Merauke, Jubi – Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak saat mengecek jaring ikan di sekitar Muara Kali Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Ketiga nelayan itu berangkat menggunakan speedboat dari wilayah tersebut, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIT untuk mengecek jaring ikan. Namun, hingga sore dan malam hari, mereka tidak kembali.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh Polsek Kimam kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Senin (21/9/2026) pukul 13.58 WIT.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR gabungan diberangkatkan dari Pos SAR Okaba dan Kantor SAR Merauke menuju lokasi terakhir ketiga nelayan diketahui berada, Senin siang (21/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri selama dua hari.
Pencarian dilakukan dari Pulau Mooi, Kampung Konorau hingga Distrik Waan, tetapi ketiga nelayan belum ditemukan.
Jarak lokasi diperkirakan sekitar 240 kilometer dari Kantor SAR Merauke dengan arah 273,31 derajat atau ke barat.
Tim diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 jam perjalanan laut dan tiba di lokasi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.18 WIT.
Ketiga nelayan yang masih dalam pencarian tersebut yakni Frederikus Yolmen (23) warga Dusun Mooi, Andreas Koboon (24) warga Dusun Konorau, dan Abelbertus Game Yolmen (14) warga Kampung Konorau.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR mengerahkan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), satu unit Sea Reader, dua kendaraan penyelamat, serta sejumlah peralatan komunikasi dan navigasi, termasuk manpack Starlink, telepon satelit, handy talkie dan GPS.
Operasi SAR melibatkan rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Polsek Okaba, Polsek Kimam, serta masyarakat setempat.
Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah tenggara menuju selatan dengan kecepatan 16–27 kilometer per jam.
Tim SAR gabungan masih berkoordinasi dengan unsur TNI/Polri, pemerintah setempat dan keluarga korban untuk memantau perkembangan pencarian. (*)























Discussion about this post