Menanti buku baru: Prestasi Persipura musim 2026/2027

Penulis: Dominggus A. Mampioper
Editor: Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Presiden Persipura, Owen Rahadiyan saat meluncurkan buku berjudul Persipura dari Masa ke Masa menuturkan, memasuki musim 2026/2027 diawali dengan kertas putih dan marilah menuliskan prestasi Persipura dengan buku yang baru di musim ini.

Buku baru dilauching Persipura pada Minggu 31 Agustus lalu. Launching tim Persipura dilakukan secara serentak. Enam kota itu adalah Jakarta, Jayapura, Yogyakarta, Wamena, Timika, dan Sorong.

Owen berharap Persipura bisa jauh lebih baik di Championship musim 2026/27. Tentu saja, bisa mewujudkan target promosi ke Super League.

“Kami berharap launching ini bisa menjadi awal yang baik untuk kami semua sebelum masuk ke kompetisi,” ungkapnya sebagaimana dilansir Jubi dari laman www.ligaindonesiabaru.com, Selasa (8/9/2026).

Dibalik launching team dan jersey baru, Mutiara Hitam juga melaunching buku baru yang merekam perjalanan Persipura dari masa ke masa, diawali dengan kelahiran Persipura pada 1963.

Hadir dalam launching Persipura tokoh pendiri dan sekaligus Ketua Umum Pertama Persipura Mesack Koibur.

Perdebatan seputar Ulang Tahun Persipura antara 1965 dan 1963, tetapi dalam suratnya kepada Jubi belum lama ini, Pdt Koibur mengaku pencanangan nama Persipura dilakukan pada 25 Mei 1965 di Mess GKI APO Jayapura, bersama mendiang Barnabas Youwe mantan pemain Hollandia Voteball Bond dan Bupati Jayapura.

BERITATERKAIT

“Waktu itu semua klub kumpul di Sukarnapura (Nama Jayapura waktu itu) untuk membentuk klub Jayapura sejak itu klub ikut kompetisi PSSI dari Ambon sampai ke Makassar,” kata Koibur.

Meski ada perbedaan tentang tahun berdirinya Persipura, tim penulis menelisik perjalanan panjang Persipura Jayapura dari masa ke masa dan kini dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Persipura dari Masa ke Masa”.

Buku tersebut menjadi salah satu bentuk dokumentasi perjalanan klub berjuluk Mutiara Hitam, yang memiliki sejarah panjang dan erat dengan masyarakat Papua.

Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yakni Sudjarwo Husain, Erianto Nari Pasae, dan Paul Manahara Tambunan.

Ketiganya mengumpulkan berbagai cerita, data, wawancara, dokumen arsip, literatur cetak, hingga rekaman data digital untuk merangkai kisah perjalanan Persipura secara lebih lengkap.

Ini merupakan buku ke empat tentang Persipura, buku tentang Persipura pertama kali ditulis oleh Freits Ramandey dan kawan kawan pada Agustus 2008.

Frits Ramandey mantan Ketua Aliansi Journalistik Independen (AJI) Kota Jayapura mengatakan, penulisan buku berjudul “Persipura Mutiara Sepak bola dari Negeri Cenderawasih” karena saat itu terjadi krisis.

Mantan pelatih Persipura M Raja Isa ditendang di lapangan hingga akhirnya kontraknya diputus.

“Sebagai jurnalis kami ingin memberikan semacam semangat agar pemain Persipura tetap fokus dalam prestasi sehingga mencoba menerbitkan buku berjudul Persipura Mutiara Hitam Sepakbola dari Negeri Cenderawasih,” kata Ramandey kala itu.

Buku setebal 186 halaman ini terbit pada Agustus 2008, di mana pelatih Brasil Jacksen F Tiago mulai melatih Eduard Ivakdalam dan kawan kawan untuk mengarungi Liga Super Indonesia hingga meraih tiga kali juara bersama altenatore asal negeri Brasil itu.

“Saya kira ini buku pertama tentang Persipura meskipun saya akui masih terdapat kekurangan di sana sini,” ucapnya.

Tak heran kalau kapten Persipura kala itu  Eduard Ivakdalam kepada wartawan Pasific Post pada Rabu 8 Oktober 2009, mengatakan, “ke depan bukan saja kami, tetapi adik adik kami juga namanya bisa masuk dalam buku Persipura,” kata Ivakdalam kala itu.

Buku kedua Persipura karya MR Kambu berjudul “Jejak Persipura go International “ memasukan pula nama nama pemain Persipura dan pelatih sejak 1997/1998 sampai era 2010/2011.

Mantan Ketua Umum Persipura MR Kambu berani mencanangkan Persipura menuju go International melalui masuk ke Liga Champion dan AFC Cup Asia.

Sedangkan buku ketiga berjudul “Persipura, Yosim Samba sepakbola dari Timur”.

Alasan penerbitkan buku ini karena pelatih Jacksen F Tiago menyebutkan ada kemiripan antara sepakbola di Brasil karena ada pesta karnaval di Rio de Jeneiro dan tarian pergaulan khas Papua Yosim Pancar.

Hingga tak heran kalau kombinasi dua tarian antar Samba Brasil berhasil digabungkan Jakcsen F Tiago dalam Yosim Pancar Papua di dalam klub berjuluk Mutiara Hitam, Yosim Samba dari Timur Indonesia.

Buku ini ditulis oleh jurnalis olahraga senior Papua dari tabloidjubi.com, Dominggus Arnol Mampioper.

Ia pernah menjadi koresponden goal.com Indonesia selama enam tahun dan contributor tabloid olahraga milik Kompas Gramedia Group, tabloid Soccer.

Alasan penerbitkan buku ini karena pelatih Jacksen F Tiago menyebutkan ada kemiripan antara sepakbola di Brasil karena ada pesta karnaval di Rio de Jeneiro dan tarian pergaulan khas Papua Yosim Pancar.

Hingga tak heran kalau kombinasi dua tarian antar Samba Brasil berhasil digabungkan Jakcsen F Tiago dalam Yosim Pancar Papua di dalam klub berjuluk Mutiara Hitam, Yosim Samba dari Timur Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist