Manokwari, Jubi-Lebih dari seratus siswa kelas X SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari Papua Barat menjadi korban penganiayaan oleh senior mereka di asrama sekolah, Rabu malam (22/4/2026). Akibat insiden ini, beberapa siswa mengalami patah tulang, sementara korban lainnya hanya mengalami cedera ringan pada tulang rusuk. Orangtua korban langsung membuat laporan polisi ke Polresta Manokwari, Kamis (23/4/2026), menuntut tindakan tegas terhadap pelaku.
Markus Waran Ketua Paguyuban Siswa Angkatan V SMK Taruna Kasuari Nusantara menyesalkan tindakan para pelaku bahkan dia mempertanyakan penggunaan alat pukul seperti doka (keling besi) di dalam lingkungan sekolah oleh para senior kepada junior mereka.
“Yang kita heran kenapa ada alat-alat seperti itu di lingkungan sekolah,” kata Markus Waran.
Kepala sekolah SMK Taruna Nusantara Yusuf Ragainaga mengatakan sebanyak 60 siswa yang diduga pelaku telah dikeluarkan oleh sekolah.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Sebanyak 60 siswa sudah kita keluarkan tadi mereka keluar dengan koper,” kata Kepala Sekolah SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari, Yusuf Ragainag.
Dia juga mengaku mengakomodir usulan evaluasi pola asrama yang ditetapkan oleh SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba saat ditemui di SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari usai Insiden itu mengatakan, Pihak Dinas menyarankan kepada orangtua, untuk melakukan visum terhadap anak-anak korban pemukulan agar dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Dikatakan pihak dinas akan berlaku adil sehingga hal-hal seperti itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Selain peristiwa pengeroyokan selama ini banyak pula kejadian-kejadian di luar batas kewajaran yang terjadi kepala dinas menyesalkan hal itu.
“Pelaku dalam insiden ini harus di proses dan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Dan pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatan yang dilakukan,” kata Barnabas Dowansiba.
Dowansiba mengaku dinas akan bertanggungjawab terhadap perawatan dan pengobatan korban.
Cerita Siswa Saat kejadian.
Pada Rabu malam siswa kelas X SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari sedang belajar mandiri persiapan ujian sekolah. Para siswa menyebar di ruang kelas dan juga halaman taman sekolah.
SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari merupakan sekolah berpola asrama. Sejak didirikan sebagai pengajar dari sipil dan juga militer.
“Saya di dalam ruangan kelas sementara belajar tiba-tiba Kaka dorang masuk suruh taruh buku,” kata A salah satu siswa jadi korban.
Korban A mengalami luka di bibir karena dipukul oleh senior dengan menggunakan doka atau keling besi.
“Saya dapat pukul pertama di bagian kepala lalu di depan muka (wajah),” katanya
Secara rinci dia tidak tahu pasti berapa korban, namun pada kejadian dia melihat beberapa kelompok senior yang masuk ke dalam ruangan kelas lalu mematikan lampu.
Sebagian korban yang berada di halaman sekolah diminta masuk ruangan kelas.
“Kitorang sempat melakukan perlawanan tapi kalah jumlah,” ujar salah satu siswa lain yang jadi korban.
Orang Tua Terobos Pagar Sekolah
Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu puluhan orang tua siswa yang jadi korban mendatangi SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari yang berlokasi di kawasan BLK Manokwari. Pagar sekolah yang awalnya ditutup diterobos oleh orang tua siswa.
Saat pagar terbuka para orang tua masuk sembari berteriak meminta pihak sekolah menghadirkan para pelaku.
“Saya dapat kabar dari anak laki-laki tadi malam jam 9 malam,” kata Cheni salah satu orang tua korban.
Dia mengaku anaknya bersekolah di SMK Taruna Kasuari Nusantara Manokwari merupakan keinginan anaknya meski demikian dengan peristiwa ini dia berharap pihak sekolah dapat melakukan evaluasi.
“Anak-anak ini selalu hormat dorang punya senior tapi dorang punya senior tidak pernah tanggapi,” tutur Cheni. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

























Discussion about this post