Sentani, Jubi – Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano menyatakan pihak manajemen segera mengevaluasi kinerjanya selama satu musim kemarin. Persipura Jayapura juga mencari pelatih baru yang akan membesut tim kebanggaan masyarakat itu pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Pernyataan itu disampaikan BTM, sapaan akrab Benhur Tommy Mano, ketika ditemui di sela-sela kegiatan penanaman ratusan pohon sagu di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (13/6/2026).
“Evaluasi tim mesti dilakukan, sehingga harapan masyarakat Papua agar tim kebanggaannya pada musim yang akan [datang] bisa lolos ke Liga 1,” ujar BTM.
Menurut BTM, setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, manajemen harus mencari pelatih yang benar-benar berkualitas dan profesional. Menurutnya, semua tim yang berkompetisi di Liga 1 dan Liga 2 sedang berburu pelatih.
Penentuan pelatih baru Persipura akan melihat rekam jejak kandidat dalam kancah sepak bola nasional. “Setelah ada pelatih, pelatih akan melihat dan menentukan para pemain yang direkrut ke dalam tim Persipura,” kata BTM.
BTM menyebutkan ada dua nama yang diusulkan untuk menjadi pelatih Persipura. Akan tetapi, manajemen Persipura Jayapura masih menjajaki dan mempelajari rekam jejak kedua pelatih itu.
“Kedua pelatih ini dari luar Papua. Salah satunya adalah [mantan] warga negara asing yang sudah menjadi warga negara Indonesia,” katanya.
BTM berharap penentuan pelatih dan perekrutan seluruh pemain dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. “Manajemen dan pelatih juga harus secepatnya merekrut para pemain yang ada. Dalam kondisi seperti ini, [ketika pemain] tanpa terikat kontrak, para pemain akan bebas menentukan pilihan mereka. Sangat disayangkan bila para pemain itu dikontrak tim lain,” ujarnya.
Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan merespons pernyataan BTM. Menurutnya, evaluasi tim secara menyeluruh telah dilakukan, melibatkan manajemen, ofisial, dan panitia pelaksana. Manajemen Persipura juga telah berkomunikasi dengan kandidat pelatih tim Mutiara Hitam.
Menurut Owen, Persipura Jayapura masih menunggu hasil banding yang mereka ajukan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas sanksi yang dijatuhkan kepada Persipura. Hasil banding itu akan menentukan kekuatan keuangan Persipura, sehingga mempengaruhi keleluasaan manajemen membentuk tim. “Sangat disayangkan juga apabila seluruh pertandingan dilakukan tanpa penonton,” ujarnya.
Menurut Owen, sanksi bermain tanpa penonton sepanjang musim juga pernah dijatuhkan kepada pS Lamongan. Bedanya, kericuhan penonton yang memicu sanksi bagi PS Lamongan terjadi ketika pertandingan sedang berjalan. Sementara kericuhan penonton yang memicu sanksi bagi Persipura terjadi setelah pertandingan kandang Persipura Jayapura berakhir.
“Hal itu sudah saya sampaikan juga [dalam] surat banding kami kepada Komdis PSSI. Semoga bisa dipertimbangkan,” ujar Owen. (*)






















Discussion about this post