Manokwari, Jubi-Puluhan Pemuda dan Aktivis menggelar aksi dengan tema ‘Papua Darurat Militer’ di Kawasan Makalow, Manokwari, Papua Barat nyaris dikepung Barikade Polisi. Massa tertahan di kawasan Jalan Gunung Salju Fanindi, Senin (27/4/2026).
Dalam aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WP massa ‘Papua Darurat Militer’ dihadang Barikade polisi lengkap dengan kendaraan taktis dan mobil forklift. Massa hendak menuju Kantor HAM Papua Barat dengan berjalan kaki atau Longmarch, tetapi Polisi menyediakan bersedia menyediakan kendaraan untuk masa gunakan ke lokasi aksi, proses negosiasi berjalan, massa enggan mengikuti permintaan polisi agar naik di mobil Truk.
Kapolda Papua Bara,t Irjen Pol Alfred Papare pun turut hadir didampingi Kapolresta Manokwari Kombes pol Ongki Isgunawan dan Direktur Sabhara Polda Papua Barat menemui Massa ‘Papua Darurat Militer’, namun hingga pukul 12.24 WP.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gadug Kurniawan, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak Kepolisian tetap berkomitmen memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan bersama.
“Polri pada prinsipnya menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun demikian, kami juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas.”
Menyikapi penolakan tersebut, aparat kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan melakukan koordinasi dengan para koordinator lapangan guna mencari solusi terbaik.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh serta mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak.
“Upaya yang kami lakukan, termasuk penyediaan sarana transportasi, merupakan bentuk pelayanan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta dialogis dalam setiap pelayanan aksi unjuk rasa.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya. (*)


























Discussion about this post