• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Kabupaten Jayapura

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
in Kabupaten Jayapura
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
RSUD Yowari

Susana saat pihak keluarga Marthina Biri (23 tahun) di RSUD Yowari setelah pasien meningggal dunia pada 8 Maret 2026 - Dok. Jubi

0
SHARES
196
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pihak keluarga Marthina Biri (23 tahun), pasien yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Yowari Kabupaten Jayapura, Papua berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melakukan eveluasi menyeluruh terhadap rumah sakit itu, mulai dari direktur, perawat hingga prosedur pelayanan.

Marthina Biri, mahasiswa semester tujuh salah satu universtitas di Kota Jayapura meninggal dunia di RSUD Yowari pada 8 Maret 2026. Keluarga menduga, Marthina Biri meninggal akibat lembannya penanganan dari pihak rumah sakit.

Soleng Soll, perwakilan keluarga pasien mengatakan pihaknya merasa ada penelantaran, sehingga menyebabkan pasien meningal dunia di depan Instalasi Gawat Darurat atau IGD RSUD Yowari ketika itu.

Pihak keluarga pun mempertanyakan standar operasional prosedur atau SOP pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Jayapura itu, sebab menurut mereka pasien yang ketika itu dalam kondisi kritis tidak langsung ditangani setibanya di rumah sakit. Justru diminta untuk melengkapi administrasi terlebih dahulu.

“Kami keluarga sangat kecewa dan menyesali cara pelayanan di RSUD Yowari. [Keluarga] kami diperlakukan tidak manusiawi. Mungkin pihak rumah sakit sengaja ka, karena kasus seperti ini sering terjadi terhadap orang asli Papua [yang berobat] di [RSUD] Yowari,” kata Soleng Soll di Kantor Redaksi Jubi, di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, melihat dinamika di RSUD Yowari selama ini, terutama banyaknya keluhan pasien dan keluarga pasien terhadap pelayanan di rumah sakit itu, Pemkab Jayapura dan Pemprov Papua dirasa perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

“Petugas [yang] tidak bekerja dengan hati lebih baik dicopot saja, daripada banyak orang korban. Tindakan pembiaran seperti ini, cara halus membunuh orang Papua. Ini juga pelanggaran hak mendapatkan perawatan medis dan hak untuk sehat. Adik Marthina, dua jam di IGD [namun] tidak ditangani sampai meninggal,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Bubarkan MRP: Mesti dilihat sebagai kritik dan evaluasi

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

Uncen evaluasi program untuk peningkatan mutu lulusan

Katanya, pihak keluarga almarhumah Marthina Biri juga berencana menempuh jalur hukum karena merasa tidak puas, dan meminta Bupati Jayapura, Yunus Wonda mencopot direktur rumah sakit dan perawat yang ketika itu bertugas, karena dinilai melakukan kelalaian.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia menjelaskan sejak awal Februari 2026, Marthina Biri mulai sakit. Almarhumah sempat dibawah berobat ke Puskesmas Kemiri, di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada 6 Februari 2026.

Namun pihak Puskesmas menyatakan kondisi Marthina Biri saat itu, baik-baik saja dan hanya diberikan antibiotik.

Beberapa hari setelahnya, kondisi Marthina Biri tak kunjung membaik. Pihak keluarga pun membawanya ke RSUD Yowari pada 13 Februari 2026. Akan tetapi pihak rumah sakit menyatakan kondisi pasien masih normal.

Pasien hanya diberikan obat dan disuruh pulang. Padahal ketika itu pihak keluarga ingin Marthina Biri dirawat, agar mendapat penanganan medis secara memadai.

Marthina Biri kembali dibawa ke RSUD Yowari sekira pukul 23.00 WP pada 3 Maret 2026, karena ketika itu pihak kondisinya lemas dan pucat, dengan harapan ia dirawat inap.

“Kami minta ditangani (dirawat inap) tapi petugas bilang BPJS nya [berlaku] di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Jadi disuruh ke puskesmas sekitar Sentani baru [minta] dirujuk. Tapi kondisi pasien makin kritis. Kami tunggu supaya pihak rumah sakit pasang infus, tapi tidak. Jadi kami pulang jam 2 malam ke rumah,” ujar Soll.

Soreng Soll mengatakan, pihaknya kembali membawa Marthina Biri ke RSUD Yowari pada 8 Maret 2026. Ketika itu kondisi almarhumah sudah lemas dan pucat. Pihak keluarga meminta agar pasien segera mendapat tindakan medis, dan masalah administrasi dapat diurus belakangan.

“Jadi [terlebih dulu] periksa darah dan saya urus administrasi supaya adik ini bisa diinfus. Tapi ternyata dia sudah meninggal di atas kursi roda di depan IGD. Saya datang begini [adik kami sudah] tidak ada nafas,” kata Soreng Soll.

Pengurus Persekutuan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Distrik Sela, Yahukimo di Kabupaten Jayapura, Yantho Maling juga mengkritik pelayanan di RSUD Yowari.

“Tiga kali pasien dan keluarga ke rumah sakit tapi diabaikan. Jadi kalau [pihak RSUD Yowari] bilang sudah melayani tiga kali, itu hanya pembelaan diri saja dari pihak rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, yang terjadi adalah pasien meninggal di depan IGD. Hal ini dianggap sesuatu yang miris, tidak tidak manusiawi dan harus dipertanggungjawabkan kepada keluarga pasien.

Sebelumnya, Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku mengatakan pihaknya akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh dan memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di RSUD tersebut.

“Kalau ada kesalahan kami akan selidiki dengan saksama. Bagaimana prosesnya sehingga terjadi kesalahan. Akan tetapi [kalau] itu memang murni kematian, kita tidak bisa juga menyalahkan pihak rumah sakit. Jadi satu kita saling menghormati dan menghargai. Teman-teman yang ada di rumah sakit juga, tolong hargai pasien kita,” kata Haris Richard Yocku pekan lalu.

Menurut Yocku, ia akan membicarakan masalah ini dengan Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan memanggil Direktur RSUD Yowari serta pihak terkait guna membahas hal tersebut.

Direktur RSUD Yowari, Maryen Baweri mengatakan akan melakukan audit klinis dan menelusuri rekaman CCTV untuk memastikan apakah pasien itu telah mendapat penanganan medis sesuai standar operasional prosedur.

“Saya sebagai direktur, paling tidak kami akan melakukan audit secara klinis dan nanti akan melihat CCTV. [Lewat CCTV] itu akan kelihatan. Akan saya lanjutkan di kepala dinas dan juga ke bapak bupati dan wakil bupati, sebagai laporan untuk kasus ini,” kata Maryen Baweri kepada keluarga pasien di RSUD Yowari, setelah pasien meninggal dunia. (*)

Continue Reading
Tags: EvaluasiPesienRSUD Yowari
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Paripurna DPRK Jayapura

DPRK Jayapura serahkan 35 rekomendasi atas LKPJ bupati 2025

May 20, 2026
Sekertaris Dinas Kesehataan Kabupaten Jayapura, Lilien Suebu saat menyampaikan materi pelatihan dlam acara TOT di Sentani, distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Senin (18/5/2026). -Jubi/Silpester kasipka

Kasus malaria di Kabupaten Jayapura tertinggi kedua secara nasional

May 18, 2026
Parkir liar

Bappenda Jayapura minimalisir parkir liar dengan pembayaran non tunai

May 13, 2026

DPMPTSP dan Bank Mandiri berkolaborasi tingkatkan kualitas pelayanan publik

May 13, 2026

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026

Bupati Jayapura bersama warga bersihkan kali Jaifuri

April 10, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara