Jayapura, Jubi – Sebanyak 686 pasien telah menerima layanan medis gratis di atas kapal rumah sakit Angkatan Laut Indonesia, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, selama kunjungan lima harinya ke Fiji, dengan pendaftaran mencapai kuota harian pada hari ketiga.
Staf bagian dalam negeri di Kedutaan Besar Indonesia di Fiji, Aldino Mohamach, mengatakan sangat disayangkan kuota pendaftaran telah tercapai, tetapi berharap lebih banyak warga Fiji dapat memperoleh manfaat jika kapal tersebut kembali.
“Sayangnya, kuota kami sudah tercapai, tetapi jika kapal itu datang lagi, kami akan mengundang semua warga Fiji,” katanya sebagaimana dilansir Jubi dari laman fijitimes.com.fj, Senin (12/10/2026).
Para pasien diangkut dari Taman Sukuna ke kapal setelah nama mereka diverifikasi, sehingga mereka dapat mengakses konsultasi dan perawatan dari tim medis kapal.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kuota pasien harian ditetapkan sebanyak 259, dengan layanan beroperasi dari pukul 8 pagi hingga 4 sore.
Tim medis tersebut terdiri dari ahli jantung, ahli kandungan, ahli penyakit dalam, ahli mata, dokter gigi, dan dokter umum.
Para pasien juga menerima obat-obatan gratis melalui apotek yang ada di kapal.
Dilengkapi dengan teknologi medis canggih, termasuk peralatan pengujian darah, kapal tersebut telah melakukan lebih dari enam operasi kecil dalam sehari sejak tiba di Fiji.
Prosedur yang dilakukan meliputi pengangkatan kelenjar getah bening dan pengangkatan tumor kecil.
Kapal tersebut tiba pada tanggal 9 Oktober sebagai bagian dari misi kemanusiaan Indonesia, Menjembatani Bangsa-Bangsa, Melayani Kemanusiaan, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan regional dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan di seluruh Pasifik.
Pak Mohamach mengatakan tim tersebut juga telah melakukan kegiatan keterlibatan masyarakat, termasuk pekerjaan sosial dan distribusi perlengkapan medis.
Fiji adalah perhentian kedua dalam misi ini, dengan kapal dijadwalkan berangkat besok, Selasa (13/10/2026) menuju Honiara, negara Melanesia di Kepulauan Solomon. (*)




















Discussion about this post