasi untuk kemenangan tim.

“Saya pikir tim pelatih harus menurunkan striker yang benar-benar siap dan bermain secara tim bukan bermain egois dan terlalu individu. Itu akan merugikan tim,” kata Womsiwor.

Ia mengatakan, penyerang asal Brazil, Alexsandro dos Santos Ferreira memiliki pengalaman membawa PSBS Biak ke Liga 1 dan pernah membela Barito Putra.

Ia dapat menjadi salah satu pilihan terbaik, tanpa mengurangi peran para penyerang lainnya, sebab pemain ini tidak sekadar menjadi tambahan amunisi di skuad Mutiara Hitam.

“Alexandro Fereira pernah bermain bersama Ruben Sanadi, Kellyy Sroyer, Todd Rivaldo Ferre dan Uropmabin di PSBS Biak, sehingga mereka bisa langsung beradaptasi menjalankan tatkti dan strategi dari pelatih.”

Persipura Jayapura akan memulai kompetisi Championsip musim 2026/2027, dengan lawan PS Barito Putera pada 12 September 2026.

Selain itu, ‘pasukan Mutiara Hitam’ juga dijadwalkan melakoni dua laga kadang di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada September 2026.

Persipura Jayapura memulai persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027, dengan menggelar latihan di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (22/7/2026).

Setelahnya melakukan pemusatan latihan di Boyolali pada 6 Agustus 2026, dan melakulan launching tim di enam kota Jayapura, Timika, Wamena, Sorong, Yogyakarta dan Jakarta pada 31 Agustus 2026.

Dala sesi latihan perdana di Stadion Mandala dipimpin langsung Pelatih Kepala Andri Ramawi dan didampingi Football Director Persipura, Angel Alfredo Vera.

Sebanyak 23 pemain mengikuti latihan perdana tersebut. Mayoritas merupakan pemain yang memperkuat Persipura pada musim lalu.

Alfredo Vera mengatakan, selama masa persiapan, fokus utama tim adalah memenuhi regulasi kompetisi yang mewajibkan setiap klub memainkan pemain muda.

Katanya, musim ini berbeda dengan musim sebelumnya. Regulasi mengharuskan setiap tim memainkan dua pemain U-21 selama 90 menit penuh.

“Karena itu, fokus kami dalam masa persiapan adalah mencari dan mempersiapkan pemain-pemain U-21 yang memiliki kualitas untuk memenuhi kebutuhan tim,” kata Alfredo Vera sebagaimana dilansir dari www.persipura.id. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist