Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H menyatakan pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sebab, perempuan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri dan akses
terhadap sumber daya ekonomi, sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan
produktivitas dan pendapatan keluarga.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Nawipa dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Victor Fun saat Pembinaan Ibu Rumah Tangga dan Membangun Ekonomi Keluarga UKM Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Nabire, Senin (21/9/2026)
Victor Fun yang mewakili Gubernur Nawipa membuka kegiatan itu mengatakan, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan itu.
“Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya
manusia,” kata Victor Fun.
Katanya, keluarga sehat, produktif, mandiri dan memiliki ketahanan yang baik akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan
masyarakat dan daerah.
Menurutnya, dalam kehidupan keluarga, ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat penting. Selain menjalankan fungsi pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga, perempuan juga memiliki potensi berperan sebagai pelaku ekonomi, pengelola keuangan keluarga, pengembang usaha rumah tangga, serta penggerak ekonomi masyarakat.
Namun katanya, dalam menjalankan peran tersebut masih terdapat berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pengetahuan kewirausahaan, keterampilan pengelolaan usaha, literasi keuangan, akses terhadap permodalan, pemasaran, teknologi digital dan jejaring usaha.
Karenanya, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah
memberikan perhatian terhadap pembangunan yang inklusif, peningkatan kualitas sumber daya
manusia, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, UMKM, peningkatan
pendapatan serta perluasan lapangan kerja,” ucapnya.
Ia mengatakan, sejalan dengan itu, kegiatan pembinaan Ibu Rumah Tangga dan Membangun Ekonomi Keluarga UKM Provinsi Papua Tengah merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat.
Khususnya dalam meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dan perempuan agar dapat berperan lebih besar dalam pembangunan keluarga dan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai keluarga berkualitas, pemberdayaan perempuan, kewirausahaan, pengelolaan usaha,
literasi keuangan, pemasaran produk serta pemanfaatan teknologi digital.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan usaha keluarga,” ujarnya.
Seluruh peserta pun diajak mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif. Manfaatkan kesempatan ini untuk
belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman serta menggali potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Katanya, setiap keluarga memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Potensi sumber daya lokal, keterampilan, kreativitas dan pengalaman yang dimiliki masyarakat dapat menjadi dasar untuk membangun usaha yang produktif apabila dikelola dengan baik.
Karenanya, pengetahuan mengenai
pengelolaan keuangan keluarga juga menjadi hal yang penting. Kemampuan mencatat
pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan rumah tangga dengan usaha, menghitung modal, biaya, harga jual dan keuntungan merupakan bagian dari dasar pengelolaan usaha yang perlu dipahami.
Katanya, begitu pula dengan pemasaran. Di tengah perkembangan teknologi digital, pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan media digital lainnya dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat.
“Saya berharap peserta dapat melihat teknologi bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai salah satu peluang untuk mengembangkan usaha dan
memperluas pasar.”
Kegiatan ini juga diharapkan dapat
memperkuat jejaring antarlembaga perempuan, pemerintah, pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama dan jejaring yang kuat akan membantu perempuan dalam
memperoleh informasi, berbagi pengalaman, mengembangkan usaha serta membuka peluang
kerja sama yang lebih luas.
Setelah kegiatan selesai, diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh tidak berhenti di dalam ruangan ini. Akan tetapi hendaknya dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Yang diinginkan, kegiatan pemberdayaan seperti ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan, sehingga semakin
banyak ibu rumah tangga dan perempuan yang mampu menjadi lebih produktif, mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas perempuan akan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendorong berbagai upaya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya
manusia, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan UMKM.
“Mari kita bersama-sama membangun keluarga yang berkualitas, produktif dan mandiri,
serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha keluarga yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” ucap Victor Fun. (*)






















Discussion about this post