• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Dugaan penganiayaan terhadap siswa SMAN Buper dilaporkan ke Polda Papua

November 7, 2025
in Mamta
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Hans Makabori - Editor: Arjuna Pademme
penganiayaan

Surat Tanda Penerimaan Laporan dari Polda Papua. -Dok. Jubi

0
SHARES
222
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Anton Oechere, siswa kelas 10 SMA Negeri atau SMAN 3 Buper, Kota Jayapura, Papua dilaporkan ke Kepolisian Daerah atau Polda Papua oleh orangtua korban pada 17 Oktober 2025.

Polisi menerima laporan itu dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor STTLP/B/17/X/2025/SPKT/POLDA PAPUA.

Sarah Kaigere, orangtua Anton Oechere mengatakan, kasus yang dialami anaknya itu terjadi pada 18 Agustus 2025. Anton Oechere diduga dianiaya oleh lima orang kakak kelasnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan atau THT, gendang telinga korban pecah dan keadaannya sedang infeksi, sehingga membutuhkan pengobatan intens.

Menurut Kaigere, peristiwa dugaan penganiayaan terhadap anaknya itu baru diketahuinya setelah dua bulan, pascakejadian.

Kata Kaigere, dalam pelaporannya, tiga guru SMA N-3 Buper Kota Jayapura ditetapkan sebagai saksi karena dinilai mengetahui peristiwa tersebut, tetapi terkesan melakukan pembiaran.

Katanya, putranya tidak pernah mengadukan atau menceritakan peristiwa itu kepada siapapun, baik guru maupun orang tua. Ia pun baru mengetahui kejadian itu pada Rabu, 8 Oktober 2025 setelah melihat kuping anaknya itu tampak bengkak dan memerah.

“Ketika melihat kupingnya bengkak baru saya marah-marah dan tanya dia. Kenapa bengkak?, ko [kamu] dipukul?, siapa yang bikin ko seperti itu?” kata Sarah Kaigere kepada Jubi di kediamannya di Jalan  Bumi Perkemahan (Buper), Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis (6/11/2025) malam.

BERITATERKAIT

Kuasa hukum keluarga Jhon S. Wanimbo minta Polda Papua dalami kecelakaan di ring road Hamadi

Polda Papua diminta ambil alih penanganan kasus penembakan di Tolikara

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

Rilis akhir tahun: Polda Papua sampaikan evaluasi keamanan dan penegakan hukum

Sarah mengatakan, meski berkali-kali ditanya, korban hanya mengaku dianiaya kakak kelasnya dan tidak mau menyebut siapa pelakunya.

Korban diduga dianiaya hanya karena dianggap tidak menghormati kakak kelas. Korban dihukum dengan melakukan sikap ‘salam tapos’.

Sikap salam tapos biasanya dilakukan saat sedang berdiri atau duduk, kemudian menundukkan kepala, dan mengepal kedua tangan, serta menyilangkan tangan kiri ke arah pelipis di antara dahi dan telinga kanan, dan sebaliknya.

Setelah memasang sikap salam tapos, kakak kelas memberikan hukuman dengan meninju tubuh adik kelasnya itu, terutama pada bagian tangan yang sedang disilangkan ke arah kedua pelipisnya. Tak jarang pukulan tersebut mengenai bagian tubuh sekitar lainnya, seperti dahi, kuping, dan dagu.

Setelah korban memasang sikap salam tapos, kemudian dianiaya dan diancam, agar tidak mengungkapkan perbuatan mereka. Inilah yang diduga mengakibatkan Anton selama hampir dua bulan tidak berani mengungkapkan peristiwa yang dialaminya.

Sarah Kaigere mengatakan, sejak anaknya dipukul pada 18 Agustus 2025 sampai 8 Oktober 2025, Anton diam-diam membeli obat dan mengobati sakitnya sendirian.

“Syukurnya dia sudah tidak tinggal di Asrama Sekolah, jadi saya bisa tahu ketika kupingnya bengkak dan mengkonfirmasi peristiwa itu kepada pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, adik korban, Nelince Sarah Oechere mengatakan, pasca peristiwa itu, kakaknya selalu menceritakan semua yang dialaminya, dibanding Ibu mereka.

Menurut Nelince, pasca peristiwa itu pada 18 Agustus 2025, Anton menelepon adiknya untuk meminta tolong pesankan ojek online, karena Anton mau pulang ke rumah.

“[Sebelumnya] tanggal 18 Agustus itu sa punya kakak WhatsApp saya, bilang kalau dia sakit di sekolah. Akhirnya minta saya pesankan [ojek online] Maksim, setelah dia sampai di rumah, saya lihat kondisinya dia lemas karena saat masuk ke halaman rumah dia harus menahan diri di pohon-pohon,” kata Nelince.

Katanya, setelah Anton sampai di rumah, Ia masuk ke kamarnya dan menangis sekitar tiga jam, lalu keluar untuk menceritakan apa yang dialaminya di sekolah.

Menurut cerita Anton, ketika itu tepat pada jam istirahat kedua, salah satu pelaku berinisial AG mendatangi Anton di kelasnya, kemudian mengajaknya keluar ke belakang aula sekolah.

“Ariel ajak Anton ke belakang Aula, di sana ada empat siswa lainnya yang menunggu. Totalnya mereka lima orang, mereka murid kelas 12, kakak kelasnya Anton. Sesampainya, Anton langsung diseret, dikeroyok. Masing-masing dari mereka mengambil bagiannya, ada yang tinju, tendang, hingga menginjaknya di leher,” kata Nelince.

Menurut Nelince, ktika Anton dianiaya, mereka kemudian mengancamnya agar tidak membocorkan informasi itu kepada siapapun. Sejak hari itu, hingga tanggal 27 Agustus, Anton terus diancam dengan kalimat-kalimat yang membuatnya parno.

Pada 27 Agustus kejadian itu terulang lagi. Saat di sekolah, Anton sedang makan siang, kemudian datanglah AG dan mengajak Anton ke belakang kelas, di sana sudah ada dua orang menunggunya yaitu JS dan CP. Menurut pengakuan Anton kepada adiknya, JS hari itu tidak mengikuti jam pelajaran di sekolah.

“JS hari itu tidak memakai seragam sekolah, bersama CP. mereka menunggu Anton dan Ariel di belakang kelas. Saat diajak ke sana, Anton yang trauma dengan peristiwa pada tanggal 18 Agustus lalu, hanya bisa menuruti ajakan mereka,” ujarnya.

Sesampainya di belakang kelas, kedua kakak kelasnya itu lalu mengancamnya dengan berbagai alasan. Mereka memastikan bahwa Anton tidak akan melaporkan perbuatan mereka kepada siapapun. Mereka sempat mengatakan, “kami bisa fitnah kau, karena tidak mudah untuk jatuhkan kau”.

Esoknya pada 28 Agustus, Anton kembali diajak ke belakang aula sekolah dan diancam di sana. Sesampainy di sana, mereka memakaikannya sebuah helm di kepalanya. Kemudian mereka memutar bekas botol air mineral di atas tanah sebagai lotre atau undian.

Ketika botol tersebut berputar dan ujung tutupnya berhenti mengarah ke siapapun, maka dia bebas menghajar Anton.

Sesuai pengakuan Anton, Ia hanya mengingat bahwa saat itu botol pertama kali berhenti dan menunjuk JS, yang kemudian menghajar Anton habis-habisan.

JS menyuruh Anton berlutut di tanah, kemudian Ia menendang Anton, meninju di kepala lapis helm yang dipakai Anton. “Menurut Anton, JS menendangnya sebanyak sembilan kali di kepala, meninjunya berkali-kali hingga tersungkur di tanah,” kata Nelince. (*)

Tags: dugaan penganiayaanPolda PapuaSMAN 3 Buper
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Jhon S. Wanimbo

Kuasa hukum keluarga Jhon S. Wanimbo minta Polda Papua dalami kecelakaan di ring road Hamadi

September 12, 2026
Elki Wunungga

Polda Papua diminta ambil alih penanganan kasus penembakan di Tolikara

May 14, 2026

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

April 21, 2026

Rilis akhir tahun: Polda Papua sampaikan evaluasi keamanan dan penegakan hukum

December 31, 2025

Polda Papua perkuat pengamanan jelang Nataru

December 21, 2025

Polda Papua harus tuntaskan kasus molotov Jubi

December 11, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara