Sentani, Jubi – Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua mengevaluasi program yang telah dikerjakan pada 2025, dalam peningkatan mutu lulusan.
Evaluasi itu dilakukan lewat rapat kerja atau raker 2026, yang diselenggarakan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/2/2026).
“Tujuan [raker], kami mengevaluasi program-program yang telah dilakukan sebelumnya dalam proses pelayanan pendidikan dan juga bagaimana peningkatan mutu lulusan di Universitas Cenderawasih,” kata Rektor Uncen, Prof Oscar Oswald O. Wambrauw usai pembukaan reker.
Menurutnya, dari evaluasi tersebut dapat diketahui apa yang perlu disiapkan dan apa yang perlu dibenahi, agar dilaksanakan sesuai yang telah ditetapkan kementerian, termasuk inovasi-inovasi supaya keberadaan kampus bisa berdampak terhadap masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Uncen bisa berdampak kepada daerah, terutama dari hasil penelitian atau riset juga pengabdian masyarakat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah,” ucapnya.
Katanya, semua peserta raker diharapkan bisa menyusun program mereka, yang mempunyai dampak indikator kinerja utama.
Sebelum pembukaan raker, diawali dengan penandatanganan MoU antara Uncen dengan PT Cenderawasih Bara Energi dan PT Papua Bara Bersama.
Wambrauw menjelaskan sebagai PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum), Uncen diberi wewenang untuk mengelola aset yang telah dimiliki, baik yang sudah berjalan maupun masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memiliki kebijakan untuk pengembangan usaha terhadap sejumlah lembaga, termasuk lembaga pendidikan.
Melalui MoU dan perjanjian kerja sama, dapat membuka peluang untuk para dosen meneliti dan mahasiswa bisa magang di perusahaan tersebut.
“Tadi sudah proses penandatanganan MoU berlangsung disaksikan oleh perwakilan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Penandatanganan tadi itu mengawali saja, nanti teknis-teknisnya [dibahas lanjut] apa saja yang perlu kamu lakukan bersama perusahaan tersebut, dengan lingkup Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Wambrauw berharap, kehadiran perusahaan tersebut bisa menyerap banyak anak-anak Papua bekerja bukan hanya di tambang, tetap juga administrasinya.
“Kami berharap lulusan Uncen juga bisa lebih banyak bekerja di situ, sehingga itu yang mendorong kami untuk melihat peluang-peluang itu untuk bisa dilaksanakan bersama pihak swasta,” katanya.
Ketua panitia raker, Dr Ferdinand Risamasu menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, raker ini untuk mengevaluasi program kerja 2025, dari aspek penyelenggaraan hingga kebijakan keuangannya.
“Sehingga raker 2026 ini kami evaluasi [program kerja 2025], barangkali ada program yang tidak berkorelasi dengan peningkatan Indeks Kinerja Utama. Maka dari hasil evaluasi itu kami membuat program di tahun 2026 disesuaikan dengan kondisi fiskal,” kata Risamasu, yang merupakan Wakil Rektor II Uncen.
Dalam waktu dekat ini, program yang ditekankan adalah evaluasi proses perkuliahan. Misalnya sasaran/target lulusan, untuk mengetahui apakah jumlah mahasiswa yang diterima sama dengan yang lulus.
Apakah mahasiswa mampu menyelesaikan kuliah dalam waktu empat tahun. Selain itu juga untuk mengetahui masa tunggu lulusan baru terserap di dunia kerja. (*)





















Discussion about this post