Manokwari, Jubi-Polisi telah memanggil dan memeriksa sebanyak 12 orang setelah sejumlah orangtua melaporkan peristiwa pengeroyokan senior terhadap junior di SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari, Papua Barat, Rabu (22/4) malam. DPR Papua Barat akan membentuk tim memastikan kejadian sebenarnya.
Wakil Ketua DPR Papua Barat Syamsudin Seknun menyayangkan peristiwa penganiayaan senior terhadap junior di SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari. Dia menyebut peristiwa yang tak seharusnya terjadi, apalagi dalam lingkungan sekolah. Dia menegaskan secara kelembagaan DPR Papua Barat terus mengawal proses penegakan hukum terhadap para pelaku.
Setelah melihat kondisi sekolah pasca peristiwa, Syamsudin menegaskan pihaknya bersama Anggota DPR Papua Barat akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua dan Kepala Sekolah SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari untuk mendengar langsung kejadian tersebut.
“Kami akan kawal ini bahkan nanti akan bentuk tim agar mengawal proses hukum maupun proses evaluasi,” kata Syamsudin usai meninjau lokasi SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari, Kamis (23/4/2026).
Sekolah SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari merupakan sekolah milik Pemerintahan Papua Barat, di bawah pengawasan dari DPR Papua Barat.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Jangan sampai timbul persepsi tidak baik dari masyarakat, kita sudah gelontorkan uang begitu banyak agar bagaimana sekolah mendidik anak-anak generasi muda namun diciderai dengan hal seperti ini, kami kecewa” kata Syamsudin.
Syamsuddin juga mengusulkan agar permasalahan ini harus dicari akar masalahnya. Bagi para pelaku diberikan sanksi sesuai kadar perbuatannya.
Dari data yang diperoleh, sebanyak 30 senior diduga terlibat aktif dalam kasus penganiayaan tersebut. Sementara pihak sekolah kini memulangkan sebanyak 60 siswa pasca peristiwa.
Kepala Sekolah SMK Taruna Yusuf Ragainaga mengakui bahwa peristiwa Rabu malam merupakan peristiwa terbesar dan menonjol. Dia juga mengaku kejadian itu sangat cepat.
“Kita akan evaluasi menyeluruh tapi harus kita sadari bahwa ini sekolah idealnya bukan Sekolah Taruna, namun keadaan sehingga kalau tidak tempat ya jangan dipaksakan,” katanya.
Yusuf menyebut bahwa jumlah korban sebanyak 8 orang (dirawat di rumah sakit), namun mereka sudah kembali rumah.
“Kemarin delapan tapi sudah balik semua,” kata Yusuf.
Mengenai siswa yang dikeluarkan dari sekolah, Yusuf menyerahkan kepada pihak Kepolisian.
“Sesuai keterangan (siswa yang keluar) belum jumlah pasti nanti setelah pemeriksaan pasti (data) akan keluar,” jelas Yusuf.
Saat ini korban masih di luar sekolah, mereka akan kembali ke sekolah pada Senin pekan depan.
“Nanti kita lihat trauma bagaimana mereka harap bagaimana kita terima dengan lapang dada sekaligus kita yakinkan mereka bahwa sekolah itu penting,” jelasnya.
Polisi Periksa 12 Orang
Sementara berdasarkan laporan pengaduan dari Orangtua siswa di Polresta Manokwari, saat ini penyidik Polresta bekerja marathon. Kepala satuan reserse kriminal Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir mengatakan saat ini sudah memanggil sejumlah pihak.
“Proses sedang berlangsung untuk sekarang sudah 12 orang yang kita periksa,” kata AKP Agung Gumara Samosir.
Kepala Sekolah SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari mendukung upaya penegakan hukum yang dilaporkan orangtua siswa.
“Saya kira sudah diserahkan semua ke penegak hukum, sekolah mendukung apabila diminta keterangan kita antar ke polres,” ucap Yusuf.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi peristiwa penganiayaan senior SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari dilakukan tanpa sebab. Sebagian korban tidak mengetahui alasan apa mereka dianiaya.
“Tiba-tiba mereka masuk dalam ruangan kelas saat kita belajar lalu diminta letakan buku lalu kita di pukul,” kata salah satu siswa yang menjadi korban. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post