Jayapura, Jubi — Menteri Pemberdayaan Perempuan, Anak-Anak, dan Perlindungan Sosial, Sashi Kiran, mengatakan bahwa Bose Levu Vakaturaga (Dewan Agung Para Kepala Suku) dapat memainkan peran kunci dalam memperkuat persatuan nasional, stabilitas sosial, dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Republik Fiji.
Berbicara di Parlemen selama debat RUU Bose Levu Vakaturaga 2026, Kiran mengatakan bahwa lembaga tersebut mewakili lebih dari sekadar pemulihan otoritas tradisional, menggambarkannya sebagai pilar pemersatu perdamaian dan kohesi sosial, sebagaimana dilansir Jubi dari laman fijitimes.com.fj, Kamis (15/10/2026).
“Para pemimpin tradisional kita adalah kepala suku dari semua orang yang tinggal di Fiji,” katanya, mengutip mendiang pemimpin Partai Federasi Nasional, Jai Ram Reddy.
Kiran menyoroti hubungan historis antara kepala suku iTaukei dan keturunan buruh kontrak dari India, termasuk penyelamatan lebih dari 400 buruh dari kapal karam Syria di Fiji pada tahun 1884 oleh Ratu Sauvoli dari Noco di Rewa.
Dia mengatakan bahwa rancangan undang-undang yang diusulkan akan memungkinkan para kepala suku untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan nasional, menangani isu-isu seperti pendidikan, pengembangan pemuda, pengurangan kemiskinan, permukiman informal, dan ketahanan iklim.
“Ketika pemerintahan sebelumnya membubarkan Dewan Agung Kepala Suku, mereka tidak hanya membubarkan sebuah lembaga — mereka juga menghancurkan akar budaya yang menjadi landasan persatuan nasional kita.”
“Stabilitas sosial bergantung pada penanganan kesulitan sehari-hari yang dihadapi masyarakat kita,” ucapnya.
“Dengan melegalkan Bose Levu Vakaturaga, RUU ini memberdayakan para kepala suku kita untuk menjadi mitra modern dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Menteri Kiran mengatakan bahwa mandat ini secara eksplisit terintegrasi ke dalam ketentuan inti undang-undang tersebut.
“Pasal 8 menargetkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat iTaukei, memposisikan dewan untuk secara aktif mempromosikan pendidikan, kewirausahaan, pengembangan pemuda, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan,” katanya.
Dia mengatakan bahwa penguatan lembaga-lembaga tradisional dapat memperkuat kesejahteraan keluarga, identitas budaya, dan kohesi nasional, dan menyatakan dukungannya terhadap RUU tersebut.
Parlemen telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Bose Levu Vakaturaga 2026. (*)























Discussion about this post