Jayapura, Jubi – Laga Persipura Jayapura melawan Persis Solo akhir pekan ini menjadi ajang pembuktian pelatih anyar ‘Mutiara Hitam’, Regi Aditya. Persipura akan menghadapi Persis Solo pada lanjutan Kompetisi Liga 2 Championship musim 2026/2027, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).
Ini merupakan laga ketiga Persipura musim ini. Pada dua laga awal, anak-anak ‘Mutiara Hitam’ meraih hasil tak memuaskan. Kalah 3-2 saat bersua Barito Putera, dan bermain imbang imbang 0-0 ketika melawan Tornado Kendal FC.
Hasil buruk pada dua laga awal itu membuat manajemen Persipura langsung melakukan pembenahan, dan menunjuk Regi Aditya sebagai palatih menggantikan Andri Ramawi.
Secara materi pemain, Persipura musim ini terbilang mumpuni. Hampir sama dengan musim lalu, hanya saja ada penambahan penyerang baru, Alexandro Ferreira eks bomber PSBS Biak asal Argentina, bek tengah Ricardo Lima asal Brasil dan David Muller gelandang Argentina.
Analisis jurnalis Jubi, selama dua laga awal, Persipura lebih menguasai pertandingan dengan ball possession yang jauh di atas tim lawan, Barito Putera dan Kendal Tornado.
Hanya saja para penyerang Persipura kesulitan mencetak gol dan bermain kurang menyerang. Padahal tim lawan hanya menunggu dan mengandalkan serangan balik.
Gol-gol yang dicetak Barito Putera berawal dari serangan balik cepat yang gagal diantisipasi atau masa transisi antara menyerang dan bertahan agak lambat.
Tak heran kalau sisi bek kanan Persipura mampu dilewati striker muda asal Papua, Korneles Howay yang mampu cetak dua gol. Meskipun demikian pemain muda ini tidak mencetak gol saat Barito Putera melawan Delta FC.
Di mana laga itu Barito Putera kalah 3-2 lawan Delta FC pada laga kedua, 20 September dan yang mencetak dua gol adalah Mochamad Sulton Fajar.
Pelatih Regi Aditya tentunya sudah mengenal karakter pemain Papua sejak membesut PSBS Biak maupun saat menjadi asisten pelatih Persipura di bawah pelatih kepala Rahmad Darmawan.
Selama ditukangi coach RD di pertengahan musim lalu, permainan Mutiara Hitam sudah kembali ke permainan sebenarnya, umpan satu-dua dan membangun serangan dari lini tengah maupun umpan lambung ke jantung pertahanan lawan.
Salah satu andalan pamungkas coach RD musim lalu adalah serangan balik cepat dengan mengandalkan Gunansar Mandowen, Bima Ragil dan Ramai Rumakiek di lini tengah, sedangkan di lini depan ada Reno Salampessy, Kelly Sroyer dan Uropmabin winger kiri.
Bahkan Ramai Rumakiek juga terkadang berganti posisi digeser ke depan sebagai winger kiri. Hanya saja musim lalu, Ramai Rumakiek terkesan bermain terlalu individual dan memaksa untuk mencetak gol, padahal ciri khas Persipura adalah bermain untuk kemenangan tim.
Melawan Persis Solo, Persipura mesti waspada. Apalagi klub yang kini dibesut Ricky Nelson mantan pelatih Persipura itu baru saja melibas PSBS Biak dengan skor meyakinkan 7-0 tanpa balas.
Tentunya dengan modal kemenangan ini tim Persis Solo merasa percaya diri untuk tetap mempertahankan tren positif saat mengalahkan PSBS yang kini berada di urutan terbawah Liga 2 Grup Timur musim ini.
Meskipun laga perdana Persis Solo melawan Persela Lamongan mengalami kekalahan 2-0 saat bertandang ke Stadion Surajaya, Minggu (13/9/2026).
Bukan tidak mungkin Persipura mampu mengalahkan Persis Solo, hanya saja lini belakang Persipura harus mewaspadai pergerakan pemain striker Persis Solo, terutama pencetak empat gol ke gawang PSBS Biak, Henri Doumbia.
Selain itu Persipura harus menjaga keseimbangan bermain dan transisi saat menyerang maupun bertahan. Kehilangan bola harus kembali menjaga area dan langsung menutup pergerakan lawan ke lini pertahanan.
Ini jelas akan menjadi tugas berat gelandang bertahan Persipura Bima Ragil untuk memutus serangan tim Persis Solo sebelum masuk ke area pertahanan Persipura. (*)




Discussion about this post